5 Cara Jitu Menghadapi Pertanyaan 'Kapan Nikah' Saat Silaturahmi Lebaran
Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Selasa, 04 Jun 2019 04:00 WIB
https://d3t543lkaz1xy.cloudfront.net/photo/temporary/02e5292d65ba4312dc3523a0af54b263.jpeg
Momen berkumpulnya sanak saudara ini memang sangat dinanti-nanti. Namun ada satu hal yang sepertinya tidak pernah absen. Ya, hal itu adalah pertanyaan yang acap kali dialamatkan kepada anggota keluarga yang sudah berusia 20-an. 'kapan nikah?" menjadi pertanyaan yang dianggap sebagai momok pada saat itu juga. Lantas, bagaimana menghadapinya. Beautynesia sudah punya beberapa cara jitunya berikut ini
Foto: Istimewa Nah, cara pertama yang simpel namun ampuh adalah dengan memberikan senyuman. Tentu tidak perlu banyak-banyak memberikan argumen. Senyuman sudah bisa memberikan tanda bahwa kamu santai menghadapi pertanyaan itu dan memberikan tanggapan positif atas pertanyaan yang dilontarkan. Senyuman mampu memusnahkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin saja terjadi jika kamu memberikan argumen. Tetap stay cool ya.
Foto: Istimewa Cara selanjutnya adalah dengan mengatakan "minta doanya ya, semoga disegerakan". Jawaban seperti ini akan sangat ampuh membungkam pertanyaan 'kapan nikah' yang dilontarkan oleh mereka para si penanya. Jangan lupa untuk memasang wajah tegas saat menjawab, supaya mereka tidak melanjutkan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang bisa mengusik kehidupan pribadi kamu.
Foto: Istimewa Jika kamu memilih untuk menjawab pertanyaan 'kapan nikah' maka jawablah dengan cara yang cepat. Kalimat yang bisa kamu ucapkan dengan cara cepat adalah "siapa sih yang tidak ingin menikah, tapi ya, kalau belum jodoh dan waktunya, kita tidak boleh paksakan. Tuhan udah menggariskan semuanya". Kalimat demikian mampu mematahkan semua pertanyaan 'kapan nikah' yang bisa menyudutkanmu. Apalagi kamu orang tipe santai kemudian menjawab dengan cepat. Sudah pasti si penanya akan segan memberikan pertanyaan lanjutan.
Foto: Istimewa Memberikan pertanyaan balik kepada si penanya juga menjadi langkah yang tepat. Akan sangat cocok ketika yang memberi pertanyaan juga belum menikah. Namun jika yang bertanya sudah menikah, atau baru menikah, maka tanyakan saja 'kapan punya momongan'. Dengan demikian, si penanya akan sadar bahwa tidak selamanya diberi pertanyaan menyangkut urusan pribadi itu menyenangkan. Ada ruang tersendiri yang dibutuhkan untuk menyimpan hal-hal yang sifatnya pribadi.
Foto: Istimewa Jalan akhir yang bisa dilakukan adalah dengan meninggalkan si penanya. Lakukanlah cara ini ketika kamu memang merasa sudah tidak nyaman dengan serangan pertanyaan yang terus ditujukan kepada kamu. Namun tetaplah bijak dengan cara meninggalkan yang dilakukan. Misalnya saja dengan pura-pura menerima panggilan telepon, kemudian kamu permisi untuk beranjak dari posisimu. Hal ini akan memberikan kesan lebih sopan.
Berikan Senyuman
Foto: IstimewaMinta Doa Kepada Si Penanya
Foto: IstimewaJawablah Dengan Cara Cepat
Foto: IstimewaTanyakan Balik
Foto: IstimewaTinggalkan Si Penanya
Foto: Istimewa(kik/kik)
CERITA YUK!
Theme of The Month :
Theme of The Month :
Theme of The Month :
Theme of The Month :
Theme of The Month :