5 Cara Melatih Anak Berpikir Kritis

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Sabtu, 31 Oct 2026 11:00 WIB
3. Berhenti Mematikan Pendapat Anak yang Berbeda
Ayah dan anak perempuannya sedang berdiskusi/Foto: Magnific.com/Magnific

Di tengah kondisi yang caruk-maruk, perlukah menanamkan critical thinking pada anak? Apa sih critical thinking itu?

Critical thinking atau kemampuan berpikir kritis adalah proses mengidentifikasi masalah, mengobservasi, menganalisa, mengevaluasi, merefleksikan, membangun opini berdasarkan informasi yang dimiliki, serta mengambil keputusan.

Dalam pengambilan keputusan, berpikir kritis bukan sekadar untuk setuju atau tidak, melainkan mengevaluasi masalah secara keseluruhan. Lalu, mempertimbangkan semua literasi yang berhubungan dengan masalah tersebut.

Berpikir kritis itu penting karena membantu kebebasan dalam berpikir, percaya diri dengan keputusannya sendiri, lebih open minded, dan terhindar dari manipulasi face to face atau media sosial.

Lantas, bagaimana cara melatih anak berpikir kritis? Berikut penjelasannya.

1. Melibatkan Anak dalam Percakapan yang Memantik Rasa Ingin Tahu

Orang tua dan anak yang sedang berdiskusi/Foto: Magnific.com/Magnific

Pola pikir kritis pada anak dimulai dari bagaimana orang tua membangun percakapan di rumah. Orang tua yang menerapkan pertanyaan terbuka dan tidak selalu memberikan jawaban langsung akan mendorong sikap kritis anak.

Sederhananya, bangun percakapan yang memantik anak untuk melontarkan, “Kenapa dan bagaimana?” Frasa tersebut akan melahirkan banyak rasa keingintahuan. Misalnya, “Kenapa apel setelah dikupas bisa berubah warna? Bagaimana cara udara bikin apel jadi begitu?”

Dorong anak untuk selalu bertanya akan segala hal, mulai dari yang remeh-temeh, yang paling membuatnya penasaran.

2. Membantu Melihat Suatu Isu dari Sudut Pandang Lain

Orang tua dan anak laki-lakinya yang sedang diskusi/Foto: Magnific.com/Magnific

Menurut pelatih pola asuh dan penulis, Anita Cleare, cara melatih anak berpikir kritis adalah mendorongnya untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.

“Dorong anak untuk melihat berbagai persoalan dari sudut pandang orang lain. Ajak (anak) berpikir apa saja yang ingin mereka tahu layaknya seorang detektif, jurnalis, ilmuwan, atau orang yang harus memeriksa fakta dengan seksama,” ujar Cleare, pada BBC.

Cara ini memang tidak mudah untuk diterapkan. Namun, bersikap netral dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang akan mendorong keterbukaan pikiran dan fleksibilitas dalam berpikir.

Anak yang mampu memahami beragam sudut pandang, serta menerapkan fakta dan konteks yang relevan dapat menyusun argumen yang seimbang, sebelum akhirnya menentukan penilaiannya sendiri.

3. Berhenti Mematikan Pendapat Anak yang Berbeda

Ayah dan anak perempuannya sedang berdiskusi/Foto: Magnific.com/Magnific

Salah satu penyebab anak kurang berpikir kritis adalah orang tua yang selalu mematikan pendapat anak. Bahkan, saat pendapat itu belum selesai disampaikan.

Saat anak punya pendapat yang berbeda, dengarkan dulu alasan di balik pendapat tersebut. Dengan begitu, anak akan lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat ketika menemukan situasi yang menurutnya tidak tepat.

4. Melatih Anak Menyampaikan Keberatan Tanpa Agresif

Ibu dan anak perempuannya yang sedang berdiskusi/Foto: Magnific.com/Magnific

Dalam situasi yang tidak nyaman, anak perlu tahu bahwa dia boleh mengatakan “tidak” dengan catatan mengungkapkannya dengan jelas, tegas, dan tidak merendahkan orang lain. Contohnya? “Menurutku itu tidak adil. Boleh aku jelaskan alasannya?”

Menurut Child Mind Institute, orang tua perlu menekankan pentingnya anak belajar mengutarakan apa yang dibutuhkan tanpa harus menjadi agresif.

Alih-alih agresif, menerapkan perilaku asertif menurut Mayo Clinic, dapat membantu mengurangi konflik, meningkatkan kepercayaan diri, dan menetapkan batasan yang sehat dalam berbagai interaksi sosial.

5. Mengenalkan Kebiasaan Menulis

Orang tua dan anak yang sedang berdiskusi/Foto: Magnific.com/Magnific

Menulis adalah salah satu cara untuk melatih kemampuan menyusun informasi yang dimiliki menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Hal ini tentu menjadi cara yang baik untuk dapat beragumentasi dengan baik.

Itulah beberapa cara melatih anak berpikir kritis. Gimana menurut Beauties. Adakah cara lain versimu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE