5 Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Tanpa Empati Dilihat dari Kebiasaannya

Rini Apriliani | Beautynesia
Minggu, 01 Nov 2026 15:30 WIB
4. Menyembunyikan Perasaannya
Ilustrasi perempuan sedih/Foto: Magnific.com

Empati perlu ditanamkan pada anak sedini mungkin, sebab memiliki peran yang penting untuk seumur hidupnya. Namun, bagaimana jika orang tua yang seharusnya mengajarkan soal empati, justru tidak memiliki empati?

Tumbuh dewasa dengan orang tua yang kurang empati dapat memberikan pelajaran yang kurang baik bagi anak. Mereka bisa sulit meminta bantuan, menekan emosinya sendiri, hingga kekecewaan. Bahkan, hal tersebut bisa terbawa hingga mereka dewasa.

Melansir YourTango, ini dia cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya. Simak!

1. Menjadi Terlalu Mandiri

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya.

Ilustrasi perempuan mandiri/Foto: Magnific.com

Ciri anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati yang pertama adalah mereka bisa menjadi sosok yang terlalu mandiri. Hal ini karena di masa kecil mereka sudah meminta dukungan, sayangnya justru disambut dengan ketidakpedulian orang tuanya.

Akhirnya, mereka terbiasa mengurus segalanya sendiri. Baik saat menyelesaikan tugas, memikul beban mental yang berat, hingga sulit meminta bantuan. Meski tampak seperti kemandirian yang kuat, nyatanya itu adalah hasil dari pengalaman di mana kebutuhan emosional mereka tidak dipenuhi orang tua.

2. Menganggap Orang Lain Pasti Mengecewakannya

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya adalah berasumsi bahwa orang lain pasti akan mengecewakannya.

Ilustrasi perempuan menyendiri/Foto: Magnific.com

Anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati tentunya tidak mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan dikecewakan berulang kali. Pola tersebut membuat mereka tidak lagi mengharapkan banyak hal dari siapa pun.

Mereka takut kecewa jika berharap pada orang lain. Jadi, mereka melindungi dirinya sendiri dengan berasumsi bahwa orang lain pasti akan mengecewakannya.

Yap, sejak awal mereka akan menurunkan ekspektasi dan menjauh. Mereka tidak ingin tersakiti lagi oleh orang lain. Hal ini pun membuat mereka membutuhkan waktu lama untuk benar-benar percaya pada orang lain.

3. Suka Meragukan Perasaan Sendiri

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya adalah suka meremehkan perasaan sendiri.

Ilustrasi perempuan menyendiri/Foto: Magnific.com

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati selanjutnya adalah mereka suka meremehkan perasaan sendiri. Hal ini karena sejak kecil mereka sering dianggap berlebihan atau terlalu sensitif oleh orang tuanya.

Hal tersebut membuat mereka terkadang meragukan dan meremehkan perasaannya, alih-alih memvalidasi. Mereka bisa langsung bertanya pada dirinya sendiri apakah masuk akal untuk merasakan perasaan tersebut atau tidak.

4. Menyembunyikan Perasaannya

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya.

Ilustrasi perempuan sedih/Foto: Magnific.com

Selain suka meragukan perasaan sendiri, mereka cenderung menyembunyikannya juga. Mereka merasa bahwa terbuka akan lebih merepotkan karena merasa terlalu sering diabaikan secara emosional.

Mereka sering menyimpan semuanya sendiri dan bertindak seolah-olah tidak ada yang salah sampai mereka secara fisik tidak mampu lagi membendungnya. Mereka akan dengan mudah mengatakan “Aku baik-baik saja” daripada menjelaskan ada apa.

5. Terlalu Sering Meminta Maaf dan Menjelaskan

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya adalah terlalu sering meminta maaf.

Ilustrasi meminta maaf/Foto: Magnific.com/benzoix

Terakhir, mereka bisa menjadi anak dewasa yang terlalu sering meminta maaf. Mereka merasa bahwa emosinya adalah masalah, sehingga meminta maaf menjadi respons otomatis yang dilakukannya.

Mereka pun cenderung meminta maaf karena mengajukan pertanyaan, membutuhkan bantuan, saat kesal, atau menyampaikan sesuatu yang mengganggunya. Tak cuma itu, mereka sering menjelaskan alasan secara berlebihan tanpa diminta.

Meski tampak sebagai sebuah kesopanan, ternyata itu bisa berasal dari kebiasaan merasa diabaikan oleh orang tuanya sendiri. Mereka harus merendahkan diri untuk menghindari konflik.

Beauties, itu dia beberapa kebiasaan yang dikembangkan oleh anak yang tumbuh dengan orang tua tanpa empati. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE