5 Cara Mengenali Orang yang Pandai Mendengarkan dari Kebiasaan Sederhana

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Rabu, 10 Jun 2026 15:00 WIB
Kemampuan mendengarkan menjadi salah satu keterampilan sosial yang semakin berharga di tengah komunikasi yang serba cepat/Foto: Magnific/prostooleh

Di tengah komunikasi yang makin cepat dan penuh distraksi, kemampuan mendengarkan sering kali dianggap sepele. Tak heran jika kemampuan sosial ini menjadi salah satu hal yang makin langka dimiliki banyak orang. Tidak sedikit orang yang lebih sibuk menunggu giliran berbicara daripada benar-benar memahami apa yang sedang disampaikan lawan bicara.

Oleh karena itu, sosok yang memiliki kemampuan mendengarkan dengan tulus biasanya terasa lebih nyaman untuk diajak berbicara. Mereka membuat orang lain merasa dihargai, dipahami, dan diterima tanpa dihakimi. Menariknya, kemampuan mendengarkan ini bukan hanya soal kepribadian, tetapi juga terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan seperti yang dilansir dari Your Tango berikut ini!

Memberikan Tanda bahwa Mereka Benar-Benar Fokus Mendengarkan


Cara menjadi pendengar yang baik terlihat dari kemampuan menunjukkan perhatian secara konsisten selama percakapan berlangsung/Foto: Magnific

Salah satu cara menjadi pendengar yang baik adalah dengan menunjukkan keterlibatan lewat sinyal verbal maupun nonverbal yang jelas. Dalam komunikasi, hal ini dikenal sebagai attending behavior, yaitu cara menunjukkan perhatian penuh kepada lawan bicara. Respons yang tetap relevan dengan topik pembicaraan membuat orang lain merasa didengarkan, sedangkan kebiasaan langsung mengalihkan topik justru memberi kesan bahwa fokus percakapan berpindah pada diri sendiri.

Ucapan sederhana seperti “aku mengerti” atau “oh, begitu” juga dapat mendorong lawan bicara untuk terus berbicara, terutama jika disampaikan dengan tulus. Selain pilihan kata, nada suara turut menentukan apakah seseorang terlihat benar-benar tertarik atau sekadar mendengar sambil lalu. Memberi jeda sejenak sebelum merespons juga bisa membantu lawan bicara menyusun pikirannya dengan lebih nyaman.

(naq/naq)