5 Cara Menjaga Hubungan Orang Tua dan Anak Dewasa agar Tetap Dekat

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Sabtu, 03 Oct 2026 08:00 WIB
1. Mendengarkan Tanpa Menghakimi
Ilustrasi orang tua sedang mendengarkan anaknya berbicara/Foto: Pexels/Kaboompics

Hubungan orang tua dan anak bisa terasa berbeda saat anak mulai dewasa. Bukan karena rasa sayangnya berkurang, tetapi karena anak mulai sibuk dengan pekerjaan, pertemanan, dan urusannya sendiri.

Di fase ini, orang tua mungkin perlu menyesuaikan cara berkomunikasi dan memberi perhatian. Tetap dekat bukan berarti harus selalu tahu atau ikut campur dalam kehidupan anak.

Lalu, bagaimana cara menjaga hubungan dengan anak yang sudah dewasa agar tetap dekat? Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan, Beauties.

1. Mendengarkan Tanpa Menghakimi

Ilustrasi orang tua sedang mendengarkan anaknya berbicara/Foto: Pexels/Kaboompics

Ketika anak mulai bercerita tentang masalahnya, orang tua tidak selalu perlu buru-buru memberikan solusi. Kadang, mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkannya. 

Melansir laman Parents, psikolog klinis Karen Molano, PsyD, menyebut bahwa mendengarkan secara aktif bisa dilakukan dengan mengakui perasaan anak sebelum memberikan saran. Cara ini dapat membuat anak merasa didengar dan dipahami.

Misalnya, saat anak sedang menghadapi masalah di kampus atau di pekerjaan, orang tua bisa bertanya tentang perasaannya terlebih dahulu. Pertanyaan sederhana seperti ini memberi ruang bagi anak untuk bercerita tanpa merasa sedang dihakimi.

2. Menghargai Batasan dan Privasi Anak

Ilustrasi orang tua dan anak dewasa berbincang dengan suasana hangat/Foto: Magnific/zinkevych

Setelah dewasa, anak punya ruang pribadi yang mungkin tidak selalu ingin dibagikan kepada orang tua. Karena itu, memberi kepercayaan juga menjadi salah satu cara menunjukkan bahwa orang tua menghargai kemandiriannya.

Terapis Geena Lovallo-Chiaravalloti, LMFT, menyarankan agar batasan dalam hubungan dibicarakan bersama. Misalnya, orang tua dan anak dapat menyepakati waktu yang nyaman untuk menelepon atau bertemu.

Dengan begitu, kebutuhan keduanya tetap bisa diperhatikan tanpa merasa terlalu diatur. Batasan yang sehat juga bisa membantu hubungan keluarga terasa lebih nyaman dan terhindar dari konflik yang tidak perlu.

3. Menghormati Pilihan Anak

Ilustrasi orang tua memberi dukungan atas pilihan hidup anaknya/Foto: Pexels/RDNE Stock project

Orang tua mungkin sudah punya gambaran tentang masa depan yang dianggap baik untuk anaknya. Mulai dari pilihan karier, tempat tinggal, hingga pasangan hidup, semuanya bisa saja punya ekspektasi tersendiri.

Namun, anak yang sudah dewasa juga punya pertimbangan sendiri dan tujuan yang ingin dicapainya. Menghormati pilihan tersebut bisa membantu mereka merasa dipercaya untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Bukan berarti orang tua harus selalu setuju dengan setiap keputusan anak. Perbedaan pendapat tetap wajar selama tidak berubah menjadi pertengkaran atau keinginan untuk mengatur kehidupan mereka.

Beauties, mungkin ada kalanya pilihanmu tidak selalu sesuai dengan harapan orang tua. Selama bisa saling menghargai, perbedaan itu tetap bisa diterima dalam keluarga.

4. Membuat Agenda Rutin yang Fleksibel

Ilustrasi keluarga yang sedang menikmati waktu bersama/Foto: Magnific/magnific

Anak yang sudah dewasa biasanya punya kesibukan sendiri, entah pekerjaan, pasangan, atau kegiatan lainnya. Jadi, waktu untuk bertemu mungkin tidak bisa sesering dulu.

Meluangkan waktu untuk membuat agenda kecil bersama bisa membantu menjaga kedekatan dengan anak dewasa. Bisa makan bersama, menelepon di akhir pekan, atau sesekali pergi liburan.

Hal yang penting, agenda ini tetap fleksibel dan tidak terasa seperti kewajiban. Jika ada perubahan rencana, tidak perlu dipaksakan agar waktu bersama tetap terasa menyenangkan.

5. Menerima Anak Apa Adanya

Ilustrasi ibu dan anak perempuan dewasa sedang berbincang/Foto: Magnific/teksomolika

Anak yang sudah dewasa tentu tidak lagi sama seperti ketika masih kecil. Cara berpikir, sifat, sampai hal-hal yang mereka sukai bisa berubah seiring bertambahnya usia.

Menurut Jordanne Sculler, LMHC, anak dewasa tetap membutuhkan rasa aman dan dukungan dari orang tua. Namun, dukungan tersebut tetap perlu diberikan dengan menghargai kemandirian dan proses mereka untuk berkembang.

Karena itu, orang tua perlu mengenal anak yang sekarang, bukan terus melihatnya seperti dulu. Beri ruang agar mereka bisa berkembang dan menjadi diri sendiri.

Beauties, punya kesibukan dan kehidupan masing-masing bukan berarti harus semakin jauh. Dengan tetap saling memahami dan memberi ruang, hubungan orang tua dan anak tetap bisa terasa dekat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.