5 Cara Menyembuhkan Inner Child dengan Menjadi "Orang Tua" bagi Diri Sendiri

Tata Triavenza Saputri | Beautynesia
Rabu, 07 Oct 2026 20:30 WIB
3. Lakukan Self-Talk yang Sehat
Melakukan self-talk yang sehat/Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk

Beauties, apa kamu sering merasa cemas, overthinking, atau susah ambil keputusan sendiri? Respons emosional negatif ini sering kali datang dari inner child, yakni bagian dari diri kita yang menyimpan luka masa kecil. Akibat kebutuhan emosional yang sempat terabaikan, luka itu bisa terus terbawa sampai kita dewasa.

Nah, salah satu jalan untuk menyembuhkan inner child adalah dengan melakukan self-reparenting, yaitu proses mandiri untuk jadi "orang tua" yang penuh kasih buat diri kita sendiri. Kamu nggak harus melibatkan orang tua aslimu atau orang lain, karena kamu hanya harus berhadapan dengan diri sendiri. Yuk, intip 5 cara sederhana di bawah ini biar kamu bisa menyembuhkan diri pelan-pelan!

1. Kenali Pola Luka Masa Kecil

Kenali pola luka masa kecil untuk mengetahui akar masalah/Foto: Pexels.com/August de Richelieu

Langkah paling awal adalah menyadari pola emosi yang memengaruhimu saat dewasa. Coba amati reaksimu ketika menghadapi situasi tertentu, Beauties. Misalnya, cara merespon masalah, mengambil keputusan, atau saat berinteraksi dengan orang lain.

Respon negatif datang dari luka inner child yang belum terobati. Misalnya, kamu merasa takut mengambil keputusan, karena dulu nggak pernah diberi ruang untuk memilih. Nah, kemudian kamu bisa mulai melatih diri. Khusus untuk kasus ini, cobalah belajar mengambil keputusan terbaik dari dua atau tiga opsi sederhana.

2. Validasi Emosi

Melakukan validasi emosi pada diri sendiri/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Ketika merasa sedih, marah, atau kecewa, hentikan kebiasaan untuk pura-pura baik-baik saja. Sebab, self-reparenting adalah tentang memberikan ruang aman buat merangkul semua perasaanmu tanpa takut dihakimi.

Dengarkan isi hatimu sendiri seperti sosok orang tua penyabar yang sedang menampung curhatan anaknya. Boleh kok kalau kamu merasa nggak baik-baik saja, dan kamu sama sekali nggak perlu merasa bersalah atas emosi itu.

3. Lakukan Self-Talk yang Sehat

Melakukan self-talk yang sehat/Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk

Coba ingat-ingat lagi, bagaimana sih cara kamu ngobrol sama diri sendiri? Kalau selama ini kamu sering menyalahkan diri sendiri, sekarang saatnya mengubah gaya bicaramu jadi lebih suportif.

Ubah inner critic yang galak menjadi inner mentor yang objektif dan bijak. Bukan berarti terlalu membela diri, tapi ganti caci maki dengan pemikiran bahwa kamu sedang belajar, mengevaluasi letak salahnya, lalu memperbaikinya pelan-pelan.

4. Penuhi Kebutuhan Fisik dan Emosional

Memenuhi kebutuhan fisik dengan makanan favorit/Foto: Pexels.com/Gustavo Fring

Bentuk self-love paling nyata sebenarnya sesederhana merawat kebutuhan dasar. Mulai dari tidur cukup, makan makanan sehat, sampai menyediakan me time buat melakukan hal yang kamu suka.

Rutinitas ini menjadi bentuk self-reparenting sederhana untuk menegaskan bahwa kamu berharga. Saat kebutuhan fisik dan mental terpenuhi, inner child di dalam dirimu bakal merasa jauh lebih aman dan terlindungi.

5. Membatasi Interaksi dengan Lingkungan Toksik

Menjauhi lingkungan toxic demi kesehatan mental/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Nggak cuma merawat dari dalam, kamu juga harus memasang boundaries dari dunia luar. Ini saatnya kamu berani menjauh atau membatasi interaksi dari lingkungan yang bikin energimu terkuras habis.

Membatasi kontak dengan lingkungan yang terus-menerus memicu luka lama bukan tindakan egois. Ini adalah bentuk ketegasan demi menjaga safe space yang sedang kamu bangun.

Self-reparenting itu perjalanan panjang, jadi nikmati setiap prosesnya. Semoga kamu bisa punya ruang aman buat dirimu sendiri ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.