5 Ciri Kepribadian Orang yang Jago Multitasking, Kamu Termasuk?

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Minggu, 01 Nov 2026 15:00 WIB
Cepat Menyerap dan Memahami Informasi
Cepat Memahami Informasi/Foto: Magnific

Ciri kepribadian orang yang jago multitasking sering terlihat saat seseorang harus menyelesaikan beberapa tanggung jawab dalam waktu berdekatan. Mereka bisa menghadapi perubahan situasi, memilah informasi penting, dan menentukan hal yang perlu dikerjakan terlebih dahulu.

Meski begitu, jago multitasking bukan berarti harus melakukan semua hal secara bersamaan. Justru, orang yang terampil mengelola banyak tugas biasanya tahu kapan harus membagi perhatian dan kapan perlu fokus pada satu pekerjaan. Penasaran seperti apa ciri-cirinya? Yuk, simak pembahasannya dilansir dari Best Life Online!

Tetap Tenang saat Berada di Bawah Tekanan

Tetap Tenang di Bawah Tekanan/Foto: Magnific

Ketika pekerjaan menumpuk dan tenggat waktu semakin dekat, sebagian orang mungkin langsung merasa kewalahan. Namun, orang yang bisa multitasking dengan baik cenderung mampu menjaga ketenangan dan melihat situasi secara lebih terarah. Mereka berusaha memahami masalah, menentukan langkah yang paling mendesak, lalu bergerak tanpa membuang terlalu banyak waktu.

Kemampuan mengambil keputusan dengan cepat juga membantu mereka menghadapi situasi yang tidak terduga. Misalnya, saat harus menyelesaikan laporan sambil menangani permintaan mendadak dari rekan kerja. Alih-alih terpaku pada tekanan, mereka mencoba menyesuaikan rencana agar pekerjaan tetap berjalan.

Cepat Menyerap dan Memahami Informasi

Cepat Memahami Informasi/Foto: Magnific

Pernah bertemu seseorang yang cepat memahami arahan meskipun informasi yang diberikan cukup banyak? Kemampuan seperti ini bisa membantu seseorang mengelola beberapa tanggung jawab sekaligus. Mereka cenderung segera menangkap inti pembicaraan, mengenali informasi yang relevan, dan mengelompokkannya berdasarkan kebutuhan.

Contohnya, ketika menerima beberapa instruksi dalam rapat, mereka bisa mencatat poin utama tanpa harus mengingat setiap kalimat secara persis. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menentukan pekerjaan yang perlu diselesaikan lebih dahulu. Namun, kecepatan memahami informasi tetap perlu diimbangi ketelitian agar tidak ada detail penting yang terlewat.

Tidak Mudah Teralihkan oleh Gangguan Kecil

Fokus Tak Gampang Teralihkan/Foto: Magnific

Suasana kantor yang ramai, obrolan rekan kerja, atau notifikasi ponsel bisa mengganggu konsentrasi. Namun, orang dengan kemampuan mengatur perhatian yang baik cenderung lebih mampu mengabaikan gangguan yang tidak relevan. Mereka tahu kapan perlu merespons sesuatu dan kapan sebaiknya menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu.

Misalnya, saat sedang mengerjakan laporan, mereka tidak langsung membuka setiap notifikasi yang muncul. Mereka bisa menyelesaikan bagian pekerjaan yang sedang dikerjakan sebelum beralih ke pesan lain. Kebiasaan ini membantu menjaga alur kerja sekaligus mengurangi waktu yang terbuang karena terlalu sering berpindah fokus.

Tidak Selalu Mengerjakan Banyak Hal Sekaligus

Tak Harus Mengerjakan Banyak Hal/Foto: Magnific

Kedengarannya bertolak belakang, ya, Beauties? Namun, orang yang terampil mengelola banyak pekerjaan belum tentu selalu mengerjakannya secara bersamaan. Mereka justru memahami bahwa beberapa tugas membutuhkan perhatian penuh sehingga lebih baik diselesaikan satu per satu.

Contohnya, saat menyusun presentasi penting, mereka mungkin memilih menonaktifkan notifikasi ponsel agar tidak terus terganggu. Setelah pekerjaan tersebut selesai, barulah mereka membalas pesan atau melanjutkan tugas lain. Strategi ini membantu menjaga kualitas hasil kerja, sebab berpindah-pindah tugas terlalu sering justru bisa meningkatkan risiko kesalahan.

Mampu Mengelola Emosi saat Pekerjaan Menumpuk

Mampu Mengelola Emosi/Foto: Magnific

Saat banyak pekerjaan datang bersamaan, rasa kesal, cemas, atau frustrasi bisa muncul. Orang yang mampu mengelola emosinya berusaha mengenali perasaan tersebut tanpa membiarkannya mengambil alih seluruh perhatian. Dengan begitu, mereka bisa tetap mempertimbangkan langkah yang tepat dan berkomunikasi dengan rekan kerja secara lebih baik.

Psikolog Daphne Bavelier menjelaskan dalam Psychology Today bahwa ketika sumber daya kognitif seseorang terbebani oleh perasaan, efisiensi kerja dapat menurun. Artinya, mengelola emosi dapat membantu seseorang mempertahankan fokus saat menghadapi tuntutan pekerjaan. Meski begitu, mengendalikan emosi bukan berarti harus memendam perasaan, melainkan memahami dan meresponnya dengan cara yang sehat.

Beauties, kelima ciri di atas dapat membantu kamu mengenali kebiasaan orang yang terampil mengelola banyak tanggung jawab. Namun, perlu diingat bahwa multitasking bukan satu-satunya ukuran produktivitas. 

Tidak semua tugas cocok dikerjakan bersamaan, dan memaksakan diri membagi perhatian justru bisa membuat pekerjaan lebih lambat atau rentan kesalahan. Jadi, kuncinya bukan melakukan semuanya sekaligus, melainkan mengetahui prioritas, menjaga fokus, dan menggunakan energi dengan bijak.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.