Kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT adalah masalah serius yang sering terjadi diam-diam, di balik pintu rumah yang tertutup. Sebagian besar perempuan yang mungkin pernah atau sedang mengalaminya, memilih diam karena takut, malu, atau merasa tidak punya pilihan lain. Padahal, KDRT bukan sekadar masalah pribadi, ini adalah bentuk pelanggaran hak dan kemanusiaan.
KDRT tidak selalu berbentuk pukulan atau kekerasan fisik. Ia bisa hadir dalam banyak wajah, seperti kata-kata yang menyakitkan, kontrol berlebihan, ancaman, hingga tindakan yang membuat korban merasa tidak aman secara mental, emosional, maupun ekonomi. Sayangnya, banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat, karena kekerasan sering datang secara perlahan dan terselubung.
Melansir dari Silvermist, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bukan hanya persoalan pertengkaran atau kemarahan sesaat. Bagi banyak perempuan, kekerasan, baik fisik, verbal, emosional, maupun finansial, meninggalkan bekas yang jauh lebih dalam daripada yang tampak di permukaan.
Luka fisik mungkin bisa sembuh, tetapi luka batin bisa menetap bertahun-tahun, bahkan seumur hidup. Memahami efek jangka panjang KDRT sangat penting. Tidak hanya untuk mengenali tanda-tandanya, tapi juga sebagai langkah awal untuk melindungi diri dan membangun kehidupan yang sehat dan aman. Yuk, simak selengkapnya di sini.