5 Film tentang Female Rage, dari Amarah hingga Keinginan untuk Melawan

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Senin, 02 Nov 2026 11:30 WIB
3. Women Talking (2022)
Women Talking (2022)/Foto: imdb.com

Amarah perempuan kerap digambarkan sebagai sesuatu yang harus diredam. Padahal, rasa marah juga bisa menjadi respons terhadap ketidakadilan, kehilangan, dan situasi yang membuat seseorang merasa tidak memiliki pilihan.

Dalam berbagai bentuk seni, emosi ini dikenal dengan istilah female rage, yaitu penggambaran amarah perempuan yang muncul dari pengalaman dan tekanan yang mereka hadapi. Bentuknya beragam, mulai dari keinginan membalas dendam hingga keberanian menentang aturan yang membatasi hidup mereka. Kalau Beauties tertarik melihat berbagai bentuk amarah dan perlawanan perempuan, berikut lima film yang bisa masuk daftar tontonanmu!

1. Promising Young Woman (2020)

Promising Young Woman (2020)/Foto: imdb.com

Film garapan Emerald Fennell ini mengikuti Cassie Thomas (Carey Mulligan), mantan mahasiswa kedokteran yang kehidupannya berubah setelah sebuah peristiwa traumatis menimpa sahabatnya. Sejak saat itu, Cassie berusaha menghadapi pria yang ia anggap memanfaatkan perempuan rentan.

Amarah Cassie tidak hanya tertuju pada pelaku, tetapi juga pada lingkungan yang cenderung memaklumi perilaku mereka. Melalui perpaduan thriller dan komedi gelap, Promising Young Woman memperlihatkan sisi berbahaya dari keinginan membalas dendam sekaligus mempertanyakan siapa yang mendapat perlindungan ketika kekerasan terhadap perempuan terjadi.

2. Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)/Foto: imdb.com

Dalam film karya Martin McDonagh ini, Frances McDormand memerankan Mildred Hayes, seorang ibu yang masih berduka setelah putrinya dibunuh. Berbulan-bulan berlalu tanpa tersangka yang ditangkap yang membuat Mildred menyewa tiga papan iklan untuk mengkritik kepala polisi setempat secara terbuka.

Tindakannya memicu ketegangan dengan aparat dan masyarakat. Amarah Mildred berakar pada kehilangan dan frustrasi yang tak kunjung menemukan jalan keluar. Hal yang bisa diperhatikan dari penggambaran female rage dalam seni adalah, sebagai protagonis, tindakan mereka tidak selalu benar. Kisahnya menunjukkan bagaimana duka dapat berubah menjadi perlawanan, sekaligus memengaruhi cara seseorang memperlakukan orang lain. Atas perannya ini, Frances McDormand berhasil membawa pulang penghargaan Best Actress di Oscar pada 2018.

3. Women Talking (2022)

Women Talking (2022)/Foto: imdb.com

Film garapan Sarah Polley ini mengikuti sekelompok perempuan dari komunitas religius, koloni Mennonite, di tahun 2010, yang harus menentukan langkah setelah mengetahui bahwa mereka dan anak-anak mereka menjadi korban kekerasan seksual. Mereka berkumpul untuk membahas pilihan yang tersedia: tetap tinggal dan memperjuangkan perubahan, atau pergi demi keselamatan dan masa depan anak-anak mereka. Percakapan itu mempertemukan berbagai pandangan, ketakutan, dan harapan.

Dalam Women Talking, female rage tidak diwujudkan melalui balas dendam, melainkan keberanian mempertanyakan aturan yang selama ini mereka patuhi. Film ini memperlihatkan bahwa perlawanan juga bisa dimulai ketika perempuan saling mendengarkan dan mengambil keputusan bersama. Film yang dibintangi oleh Rooney Mara, Claire Foy Jessie Buckley, hingga Judith Ivey ini berhasil membawa pulang penghargaan Oscar untuk Best Adapted Screenplay pada 2023.

4. Mustang (2015)

Mustang (2015)/Foto: imdb.com

Film karya Deniz Gamze Ergüven ini bercerita tentang lima saudara perempuan (GüneÅŸ Åžensoy, DoÄŸa DoÄŸuÅŸlu, Elit İşcan, TuÄŸba SunguroÄŸlu, dan İlayda AkdoÄŸan), yang tinggal bersama nenek dan paman mereka di sebuah desa di Turki.

Setelah sebuah kejadian sepulang sekolah dianggap tidak pantas oleh lingkungan sekitar, kehidupan mereka berubah. Rumah mereka perlahan menjadi tempat penuh larangan, sementara mereka mulai dihadapkan pada rencana pernikahan yang tidak sepenuhnya mereka inginkan.

Di tengah pembatasan tersebut, kelima saudara ini berusaha mempertahankan kebebasan dan menentukan masa depan sendiri. Perlawanan mereka muncul melalui usaha untuk tetap bersama, mencari kesempatan keluar, dan menolak aturan yang mengekang. Mustang menunjukkan bagaimana solidaritas dan ikatan antara saudara perempuan mampu menjadi kekuatan untuk menghadapi kontrol sosial terhadap perempuan.

5. The Woman King (2022)

The Woman King (2022)/Foto: imbd.com

Dibintangi Viola Davis sebagai Jenderal Nanisca, The Woman King berlatar Kerajaan Dahomey di Afrika Barat pada abad ke-19 (tahun 1820-an). Ceritanya mengikuti Agojie, satuan prajurit perempuan yang bertugas melindungi kerajaan ketika mereka menghadapi ancaman terhadap masyarakatnya.

Sebagai pemimpin, Nanisca tidak hanya memimpin pertempuran, tetapi juga melatih generasi prajurit berikutnya dan menghadapi berbagai persoalan di dalam maupun di luar kerajaan. Ketegasan dan keberaniannya memperlihatkan perempuan sebagai pengambil keputusan yang aktif menentukan nasib komunitasnya. Melalui aksi dan perjuangan bersenjata, film ini menunjukkan bahwa perlawanan juga melibatkan tanggung jawab, pengorbanan, dan pilihan sulit. 

Melalui film-film ini, kita menemukan perempuan yang menuntut keadilan, menghadapi kehilangan, atau melawan aturan bersama-sama demi kebebasan mereka. Namun, begitulah bentuk amarah perempuan, tidak memiliki satu bentuk yang seragam. 

Amarah dalam cerita-cerita tersebut tidak selalu menghasilkan keputusan yang benar atau akhir yang bahagia. Tetapi, film-film ini mengajak kita melihat bahwa di balik kemarahan perempuan bisa terdapat pengalaman dan ketidakadilan yang selama ini tidak mendapat perhatian.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE