5 Hal yang Langsung Dinilai Orang Lain saat Pertama Kali Bertemu

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Jumat, 02 Oct 2026 22:00 WIB
4. Cara Berbicara dan Nada Suara
Cara berbicara dan nada suara/ Foto: Pexels.com/ George Milton

Beauties, bertemu dengan orang baru terkadang bisa membuat kita merasa sedikit gugup. Apalagi jika pertemuan tersebut terjadi dalam situasi penting, seperti wawancara kerja, acara profesional, bertemu teman baru, atau bahkan saat berkenalan dengan seseorang untuk pertama kalinya.

Tanpa disadari, orang lain dapat membentuk kesan awal tentang diri kita melalui berbagai hal yang terlihat dan terdengar dalam sebuah interaksi. Mulai dari penampilan, ekspresi wajah, bahasa tubuh, hingga cara seseorang berbicara dapat menjadi bagian dari informasi yang diperhatikan sejak pertama bertemu.

Kesan awal tersebut dapat terbentuk dengan cepat. Namun, bukan berarti penilaian yang muncul saat pertama kali bertemu selalu menggambarkan kepribadian seseorang secara keseluruhan. Persepsi awal dapat berubah setelah seseorang mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk mengenal kita.

Dilansir dari SheBudgets dan Medium, terdapat beberapa aspek yang dapat memengaruhi cara seseorang dinilai ketika bertemu orang lain untuk pertama kalinya. Lantas, apa saja hal yang dinilai orang lain saat pertama kali bertemu? Yuk, simak selengkapnya!

1. Penampilan dan Kerapian

Penampilan dan kerapian/ Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Beauties, sebelum percakapan dimulai, penampilan menjadi salah satu hal yang paling mudah diperhatikan. Pakaian, rambut, kebersihan diri, hingga keseluruhan penampilan dapat menjadi bagian dari kesan awal yang terbentuk ketika seseorang melihat kita.

Pakaian dan penampilan termasuk aspek yang dapat memengaruhi penilaian seseorang dalam beberapa detik pertama. Cara seseorang berpakaian juga dapat memberikan konteks mengenai situasi yang sedang dihadapi, misalnya apakah ia datang ke acara formal, santai, atau profesional.

Karena itu, salah satu hal yang dinilai ketika pertama kali bertemu adalah apakah penampilan seseorang terlihat sesuai dengan situasi. Misalnya, mengenakan pakaian yang rapi ketika menghadiri wawancara kerja dapat memberikan kesan bahwa seseorang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi situasi tersebut.

Namun, bukan berarti penampilan harus selalu mahal atau mengikuti tren tertentu. Kerapian dan kesesuaian dengan situasi lebih relevan daripada menggunakan barang bermerek. Selain itu, kesan yang muncul dari penampilan tetap merupakan persepsi awal dan belum cukup untuk menggambarkan karakter seseorang secara keseluruhan.

2. Bahasa Tubuh dan Postur

Bahasa tubuh dan postur/ Foto: Pexels.com/ Artem Podrez

Selain penampilan, bahasa tubuh juga dapat menjadi hal yang dinilai ketika seseorang bertemu dengan orang baru. Cara berdiri, posisi tubuh, gerakan tangan, hingga bagaimana seseorang membawa dirinya selama percakapan dapat memberikan informasi nonverbal kepada lawan bicara. Bahasa tubuh yang terbuka dan postur tubuh yang tegap terkadang dapat memberikan kesan percaya diri. Sebaliknya, gerakan yang terlihat tertutup atau tubuh yang terus membungkuk dapat ditafsirkan berbeda oleh orang lain.

Namun, penafsiran terhadap bahasa tubuh tidak selalu sederhana. Seseorang yang terlihat gugup ketika pertama kali bertemu belum tentu merupakan pribadi yang tidak percaya diri. Bisa saja ia hanya membutuhkan waktu untuk merasa nyaman dengan lingkungan atau orang yang baru ditemuinya.

Karena itu, tidak perlu terlalu memikirkan setiap gerakan tubuh ketika bertemu orang baru. Cukup berusaha menunjukkan bahasa tubuh yang nyaman dan natural. Cara seseorang membawa diri memang dapat memengaruhi kesan awal, tetapi tetap bukan satu-satunya dasar untuk mengenal kepribadian seseorang.

3. Ekspresi Wajah

Ekspresi wajah/ Foto: Pexels.com/ George Milton

Pernah tidak, Beauties, kamu langsung merasa seseorang terlihat ramah hanya karena ia tersenyum ketika menyapamu? Hal sederhana seperti ekspresi wajah ternyata dapat menjadi bagian dari kesan yang muncul sejak pertama bertemu.

Ekspresi wajah menjadi salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang mudah diperhatikan. Senyum, tatapan, hingga ekspresi ketika mendengarkan orang lain dapat memberikan kesan tertentu. Ekspresi wajah sebagai salah satu aspek yang dapat memengaruhi bagaimana seseorang dipersepsikan dalam interaksi awal.

Misalnya, seseorang yang tersenyum dan memberikan respons ketika diajak berbicara dapat dianggap lebih mudah didekati. Sebaliknya, ekspresi yang terlihat sangat serius atau minim respons mungkin dapat membuat orang lain memiliki persepsi berbeda.

Meski begitu, Beauties tidak perlu memaksakan diri untuk selalu tersenyum ketika pertama kali bertemu seseorang. Ekspresi wajah juga dipengaruhi oleh situasi dan kondisi masing-masing individu. Yang lebih penting adalah memberikan respons yang sesuai dan menunjukkan perhatian ketika sedang berinteraksi.

4. Cara Berbicara dan Nada Suara

Cara berbicara dan nada suara/ Foto: Pexels.com/ George Milton

Setelah percakapan dimulai, cara seseorang berbicara menjadi salah satu hal yang dinilai oleh lawan bicara. Bukan hanya isi pembicaraan, tetapi juga bagaimana seseorang menyampaikan perkataannya. Nada suara, kecepatan berbicara, serta kejelasan ucapan dapat memengaruhi persepsi seseorang dalam interaksi awal. Cara berbicara yang terdengar jelas dan mudah dipahami dapat memberikan kesan tertentu kepada lawan bicara.

Sementara itu, gaya berbicara juga dapat menjadi bagian dari penilaian ketika pertama kali bertemu. Seseorang yang berbicara terlalu cepat, misalnya, dapat dipersepsikan berbeda dibandingkan orang yang berbicara dengan tempo lebih tenang. Namun, persepsi tersebut tetap bergantung pada konteks dan pengalaman masing-masing pendengar.

Oleh karena itu, kamu tidak perlu mengubah gaya bicara hanya untuk menciptakan kesan tertentu. Berbicara dengan jelas, mendengarkan lawan bicara, dan menyesuaikan cara berkomunikasi dengan situasi sudah dapat membantu menciptakan interaksi yang lebih nyaman.

5. Kontak Mata dan Cara Memperlakukan Orang Lain

Kontak mata dan cara memperlakukan orang lain/ Foto: Pexels.com/ George Milton

Beauties, kontak mata juga dapat menjadi salah satu hal yang dinilai ketika bertemu seseorang untuk pertama kalinya. Saat sedang berbicara, tatapan mata dapat menunjukkan bahwa seseorang memperhatikan lawan bicaranya. Kontak mata dapat memengaruhi persepsi dalam interaksi awal. Kontak mata yang sesuai dapat memberikan kesan bahwa seseorang memperhatikan percakapan. Namun, terlalu sedikit maupun terlalu intens melakukan kontak mata juga dapat membuat interaksi terasa berbeda.

Selain kontak mata, cara seseorang memperlakukan orang lain juga dapat diamati sejak pertama bertemu. Misalnya, bagaimana ia berbicara kepada orang yang baru dikenalnya, memberikan respons ketika orang lain berbicara, atau memperlakukan pekerja layanan. Sikap sopan dan menghargai orang lain dapat menjadi bagian dari kesan yang muncul selama interaksi. Saira Saira melalui Medium juga membahas bagaimana perilaku seseorang terhadap orang lain dapat menjadi bagian dari penilaian ketika orang tersebut diamati dalam situasi sosial.

Namun, sama seperti aspek lainnya, satu interaksi tidak cukup untuk menggambarkan kepribadian seseorang secara utuh. Orang yang terlihat pendiam atau canggung saat pertama kali bertemu bisa saja menunjukkan sisi yang berbeda setelah merasa lebih nyaman.

Beauties, beberapa hal yang dinilai ketika pertama kali bertemu dapat muncul melalui informasi sederhana yang terlihat dalam sebuah interaksi. Meski kesan awal dapat terbentuk dengan cepat, bukan berarti penilaian tersebut selalu benar.

Seseorang bisa saja terlihat gugup pada pertemuan pertama, tetapi sebenarnya sangat percaya diri ketika sudah merasa nyaman. Begitu pula dengan orang yang terlihat pendiam belum tentu tidak suka bersosialisasi. Karena itu, sejak pertama bertemu, kita memang dapat membentuk persepsi tertentu terhadap seseorang, tetapi sebaiknya tidak langsung menganggap persepsi tersebut sebagai gambaran kepribadiannya. Mengenal seseorang membutuhkan lebih banyak interaksi, waktu, dan pengalaman bersama.

Pada akhirnya, hal yang dinilai orang lain ketika pertama kali bertemu merupakan bagian dari proses terbentuknya kesan awal. Namun, bagaimana seseorang bersikap secara konsisten setelah pertemuan pertama tetap menjadi bagian penting dalam memahami dirinya secara lebih menyeluruh.

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE