5 Hal yang Tanpa Disadari Bisa Memunculkan Aura Negatif

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 04 Nov 2026 09:00 WIB
2. Terlalu Sering Meminta Maaf
Terlalu sering meminta maaf/ Foto: Magnific.com/Azerbaijan_stockers

Pernahkah kamu bertemu seseorang yang sebenarnya tidak berkata kasar atau melakukan sesuatu yang terang-terangan menyebalkan, tetapi entah mengapa kehadirannya terasa kurang menyenangkan? Kesan seperti ini terkadang muncul bukan karena penampilan atau hal besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali.

Ironisnya, seseorang mungkin tidak menyadari bahwa sikapnya bisa membuat orang lain merasa canggung, tidak dihargai, atau bahkan salah paham. Bukan berarti kebiasaan tersebut otomatis menunjukkan karakter buruk, tetapi ada baiknya kita lebih peka terhadap cara membawa diri, Beauties. Dilansir dari Your Tango, berikut ini hal-hal yang tanpa disadari bisa memunculkan aura negatif!  

1. Kurang Melakukan Kontak Mata

Kurang melakukan kontak mata/ Foto: Magnific.com/katemangostar

Saat seseorang sedang bercerita, sesekali menatap matanya bisa menjadi bentuk sederhana bahwa kamu benar-benar menyimak. Kontak mata membantu menciptakan hubungan yang lebih dekat dan membuat percakapan terasa lebih personal. 

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menemukan bahwa orang cenderung lebih mempercayai pernyataan seseorang ketika orang tersebut melakukan kontak mata langsung saat berbicara. Namun, bagi sebagian orang, kontak mata secara langsung mungkin memang terasa sulit atau menimbulkan perasaan gugup. 

Kamu bisa menyiasatinya dengan menatap dahi lawan bicara, sesekali memberikan respons, atau menunjukkan perhatian melalui bahasa tubuh. Dengan begitu, orang lain tetap merasa dihargai tanpa harus membuat interaksi terasa kaku.

2. Terlalu Sering Meminta Maaf

Terlalu sering meminta maaf/ Foto: Magnific.com/Azerbaijan_stockers

Pernahkah kamu mengucapkan maaf hanya karena ingin bertanya, menyampaikan pendapat, atau sekadar meminta bantuan kecil? Jika dilakukan sesekali, mungkin tidak menjadi masalah. Namun, ketika hampir setiap perkataan diawali dengan permintaan maaf, kebiasaan ini bisa membuat orang lain menangkap kesan bahwa kamu terlalu takut mengganggu atau selalu merasa bersalah. Padahal, tidak semua situasi membutuhkan permintaan maaf.

Terapis perilaku kognitif Joanna Hardis menjelaskan, "Hanya karena Anda merasa cemas bukan berarti Anda melakukan sesuatu yang salah yang membutuhkan permintaan maaf." Artinya, kamu perlu membedakan antara benar-benar melakukan kesalahan dan sekadar merasa tidak enak kepada orang lain. 

Jika memang bersalah, jangan ragu meminta maaf. Namun, jika hanya ingin menyampaikan kebutuhan atau pendapat, kamu bisa mengatakannya dengan lebih lugas tanpa harus terus-menerus merasa bersalah.

3. Terlalu Mengandalkan Humor Sarkastik

Melakukan humor sarkastik/ Foto: Magnific.com/magnific

Setiap orang memiliki gaya humor yang berbeda. Ada yang senang melontarkan candaan spontan, ada pula yang lebih menyukai humor sarkastik. Masalahnya, tidak semua orang bisa menangkap maksud di balik candaan tersebut. Komentar yang menurutmu lucu bisa saja terdengar menyakitkan bagi orang lain, terutama jika menyentuh kekurangan fisik, kemampuan, atau hal pribadi yang sensitif.

Konselor kesehatan mental berlisensi Anthony Smith menjelaskan bahwa sebagian orang menggunakan sarkasme sebagai pendekatan komunikasi ketika takut mengungkapkan emosi atau menghadapi konfrontasi secara langsung. Akibatnya, sindiran justru menjadi pengganti komunikasi yang jujur. 

Karena itu, Beauties perlu memperhatikan situasi dan lawan bicara sebelum melontarkan candaan. Humor seharusnya membuat suasana lebih menyenangkan, bukan membuat orang lain terus menebak apakah dirinya sedang dijadikan bahan lelucon.

4. Tidak Memahami Batasan Ruang Pribadi

Tidak memahami batasan ruang pribadi/ Foto: Magnific.com/dc studio

Bayangkan ketika sedang mengantre, lalu seseorang berdiri terlalu dekat hingga membuatmu merasa tidak leluasa bergerak. Situasi sederhana seperti ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan, meskipun orang tersebut mungkin tidak bermaksud mengganggu. 

Hal serupa juga bisa terjadi ketika berbicara, misalnya berdiri terlalu dekat dengan lawan bicara atau terus mendekat ketika orang tersebut sudah berusaha menjaga jarak. Setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda dalam berinteraksi. Karena itu, penting untuk memperhatikan bahasa tubuh dan respons orang lain. 

Jika lawan bicara terlihat mundur, menggeser posisi, atau tampak tidak nyaman, cobalah beri sedikit ruang. Kebiasaan menghargai jarak pribadi menunjukkan bahwa kamu peka terhadap kebutuhan orang lain dan tidak memaksakan kenyamanan sendiri.

5. Memberikan Terlalu Banyak Pujian

Memberikan terlalu banyak pujian/ Foto: Magnific.com/mego-studio

Memberikan pujian memang menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan baik ya, Beauties. Namun, jika kamu terus-menerus memuji hampir semua hal yang dilakukan seseorang, orang lain bisa mulai mempertanyakan ketulusanmu. Apalagi jika pujian terdengar terlalu berlebihan atau selalu diberikan ketika kamu sedang membutuhkan sesuatu. Alih-alih merasa dihargai, mereka mungkin justru merasa sedang berusaha diambil hatinya.

Psikolog klinis Leon F. Seltzer, PhD, menjelaskan, "Sebagian besar dari kita berkembang karena pujian dan sanjungan justru karena hal itu dapat membangkitkan semangat kita, menghangatkan hati kita, dan meredakan ketakutan serta keraguan diri yang lama. Tetapi pujian juga memiliki sisi gelapnya. Jauh lebih dari yang biasanya kita sadari, pujian dapat menjadi semacam suap verbal, yang ditawarkan terutama untuk melayani kepentingan orang yang menawarkannya." 

Karena itu, berikan pujian ketika memang ada sesuatu yang layak diapresiasi. Pujian yang spesifik, jujur, dan tidak berlebihan biasanya terasa jauh lebih tulus.

Jadi, itulah hal-hal yang tanpa disadari bisa memunculkan aura negatif. Pada akhirnya, kesan yang kita berikan kepada orang lain tidak hanya terbentuk dari penampilan atau kata-kata, tetapi juga dari perilaku yang terlihat dari sejumlah kebiasaan kecil. Nah, dari lima hal di atas, Beauties, adakah kebiasaan yang ternyata masih sering kamu lakukan?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.