Kamu tentu sudah tahu jika setiap orang memiliki bahasa cinta sebagai cara mengungkapkan dan menerima cinta. Tapi, tahukah kamu bahwa kita juga memiliki bahasa permintaan maaf?
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meminta maaf seperti mengungkapkan penyesalan, menerima tanggung jawab, membuat restitusi, bertobat, atau meminta ampun. Kamu bahkan bisa memiliki beberapa bahasa permintaan maaf ini tergantung situasinya.
Melansir dari Collective World, ada 5 cara untuk meminta maaf yang bisa kamu ungkapkan kepada pasangan atau orang lain.
Mengekspresikan Penyesalan
Penyesalan/Foto: Freepik/jcomp |
Apakah kamu ingin seseorang mengakui luka yang mereka sebabkan dan menyatakan dengan tulus jika mereka menyesalinya? Atau apakah kamu ingin merasa diakui dalam emosimu?
Maka kemungkinan bahasa permintaan maaf kamu adalah mengekspresikan penyesalan. Cara ini adalah bentuk ucapan “saya minta maaf” secara eksplisit. Beberapa orang membiarkan harga dirinya mengambil kendali dan kesulitan mengucapkan kata-kata “maafkan saya.”
Menerima Tanggung Jawab
Ilustrasi/Foto: Freepik/Racool_studio |
Bahasa permintaan maaf selanjutnya adalah ketika seseorang dengan sungguh-sungguh mengakui bahwa dirinya salah dalam bertindak. Mereka meminta maaf dengan mengakui “saya salah” tanpa membuat alasan.
Jika kamu ingin seseorang mengenali dan bertanggung jawab atas luka yang mereka sebabkan, ini mungkin termasuk bahasa permintaan maaf yang kamu miliki.
Membuat Restitusi
Ilustrasi/Foto: Freepik/yanalya |
Restitusi adalah tentang menebus kesalahan. Hal ini berkaitan dengan memperbaiki situasi dan berbaikan dengan seseorang. Alih-alih hanya meminta maaf dan merasa bersalah, mereka yang bersalah akan menawarkan sesuatu untuk menggantikan ketidaknyamanan itu. Seseorang yang merusak kepercayaan orang lain akan membuktikan betapa menyesalnya dan ingin memperbaikinya secara nyata.