5 Kalimat Orang yang Ingin Terlihat Pintar di Tempat Kerja

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Senin, 05 Oct 2026 16:30 WIB
“Kita sedang mendorong batas kemampuan”
Selalu Bilang untuk Mendorong Batas Kemampuan/Foto: Magnific

Beauties, pernah dengar seseorang bicara saat rapat dan menggunakan istilah yang terdengar begitu pintar? Sekilas memang meyakinkan. Tapi setelah dipikir lagi, kamu malah bertanya-tanya, “Sebenarnya maksudnya apa?”

Di tempat kerja, cara berbicara memang bisa mempengaruhi bagaimana seseorang dipandang. Namun, menggunakan istilah yang terdengar rumit tidak selalu membuat pesan menjadi lebih pintar. Justru, komunikasi yang jelas dan langsung biasanya lebih mudah dipahami oleh semua orang.

Beberapa kalimat berikut sering digunakan untuk memberikan kesan profesional. Padahal, kalau tidak disertai penjelasan yang konkret, maknanya bisa terasa kosong. Yuk, cek apakah kamu pernah mendengar kalimat-kalimat ini dilansir dari Your Tango!

“Mari kita bedah masalah ini”

Mengajak Membedah Masalah/Foto: Magnific

Kalimat “mari kita bedah masalah ini” biasanya digunakan ketika seseorang ingin mengajak tim melihat sebuah persoalan secara lebih mendalam. Kedengarannya cukup meyakinkan, tetapi masalah muncul ketika kalimat tersebut hanya berhenti sebagai pembuka diskusi.

Misalnya, sebuah proyek mengalami masalah. Seseorang mengatakan, “Mari kita bedah masalah ini,” kemudian membicarakan siapa yang terlibat, bagaimana masalah tersebut terjadi, dan apa saja penyebabnya. Namun, setelah itu tidak ada langkah untuk memperbaikinya.

Kalau ingin terdengar lebih jelas, langsung katakan tujuan pembahasannya. Misalnya, “Mari kita cari tahu penyebab masalah ini supaya kita bisa menentukan cara agar tidak terulang lagi.” Lebih sederhana, tetapi semua orang langsung memahami apa yang harus dicari.

“Targetnya terus berubah”

Menyalahkan Target yang Terus Berubah/Foto: Magnific

Kalimat ini biasanya muncul ketika seseorang merasa standar atau target yang diberikan kepadanya terus berubah. Dalam situasi tertentu, memang bisa saja terjadi perubahan target di tengah pekerjaan.

Namun, kalimat tersebut bisa menjadi tidak jelas jika hanya digunakan untuk menyanggah pendapat tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya berubah. Apalagi jika pembicaraan sedang membahas hasil pekerjaan atau tanggung jawab seseorang.

Daripada sekadar mengatakan, “Targetnya terus berubah,” lebih baik jelaskan bagian yang ingin dibahas. Contohnya, “Untuk saat ini, mari kita fokus menyelesaikan target A terlebih dahulu. Kalau ada target tambahan, kita bisa menentukan prioritasnya setelah ini.”

Dengan begitu, pembicaraan tidak berubah menjadi saling menyalahkan dan tim bisa kembali fokus pada hal yang perlu dikerjakan.

“Secara teori, ini seharusnya berhasil”

Terlalu Yakin dengan Teori/Foto: Magnific

Pernah mendengar kalimat ini saat seseorang sedang mempresentasikan sebuah ide? “Secara teori, ini seharusnya berhasil.”

Kalimat tersebut sebenarnya tidak selalu salah. Sebuah ide memang bisa terlihat masuk akal berdasarkan perhitungan atau konsep yang sudah dibuat. Namun, masalahnya adalah ketika seseorang hanya bisa menjelaskan bahwa idenya seharusnya berhasil tanpa tahu bagaimana cara menjalankannya.

Sebuah rencana yang bagus bukan hanya harus terlihat masuk akal di atas kertas. Kita juga perlu memahami bagaimana penerapannya, apa saja yang dibutuhkan, dan masalah apa yang mungkin muncul.

Jadi, daripada berhenti pada “secara teori, ini seharusnya berhasil,” coba jelaskan alasannya. Misalnya, “Rencana ini bisa diterapkan karena kita sudah punya sumber daya yang dibutuhkan dan prosesnya bisa dilakukan dalam waktu yang tersedia.”

“Pembahasan ini kita tunda dulu”

Menunda Pembahasan/Foto: Magnific

Dalam rapat, ada kalanya pembahasan harus ditunda karena waktunya terbatas atau ada agenda lain yang lebih mendesak. Jadi, mengatakan “pembahasan ini kita tunda dulu” sebenarnya bukan sesuatu yang keliru.

Hal yang menjadi masalah adalah ketika tidak ada kejelasan kapan pembahasan tersebut akan dilanjutkan. Akhirnya, topik penting hanya berhenti di kalimat “nanti kita bahas lagi”.

Hal ini juga bisa membuat orang yang sedang menyampaikan pendapat merasa tidak didengarkan. Apalagi jika topiknya berkaitan dengan masalah yang membutuhkan keputusan.

Agar lebih jelas, kamu bisa mengatakan, “Kita selesaikan agenda utama dulu. Setelah itu, kita sisihkan waktu untuk membahas masalah ini sebelum rapat selesai.” Dengan begitu, menunda pembahasan bukan berarti mengabaikannya.

“Kita sedang mendorong batas kemampuan”

Selalu Bilang untuk Mendorong Batas Kemampuan/Foto: Magnific

Kalimat seperti “kita sedang mendorong batas kemampuan” terdengar cukup keren. Biasanya, maksudnya adalah ingin mencoba sesuatu yang lebih besar, lebih berani, atau berbeda dari cara sebelumnya.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “mendorong batas kemampuan”? Kalau tidak dijelaskan, setiap orang bisa memiliki pemahaman yang berbeda.

Misalnya, ketika seorang atasan mengatakan, “Bulan ini kita harus mendorong batas kemampuan dan mencapai target yang lebih tinggi,” karyawan mungkin masih bertanya-tanya: targetnya naik berapa? Apa strateginya? Dan apa yang perlu dilakukan berbeda dari bulan sebelumnya?

Karena itu, akan lebih jelas jika langsung menyebutkan rencananya. Misalnya, “Bulan ini target kita naik 20 persen. Untuk mencapainya, kita akan menambah dua strategi pemasaran dan mengevaluasi hasilnya setiap minggu.” Jauh lebih jelas, kan?

Di tempat kerja, kemampuan menyampaikan ide dengan jelas justru sangat penting. Kamu boleh menggunakan istilah profesional, tetapi pastikan orang lain tetap memahami maksud, tujuan, dan tindakan yang perlu dilakukan, ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE