Kemampuan bersosialisasi tidak muncul begitu saja sejak anak lahir. Cara berkomunikasi, memahami perasaan orang lain, menyampaikan batasan, sampai menghadapi situasi baru perlu dipelajari secara bertahap.
Anak biasanya belajar dari orang-orang terdekatnya. Cara orang tua merespons emosi, menghadapi kesalahan, atau memberi ruang untuk anak berpendapat bisa menjadi contoh yang mereka tiru dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, kemampuan tersebut sering terlihat dari kalimat sederhana yang diucapkan anak dalam aktivitas sehari-hari. Berikut lima kalimat yang biasa diucapkan anak dengan kecakapan sosial tinggi menurut CNBC.
Aku Punya Ide
Anak perlu merasa bahwa pendapatnya layak didengar. Kesempatan sederhana seperti memilih permainan, mengusulkan kegiatan keluarga, atau mencari solusi bersama bisa membantu membangun keberanian tersebut.
Saat anak terbiasa menyampaikan gagasan, mereka juga belajar berdiskusi dan menerima pendapat yang berbeda. Kemampuan ini akan berguna ketika mereka harus bekerja sama dengan teman, saudara, maupun orang lain di lingkungan sosialnya.