5 Kalimat yang Sering Diucapkan Anak Dewasa Saat Menghadapi Masa Sulit
Punya anak yang sudah dewasa membuat hubungan orang tua dan anak ikut berubah. Mereka mulai punya kehidupan, masalah, dan cara sendiri untuk menghadapi berbagai hal.
Karena itu, tidak semua masalah yang sedang dihadapi anak akan langsung diceritakan kepada orang tua. Kadang, anak hanya mengatakan sedang lelah atau memilih diam meski sebenarnya sedang menghadapi masa yang cukup berat.
Menurut Psychology Today, beberapa kalimat sederhana yang diucapkan anak dewasa bisa menunjukkan bahwa mereka sedang mengalami tekanan emosional. Yuk, kenali beberapa kalimat yang mungkin terdengar biasa, tetapi bisa menjadi tanda anak sedang membutuhkan perhatian!
1. “Aku Tidak Mau Membicarakannya”
Ilustrasi anak dewasa yang memilih diam saat diajak berbicara oleh orang tuanya/Foto: Magnific/katemangostar
Ketika sedang menghadapi masalah, anak mungkin memilih untuk tidak membicarakannya. Kalimat “aku tidak mau membicarakannya” pun bisa menjadi cara mereka menyimpan apa yang sedang dirasakan.
Ucapan ini tidak selalu berarti anak sedang menghindar. Bisa saja mereka takut tidak dipahami atau belum siap menunjukkan sisi dirinya yang sedang terpuruk.
Karena itu, orang tua tidak perlu langsung mengejar dengan banyak pertanyaan. Semakin anak merasa didesak, mereka bisa semakin memilih untuk diam.
Dalam komunikasi dengan anak dewasa, memberikan ruang juga merupakan bentuk perhatian. Orang tua bisa mengatakan bahwa mereka siap mendengarkan kapan pun anak sudah merasa nyaman untuk bercerita.
2. “Aku Merasa Lelah”
Ilustrasi anak dewasa yang terlihat lelah dan sedang berbicara dengan orang tuanya/Foto: Magnific/teksomolika
Salah satu tanda anak dewasa sedang menghadapi masalah bisa terlihat dari keluhan bahwa mereka terus merasa lelah. Bukan hanya setelah menjalani aktivitas seharian, tetapi seperti tidak benar-benar punya energi untuk melakukan banyak hal.
Melansir Psychology Today, kelelahan emosional terkadang terdengar seperti keluhan fisik. Kondisi seperti kecemasan, burnout, atau tekanan emosional juga bisa membuat seseorang merasa sangat lelah.
Jadi, ketika anak sering mengatakan dirinya capek, bisa saja ada hal lain yang sedang menguras pikirannya. Daripada buru-buru memberikan nasihat, coba dengarkan dulu ceritanya.
3. “Ayah/Ibu Tidak Akan Mengerti”
Ilustrasi anak dewasa yang merasa tidak dipahami oleh orang tuanya/Foto: Magnific/bearfotos
“Ayah/Ibu tidak akan mengerti” mungkin terdengar seperti anak sedang menutup diri dari orang tua. Padahal, kalimat ini belum tentu berarti mereka tidak membutuhkan orang tua.
Anak mungkin mengatakan hal tersebut karena takut orang tua tidak memahami situasinya. Pengalaman buruk sebelumnya juga bisa membuat mereka ragu untuk kembali membuka diri.
Dalam komunikasi dengan anak dewasa, tidak selalu harus ada solusi di setiap percakapan. Kadang, mengetahui bahwa orang tua mau mendengarkan saja sudah membuat anak merasa lebih aman.
4. “Aku Merasa Tertinggal”
Ilustrasi anak dewasa yang merasa tertinggal dari orang lain/Foto: Magnific/magnific
Ucapan “aku merasa tertinggal” bisa muncul ketika anak mulai melihat pencapaian orang lain. Mereka mungkin merasa kehidupannya belum berjalan seperti yang seharusnya.
Perasaan tersebut bisa berkaitan dengan cara seseorang menilai dirinya sendiri dan standar yang membuatnya merasa belum berhasil. Hal ini bisa menyangkut karier, hubungan, maupun pencapaian hidup lainnya.
Kondisi tersebut juga bisa muncul ketika anak melihat pencapaian orang lain. Misalnya, saat teman sudah menikah, punya rumah, atau mendapatkan pekerjaan tertentu, anak bisa merasa hidupnya berjalan terlalu lambat.
Cara menghadapi anak dewasa yang sedang bermasalah bukan dengan menambahkan daftar pencapaian yang harus dikejar. Orang tua justru bisa bertanya apa yang membuat anak merasa tertinggal dan mendengarkan jawabannya tanpa membandingkan dengan orang lain.
5. “Aku Tidak Apa-Apa”
Ilustrasi anak dewasa yang terlihat berusaha menyembunyikan perasaan saat berbicara dengan orang tuanya/Foto: Magnific/bearfotos
“Aku tidak apa-apa” mungkin menjadi jawaban paling mudah ketika anak tidak ingin menjelaskan keadaan yang sedang dialaminya. Apalagi jika kalimat itu keluar terlalu cepat atau terdengar datar.
Dalam situasi seperti ini, orang tua tidak harus langsung menggali lebih banyak cerita. Cukup tunjukkan bahwa mereka ada dan siap mendengarkan jika suatu saat anak ingin berbicara.
Jika jawaban seperti ini sering muncul bersamaan dengan perubahan sikap, orang tua bisa lebih memperhatikan keadaan anak. Perhatian sederhana seperti menanyakan kabar atau menemaninya tanpa banyak bertanya bisa membuat anak merasa tidak sendirian.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Ilustrasi orang tua yang sedang mendengarkan cerita anaknya dengan penuh perhatian/Foto: Magnific/magnific
Mendengar kalimat-kalimat seperti ini tentu bisa membuat orang tua khawatir. Namun, satu ucapan saja belum tentu berarti anak sedang mengalami masalah tertentu.
Menurut Psychology Today, orang tua bisa memperhatikan nada bicara, waktu kemunculan, dan seberapa sering kalimat tersebut diucapkan. Perubahan sikap atau kebiasaan anak juga bisa menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Paling penting, jangan langsung berusaha menyelesaikan masalah anak. Dengarkan dulu apa yang mereka rasakan, lalu tawarkan bantuan jika memang dibutuhkan.
Anak yang sudah dewasa mungkin tidak selalu mengatakan bahwa dirinya sedang butuh bantuan. Namun, kalimat sederhana yang mereka ucapkan terkadang bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang membutuhkan ruang untuk didengar.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!