5 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Belum Jago Mengatur Waktu

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Rabu, 21 Oct 2026 15:30 WIB
1. “Pekerjaanku Banyak Banget, Waktunya Nggak Cukup!”
Kalimat ini sering muncul ketika seseorang merasa kewalahan menghadapi banyak tugas. Kesulitan menentukan prioritas dan menyusun pekerjaan secara teratur bisa membuat tugas sederhana sekalipun terasa menumpuk./ Foto: magnific.com/DC Studio

Pernah merasa sehari penuh beraktivitas, tetapi pekerjaan tetap belum selesai? Kamu mungkin merasa tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan semuanya, padahal masalahnya belum tentu karena terlalu banyak pekerjaan. Bisa jadi, kamu masih kesulitan mengatur waktu dan menentukan prioritas.

Kemampuan mengelola waktu atau time management berperan penting dalam menjaga produktivitas sekaligus keseimbangan hidup. Ketika keterampilan ini belum terbentuk dengan baik, seseorang bisa lebih mudah kewalahan, menunda pekerjaan, hingga mengorbankan waktu pribadi demi menyelesaikan tugas yang menumpuk.

Menurut pembahasan dalam psikologi perilaku, cara seseorang berbicara tentang kesibukannya juga bisa memberikan gambaran mengenai kebiasaan mengatur waktu. Kalimat tertentu bahkan dapat menjadi tanda bahwa seseorang sedang merasa kewalahan dan belum menemukan cara efektif untuk mengelola aktivitasnya.

Lantas, apa saja kalimat yang sering diucapkan orang yang belum jago mengatur waktu? Berikut lima di antaranya yang mungkin terdengar familier.

1. “Pekerjaanku Banyak Banget, Waktunya Nggak Cukup!”

Kalimat ini sering muncul ketika seseorang merasa kewalahan menghadapi banyak tugas. Kesulitan menentukan prioritas dan menyusun pekerjaan secara teratur bisa membuat tugas sederhana sekalipun terasa menumpuk./ Foto: magnific.com/DC Studio

Kalimat ini sering muncul ketika seseorang merasa kewalahan menghadapi banyak tugas. Kesulitan menentukan prioritas dan menyusun pekerjaan secara teratur bisa membuat tugas sederhana sekalipun terasa menumpuk./ Foto: magnific.com/DC Studio

Orang yang belum mahir mengatur waktu biasanya kesulitan menentukan pekerjaan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Akibatnya, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk tugas yang sebenarnya belum mendesak, sementara pekerjaan dengan tenggat waktu dekat justru terbengkalai.

Mereka kemudian merasa memiliki terlalu banyak pekerjaan dan terlalu sedikit waktu. Padahal, masalahnya belum tentu terletak pada jumlah tugas, melainkan cara mengelolanya.

Untuk mengatasinya, cobalah membuat daftar pekerjaan dan mengurutkannya berdasarkan urgensi serta tingkat kepentingan. Dengan begitu, energi bisa digunakan untuk menyelesaikan hal yang benar-benar membutuhkan perhatian terlebih dahulu.

2. “Andai Sehari Ada Lebih dari 24 Jam!”

Keinginan memiliki waktu lebih banyak bisa menjadi tanda bahwa seseorang kesulitan menggunakan waktunya secara efektif. Kebiasaan mudah terdistraksi dan memikirkan aktivitas lain saat bekerja dapat membuat pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama./ Foto: magnific.com/tirachardz

Keinginan memiliki waktu lebih banyak bisa menjadi tanda bahwa seseorang kesulitan menggunakan waktunya secara efektif. Kebiasaan mudah terdistraksi dan memikirkan aktivitas lain saat bekerja dapat membuat pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama./ Foto: magnific.com/tirachardz

Pernah mengucapkan kalimat ini ketika pekerjaan belum selesai, Beauties? Menurut artikel dari PubMed Central, orang yang kesulitan mengatur waktu sering kali mudah terdistraksi oleh aktivitas yang lebih menyenangkan daripada pekerjaan.

Saat sedang bekerja, mereka mungkin justru memikirkan rencana akhir pekan, membuka media sosial, atau membayangkan kegiatan lain yang ingin dilakukan. Akibatnya, fokus terpecah dan pekerjaan berjalan lebih lambat.

Kebiasaan tersebut juga bisa mengganggu keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Bahkan, mengorbankan waktu istirahat belum tentu membuat semuanya selesai jika waktu kerja sebelumnya tidak digunakan secara efektif.

Cobalah membagi pekerjaan menjadi beberapa sesi fokus dan menentukan waktu khusus untuk beristirahat. Cara ini dapat membantu aktivitas sehari-hari terasa lebih terarah.

3. “Iya, Aku Bisa Ikut!”

Terlalu sering menerima ajakan tanpa memeriksa jadwal dapat membuat seseorang memiliki lebih banyak komitmen daripada waktu yang tersedia. Kebiasaan ini juga bisa menjadi cara untuk menghindari pekerjaan yang terasa berat./ Foto: magnific.com/katemangostar

Terlalu sering menerima ajakan tanpa memeriksa jadwal dapat membuat seseorang memiliki lebih banyak komitmen daripada waktu yang tersedia. Kebiasaan ini juga bisa menjadi cara untuk menghindari pekerjaan yang terasa berat./ Foto: magnific.com/katemangostar

Orang yang kesulitan mengatur waktu terkadang terlalu mudah mengatakan iya ketika mendapat ajakan dari teman. Mereka langsung menyanggupi undangan tanpa memeriksa apakah jadwalnya memungkinkan atau masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Terlalu banyak membuat rencana dapat berujung pada penyesalan ketika waktu yang tersedia ternyata tidak mencukupi.

Sebagian orang juga menggunakan kegiatan sosial sebagai pengalihan dari pekerjaan yang menumpuk. Berkumpul bersama teman memang bisa membantu menyegarkan pikiran, tetapi jika dilakukan untuk terus menghindari tanggung jawab, masalah justru semakin besar.

Sebelum menerima ajakan, biasakan memeriksa kalender dan mempertimbangkan tenggat pekerjaan. Belajar mengatakan tidak dengan sopan juga merupakan bagian penting dari mengatur waktu.

4. “Aku Cuma Mau Punya Waktu untuk Diri Sendiri!”

Keinginan memiliki waktu untuk diri sendiri bisa muncul ketika pekerjaan terus menumpuk dan waktu istirahat terasa terbatas. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan menghabiskan waktu untuk aktivitas lain sebelum menyelesaikan tugas penting./ Foto: magnific.com/benzoix

Keinginan memiliki waktu untuk diri sendiri bisa muncul ketika pekerjaan terus menumpuk dan waktu istirahat terasa terbatas. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan menghabiskan waktu untuk aktivitas lain sebelum menyelesaikan tugas penting./ Foto: magnific.com/benzoix

Setiap orang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan melakukan hal yang disukai. Namun, orang yang belum terbiasa mengikuti jadwal terkadang baru menyadari pentingnya waktu pribadi ketika pekerjaan sudah menumpuk.

Misalnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan tugas justru habis untuk menonton serial atau scrolling media sosial. Ketika tenggat semakin dekat, mereka terpaksa mengerjakan banyak hal sekaligus dan akhirnya kehilangan waktu luang.

Padahal, masalahnya bukan selalu karena mereka tidak memiliki waktu pribadi, melainkan karena waktu tersebut belum dikelola dengan seimbang.

Cobalah menetapkan jadwal yang realistis untuk bekerja dan beristirahat. Dengan menyelesaikan tugas secara bertahap, kamu tetap bisa menikmati waktu pribadi tanpa terus dibayangi pekerjaan.

5. “Kayaknya Aku Tidur Siang Dulu, Deh!”

Stres akibat pekerjaan yang menumpuk dapat membuat seseorang merasa sangat lelah dan ingin tidur untuk menghindari tekanan. Menurut American Psychological Association (APA), stres juga dapat memengaruhi tubuh dan memicu kelelahan./ Foto: magnific.com

Stres akibat pekerjaan yang menumpuk dapat membuat seseorang merasa sangat lelah dan ingin tidur untuk menghindari tekanan. Menurut American Psychological Association (APA), stres juga dapat memengaruhi tubuh dan memicu kelelahan./ Foto: magnific.com

Ketika pekerjaan sudah terasa terlalu berat, tidur siang mungkin menjadi pilihan yang terlihat paling menarik. Seseorang bisa menghabiskan waktu terlalu lama pada tugas kecil, lalu menyadari bahwa pekerjaan yang lebih penting belum tersentuh.

Akibatnya, tugas terus menumpuk hingga memicu stres dan kelelahan. Menurut American Psychological Association (APA), stres dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk energi dan kondisi fisik seseorang.

Meski begitu, tidur bukanlah kebiasaan buruk. Istirahat yang cukup tetap penting untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi. Yang perlu diperhatikan adalah ketika tidur dijadikan cara untuk terus menghindari pekerjaan, sehingga tugas semakin tertunda.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE