5 Kebiasaan Orang dengan Integritas Rendah Menurut Ilmu Psikologi
Seseorang dengan integritas tinggi dikenal sebagai sosok yang jujur dan memiliki prinsip moral yang kuat. Mereka selalu berusaha untuk bertindak sesuai dengan nilai dan prinsip yang mereka yakini dalam menjalani kehidupan.
Namun, bagaimana dengan orang yang punya integritas rendah? Biasanya, mereka gemar memutarbalikkan fakta demi kepentingan mereka sendiri. Selain itu, mereka juga kerap menjanjikan sesuatu tapi tidak berusaha untuk menepatinya.
Mereka bertindak sesuka hati tanpa memikirkan orang lain. Ini tidak hanya berdampak buruk bagi dirinya sendiri, tapi juga orang lain yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gerak-gerik mereka agar kita bisa menetapkan batasan dan bersikap lebih bijaksana.
Dirangkum dari Your Tango, berikut ini kebiasaan orang dengan integritas rendah.
Suka Berbohong soal Hal Kecil
Kebiasaan Orang dengan Integritas Rendah Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Magnific.com
Orang-orang dengan integritas rendah tidak peduli untuk membangun kepercayaan dengan orang lain. Mereka lebih fokus peduli melindungi ego dan menampilkan diri dalam citra terbaik, Beauties.
Mereka tidak hanya bersedia berbohong tentang hal-hal besar dalam hubungan dan argumen mereka, tetapi mereka juga secara konsisten memberikan kebohongan kecil untuk hal-hal yang tampaknya biasa saja.
Meskipun tampak tidak berbahaya, sebuah studi dari Journal of Neuroscience menunjukkan bahwa kebohongan kecil cenderung dimotivasi oleh motif yang sepenuhnya egois.
Suka Melimpahkan Kesalahan kepada Orang Lain
Kebiasaan Orang dengan Integritas Rendah Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Pexels.com
Kebiasaan orang dengan integritas rendah adalah mereka suka melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Menurut sebuah studi penelitian yang diterbitkan di PLOS, norma sosial, secara keliru, telah mengaitkan tindakan membuat kesalahan dengan kelemahan.
Inilah sebabnya mengapa orang yang punya integritas rendah berusaha menghindar dari tanggung jawab. Mereka tidak ingin disalahkan karena hal tersebut dapat merusak citra "sempurna" yang telah mereka bangun. Bahkan jika mereka harus berbohong demi menjaga citranya, mereka tak segan melakukannya.
Memutarbalikkan Fakta
Kebiasaan Orang dengan Integritas Rendah Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Magnific.com
Menurut sebuah studi dari American Sociological Review, orang-orang yang manipulatif bertujuan untuk menimbulkan kebingungan, keraguan diri, serta rasa tidak aman pada pihak yang mereka jadikan korban. Cara yang mereka lakukan misalnya memutarbalikkan fakta dalam suatu perdebatan, melimpahkan kesalahan kepada orang lain, maupun memosisikan diri sebagai korban.
Alih-alih bertanggung jawab dan melakukan percakapan yang terbuka serta jujur, orang dengan integritas rendah justru berupaya melindungi ego mereka dengan cara berbohong dan membelokkan cerita agar menguntungkan diri mereka sendiri.
Kurangnya Empati
Kebiasaan Orang dengan Integritas Rendah Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Magnific.com
Cara mengenali orang dengan integritas rendah adalah sikap mereka yang menunjukkan kurangnya empati. Mereka cenderung tidak peduli apakah orang lain merasa dihargai, dilihat, dan didengar. Mereka terlalu fokus untuk menjadi si paling benar.
Menurut sebuah studi dari Journal of Experimental Psychology, mereka juga kesulitan membaca emosi dan perasaan orang lain, yang merupakan bagian dari sikap ketidakjujuran mereka. Mereka selalu menggunakan frasa seperti "Saya tidak mengatakan itu" atau "ingat waktu itu ketika Anda..." untuk mengalihkan perhatian dari inti argumen dan mengalihkan kesalahan dan perhatian ke hal-hal teknis.
Jarang Menepati Janji
Kebiasaan Orang dengan Integritas Rendah Menurut Ilmu Psikologi/Foto: Magnific.com
Jarang menepati janji adalah salah satu ciri orang dengan integritas rendah, karena mereka cenderung membuat janji-janji indah yang sebenarnya tidak mereka niatkan atau mampu untuk tepati.
Menurut sebuah studi dari Journal of Personality and Social Psychology, orang yang sadar diri dan memiliki keterampilan pengaturan emosi yang lebih baik cenderung lebih menepati janji daripada mereka yang membuat komitmen ambisius tapi tidak jelas.
Mereka tidak hanya memahami apa yang dibutuhkan untuk menepati janji, tetapi mereka juga merencanakan, memikirkan, dan mempertimbangkan semua elemen komitmen mereka, memastikan mereka tahu apa yang mereka setujui sebelum mengucapkannya.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!