5 Kebiasaan yang Menghasilkan Dopamin Buruk dan Bikin Malas

Vira Nabilla | Beautynesia
Kamis, 22 Oct 2026 09:30 WIB
4. Merokok
Ilustrasi Merokok/ Foto: Freepik.com

Dopamin  sering disebut sebagai hormon kebahagiaan, nih. Meningkatkan dopamin bisa kamu lakukan dengan cara melakukan kegiatan yang menyenangkan hati. Namun, ternyata tidak semua kegiatan menghasilkan dopamin baik, lho! 

Menariknya, bukan berarti dopamin itu jahat, tetapi adanya pola aktivitas yang memberikan kesenangan instan secara berulang bisa membuat kita justru lebih sulit mengendalikan diri dan fokus pada hal-hal yang membutuhkan usaha lebih. 

Untuk itu, kamu perlu mengetahui apa saja kegiatan yang justru menghasilkan dopamin buruk dan bikin malas? Check this out, ya!

1. Doomscrolling

Ilustrasi Doomscrolling/ Foto: Freepik.com

Siapa nih yang punya kebiasaan berlama-lama membuka media sosial? Yup! Doomscrolling merupakan kebiasaan terus-menerus menggulir media sosial untuk membaca berita, melihat konten, atau mencari informasi, bahkan ketika hal tersebut sudah membuat kita lelah atau cemas. 

Kebiasaan ini bisa membuat kita sulit berhenti karena selalu ada konten baru yang terlihat menarik perhatian. Sistem penghargaan otak, termasuk dopamin, ikut berperan dalam mendorong kita untuk terus mencari informasi berikutnya. 

Jika dilakukan terlalu lama, kebiasaan ini bisa menyita waktu, mengganggu konsentrasi, hingga membuat pekerjaan tertunda nih, Beauties. Untuk mengatasinya, cobalah membatasi waktu bermain media sosial dan menghindari scrolling saat baru bangun tidur atau sebelum tidur malam.

2. Main Game Terlalu Lama

Ilustrasi Main Game Terlalu Lama/ Foto: Freepik.com

Bermain game memang mengasyikkan ya, Beauties. Tentunya, kita dapat merasakan kesenangan melalui adanya kemenangan, pencapaian, kenaikan level, hingga hadiah virtual. Hal tersebut mampu mengaktifkan sistem penghargaan otak dan membuat kita ingin terus bermain. 

Apalagi, beberapa permainan dirancang dengan tantangan dan hadiah yang membuat pemain penasaran dengan apa yang didapatkan berikutnya. Namun, ketika bermain game membuat kita menghabiskan sebagian waktu sehari-hari, sehingga membuat kita jadi malas melakukan kegiatan lainnya. 

Untuk itu, kamu harus punya batasan waktu dan jangan lupa untuk selesaikan tanggung jawab utama sebelum menikmati game favorit.

3. Belanja Impulsif

Ilustrasi Belanja Impulsif/ Foto: Freepik.com

Belanja memang terasa menyenangkan, khususnya untuk para perempuan, kan? Namun, jika sudah impulsif dengan membeli barang secara spontan tanpa benar-benar mempertimbangkan kebutuhan atau kondisi keuangan itu yang jadi masalah. 

Apalagi, dengan kamu mudah tergiur oleh diskon dan flash sale bikin kamu jadi terasa kalap dan merasa adanya sensasi mendapatkan barang baru bisa memicu antisipasi serta rasa senang tersendiri. Hal ini dikarenakan dopamin berperan dalam proses motivasi aktivitas belanja yang menarik. 

Masalahnya, rasa puas tersebut bisa berlangsung singkat dan membuat kita kembali mencari barang lain untuk mendapatkan sensasi serupa. Cobalah menerapkan aturan menunggu 24 jam sebelum membeli barang non-esensial, menghapus notifikasi promo, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan.

4. Merokok

Ilustrasi Merokok/ Foto: Freepik.com

Untuk sebagian orang, merokok dapat menyenangkan dan menenangkan pikiran. Zat nikotin dalam rokok dapat merangsang pelepasan dopamin di otak sehingga menimbulkan sensasi menyenangkan atau rasa lega untuk sementara. 

Namun, efek inilah yang berperan dalam pembentukan ketergantungan nikotin. Seiring waktu, otak dapat terbiasa dengan nikotin sehingga seseorang terdorong untuk merokok berulang kali. Ketergantungan ini dapat memengaruhi rutinitas dan kesejahteraan, lho! 

Untuk itu, mulailah berhenti merokok, pilihlah kegiatan yang lebih positif dan produktif. Dengan begitu, kamu akan memberikan manfaat kesehatan yang besar untuk dirimu dan orang lain. 

5. Maraton Menonton Serial atau Film

Ilustrasi Maraton Menonton Serial atau Film/ Foto: Freepik.com

Menonton serial atau film favorit bisa jadi cara yang menyenangkan untuk melepas penat. Namun, fitur autoplay dan rasa penasaran terhadap episode selanjutnya dapat membuat kita sulit berhenti. 

Kebiasaan ini berpotensi membuat pekerjaan kita menjadi tertunda, waktu tidur yang berkurang, dan rutinitas harian berantakan. Kamu tidak harus berhenti menonton kok, Beauties.

Cukup tentukan jumlah episode yang ingin ditonton dan jadikan aktivitas tersebut sebagai me time setelah menyelesaikan pekerjaan. Dengan begitu, kamu bisa tetap menyaksikan serial atau film yang ingin kamu tonton tanpa merasa bersalah.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE