5 Penyebab Sering Lupa Mengatakan dan Melakukan Sesuatu
Beauties, pernah tiba-tiba lupa dengan sesuatu yang baru saja ingin dikatakan? Atau mungkin kamu baru saja masuk ke sebuah ruangan, tetapi mendadak tidak ingat apa yang ingin dilakukan? Situasi seperti ini cukup umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Lupa merupakan bagian normal dari cara kerja ingatan manusia. Otak tidak menyimpan setiap informasi yang diterima secara sempurna. Beberapa informasi dapat terlupakan karena tidak diperhatikan dengan baik sejak awal, sementara informasi lain bisa sulit diingat kembali karena adanya gangguan dari ingatan atau informasi lain.
Meski begitu, ketika seseorang merasa semakin sering lupa, kondisi tersebut tentu dapat membuat khawatir. Terlebih jika lupa mulai mengganggu pekerjaan, aktivitas sehari-hari, atau membuat seseorang kesulitan melakukan hal-hal yang biasanya mudah dilakukan.
Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengingat informasi. Kurang fokus ketika menerima informasi, stres, kelelahan, hingga gangguan pada proses penyimpanan dan pengambilan memori dapat berperan.
Dilansir dari Neurolifts dan Verywell Mind, lupa dapat terjadi karena beberapa proses yang berkaitan dengan bagaimana otak menerima, menyimpan, dan mengambil kembali informasi.
Lantas, apa penyebab sering lupa ingatan dalam kehidupan sehari-hari? Simak selengkapnya berikut ini, Beauties.
1. Kurang Memperhatikan Informasi
Kurang memperhatikan informasi/ Foto: Pexels.com/ Felicity Tai
Salah satu penyebab sering lupa yang cukup umum sebenarnya bukan karena informasi yang sudah tersimpan tiba-tiba menghilang, melainkan karena informasi tersebut tidak pernah benar-benar tersimpan dengan baik sejak awal.
Perhatian memiliki peran penting dalam proses pembentukan memori. Ketika seseorang sedang berbicara dengan orang lain sambil melihat ponsel, misalnya, informasi yang disampaikan bisa saja tidak diproses secara optimal. Akibatnya, beberapa menit kemudian kita merasa lupa dengan apa yang baru saja dikatakan.
Hal serupa dapat terjadi ketika sedang mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Pikiran yang terbagi membuat perhatian terhadap setiap informasi menjadi lebih terbatas. Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih mudah lupa terhadap hal yang baru saja diterima.
Karena itu, jika kamu sering lupa dengan percakapan, instruksi, atau sesuatu yang baru saja ingin dilakukan, coba perhatikan kembali apakah kamu benar-benar fokus ketika informasi tersebut pertama kali muncul. Tidak semua kejadian lupa berarti ada masalah dengan kemampuan mengingat. Bisa jadi, informasi tersebut memang tidak mendapatkan perhatian yang cukup sejak awal.
2. Informasi Tertimpa oleh Informasi Lain
Informasi tertimpa oleh informasi lain/ Foto: Pexels.com/ Vlada Karpovich
Pernah menghafalkan sesuatu, tetapi setelah mempelajari informasi baru justru lupa dengan informasi sebelumnya? Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan apa yang disebut sebagai interference atau gangguan dari informasi lain.
Salah satu penjelasan mengenai lupa adalah adanya informasi yang saling mengganggu. Ingatan yang berbeda dapat bersaing sehingga seseorang menjadi lebih sulit mengingat informasi tertentu.
Contohnya, kamu baru saja mendapatkan nomor telepon seseorang. Tidak lama kemudian, kamu menerima nomor lain. Ketika ingin mengingat nomor pertama, informasi baru tersebut dapat membuat proses mengingat menjadi lebih sulit. Hal serupa juga dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari.
Terlalu banyak informasi yang diterima dalam waktu berdekatan dapat membuat kita sulit menentukan mana yang ingin diambil kembali dari memori. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab seseorang sering lupa, terutama ketika aktivitas yang dilakukan melibatkan banyak informasi sekaligus.
Untuk membantu mengurangi kebingungan, kamu dapat mencatat informasi penting daripada hanya mengandalkan ingatan. Dengan begitu, informasi yang perlu diingat tidak harus seluruhnya disimpan di dalam kepala.
3. Stres dan Beban Pikiran
Stres dan beban pikiran/ Foto: Pexels.com/ Antoni Shkraba
Ketika sedang menghadapi banyak masalah, pikiran dapat dipenuhi berbagai hal dalam waktu bersamaan. Akibatnya, perhatian menjadi lebih sulit diarahkan pada informasi yang sedang diterima.
Stres juga dapat membuat seseorang merasa sulit berkonsentrasi. Misalnya, ketika sedang berbicara dengan orang lain, pikiran justru sibuk memikirkan pekerjaan, masalah keluarga, tugas, atau berbagai hal lainnya. Informasi yang disampaikan akhirnya tidak diproses dengan optimal.
Stres dan emosi negatif dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi dan mengingat. Itulah sebabnya seseorang mungkin merasa lebih sering lupa ketika sedang berada dalam periode kehidupan yang penuh tekanan. Kamu mungkin lupa membalas pesan, lupa dengan rencana yang baru dibuat, atau tiba-tiba tidak ingat apa yang ingin dikatakan.
Jika kondisi tersebut hanya muncul ketika sedang mengalami tekanan dan membaik setelah pikiran lebih tenang, kemungkinan ada kaitannya dengan kondisi perhatian dan stres. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas, sebaiknya jangan mengabaikannya.
4. Kurang Tidur dan Kelelahan
Kurang tidur dan kelelahan/ Foto: Pexels.com/ Polina
Tidur tidak hanya dibutuhkan agar tubuh terasa segar. Istirahat yang cukup juga berkaitan dengan berbagai proses kognitif, termasuk kemampuan untuk belajar dan mengingat informasi.
Ketika tubuh terlalu lelah, seseorang dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi. Akibatnya, informasi yang diterima menjadi lebih sulit diproses dan diingat kembali. Kurang tidur juga dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat.
Kamu mungkin sudah mendengar instruksi dari seseorang, tetapi beberapa saat kemudian tidak mengingat detailnya. Atau, kamu memiliki rencana untuk melakukan sesuatu tetapi tiba-tiba lupa karena pikiran sedang tidak sepenuhnya fokus.
Masalah tidur memang termasuk salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap keluhan memori. National Institute on Aging juga mencantumkan masalah tidur sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan mengingat.
Karena itu, jika akhir-akhir ini kamu merasa lebih mudah lupa sekaligus sering kurang tidur, coba perhatikan apakah keduanya muncul secara bersamaan. Memperbaiki pola tidur dan memberikan waktu istirahat yang cukup dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga konsentrasi dan fungsi kognitif sehari-hari.
5. Kesulitan Mengambil Kembali Informasi
Kesulitan mengambil kembali informasi/ Foto: Pexels.com/ Zen Chung
Ada kalanya seseorang benar-benar mengetahui sebuah informasi, tetapi tidak dapat mengingatnya pada saat dibutuhkan. Misalnya, kamu mengetahui nama seseorang tetapi tiba-tiba tidak bisa mengucapkannya. Beberapa menit kemudian, nama tersebut justru muncul kembali di pikiran.
Situasi tersebut dapat berkaitan dengan retrieval failure, yaitu ketika informasi yang tersimpan sulit diakses kembali. Lupa tidak selalu berarti memori telah hilang.
Dalam beberapa kasus, informasi masih tersimpan tetapi sulit diambil kembali. Hal ini dapat menjelaskan pengalaman seperti merasa sudah mengetahui jawaban tetapi tiba-tiba “blank”. Setelah mendapatkan petunjuk atau berada dalam situasi yang tepat, informasi tersebut akhirnya dapat muncul kembali.
Kondisi seperti ini dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak selalu menunjukkan adanya gangguan memori yang serius. Namun, jika kesulitan mengingat terjadi sangat sering, semakin memburuk, atau sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk mendapatkan evaluasi dari tenaga kesehatan.
Beauties, lupa sesekali merupakan hal yang dapat dialami siapa saja. Penyebab sering lupa juga tidak selalu berkaitan dengan penyakit atau gangguan serius. National Institute on Aging menjelaskan bahwa lupa sesekali dapat menjadi hal yang normal. Namun, masalah memori yang lebih serius dapat membuat seseorang kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari yang sebelumnya dapat dilakukan dengan mudah.
Jika lupa semakin sering terjadi, memburuk, muncul secara tiba-tiba, atau disertai kebingungan dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Jadi, jangan langsung panik ketika sesekali lupa dengan sesuatu. Namun, tetap perhatikan kondisi tubuh, kualitas tidur, tingkat stres, dan kebiasaan sehari-hari. Dengan memahami penyebab seseorang sering lupa, kamu dapat lebih mudah mengenali kapan lupa masih tergolong wajar dan kapan sebaiknya mendapatkan perhatian lebih, Beauties.
____
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!