5 Serial Televisi yang Memotret Kehidupan dan Persahabatan dari Perspektif Perempuan

Candra Anisa | Beautynesia
Senin, 26 Oct 2026 10:00 WIB
Betty
Betty (2020-2021)/Foto: IMDb.com

Persahabatan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidup perempuan, terutama ketika mereka menghadapi perubahan, ketidakpastian, dan ekspektasi sosial yang memengaruhi pilihan hidup mereka.

Dalam berbagai serial televisi, hubungan antartokoh perempuan tidak selalu digambarkan sebagai sesuatu yang harmonis. Ada konflik, perbedaan pandangan, hingga proses saling memahami yang turut membentuk cara mereka melihat diri sendiri dan orang lain.

Melalui kisah perempuan dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, lima serial televisi berikut memotret kehidupan dan persahabatan dari perspektif perempuan.

Fleabag

Fleabag (2016-2019)/Foto: IMDb.com

Fleabag menceritakan seorang perempuan yang berusaha menjalani hidup di tengah rasa duka, rasa bersalah, dan trauma masa lalunya. Dikemas dalam gaya dark comedy, Fleabag (Phoebe Waller-Bridge) kerap menatap langsung ke arah kamera, seolah mengajak penonton terlibat dalam komentar-komentar sarkastiknya tentang kehidupan yang ia jalani.

Di balik humornya, tersimpan pergulatan batin yang sulit ia ungkapkan secara langsung. Sebagai karakter yang rumit, penuh kontradiksi, dan memiliki kecenderungan merusak diri sendiri, Fleabag terus bergulat dengan pertanyaan tentang bagaimana menjalani hidup dengan “benar”.

Setelah kehilangan sosok penting dalam hidupnya, ia perlahan menghadapi duka yang selama ini membayanginya, sekaligus memahami hubungannya dengan sang kakak, Claire (Sian Clifford), ayahnya (Bill Paterson), dan orang-orang yang ia cintai. Melalui perjalanan tersebut, Fleabag menggambarkan bagaimana rasa kehilangan dan kesulitan memahami diri sendiri dapat memengaruhi cara seseorang menjalin hubungan dengan orang lain.

Girls

Girls (2012-2027)/Foto: IMDb.com

Girls menceritakan sekelompok perempuan yang menjalin pertemanan di tengah carut-marut kehidupan mereka di usia 20-an. Berlatar di New York, Hannah (Lena Dunham) baru merintis karier menulis tanpa bantuan finansial. Di tengah kebingungannya, Hannah menemukan dukungan dalam pertemanannya dengan Marnie (Allison Williams), Jessa Johansson (Jemima Kirke), dan Shoshanna Shapiro (Zosia Mamet).

Hannah dengan kebimbangannya, Marnie dengan karakternya yang perfeksionis dan kaku, Jessa dengan pandangan hidupnya yang sangat bebas, serta Shoshanna yang naif perlahan-lahan membangun persahabatan yang rumit. Mereka menghadapi konflik yang terkadang merenggangkan hubungan, tetapi juga menemukan kehangatan dalam solidaritas yang terjalin di antara mereka.

Serial ini menyoroti kebingungan, kegagalan, dan kekacauan dalam persahabatan maupun karier dari sudut pandang perempuan di usia 20-an, yang dikemas secara mentah tanpa dipercantik ataupun diromantisasi.

Sex and The City

Sex and the City (1998-2004)/Foto: IMDb.com

Serial ini bercerita tentang Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker), seorang penulis kolom percintaan di sebuah surat kabar di New York, beserta tiga sahabat perempuannya, yaitu Samantha Jones (Kim Cattrall), Charlotte York (Kristin Davis), dan Miranda Hobbes (Cynthia Nixon).

Carrie mengisi tulisannya dengan kisah percintaan dan persahabatan yang ia dan sahabat-sahabatnya alami. Setiap episode mengikuti gejolak kehidupan mereka, mulai dari kisah percintaan hingga dinamika persahabatan yang turut berkembang seiring waktu.

Carrie menghadapi persoalan percintaannya yang putus-nyambung dengan Mr. Big (Chris Noth), Samantha terbiasa berganti-ganti pasangan tanpa komitmen, Miranda sibuk menyeimbangkan kehidupan personal dan kariernya, sedangkan Charlotte terobsesi dengan konsep romantis dan pernikahan.

Dengan latar kehidupan urban Manhattan, Sex and the City menggambarkan perjalanan perempuan di usia 30-an dalam menghadapi hubungan, ambisi, dan ekspektasi sosial. Di tengah naik-turunnya kehidupan romantis, persahabatan menjadi ruang bagi mereka untuk berbagi pengalaman, menemukan dukungan, dan memahami diri sendiri.

Betty

Betty (2020-2021)/Foto: IMDb.com

Serial ini merupakan spin-off dari film Skate Kitchen (2018), yang mengisahkan perkumpulan perempuan skateboarder di New York. Betty bercerita tentang Camille (Rachelle Vinberg), Janay (Dede Lovelace), Kirt (Nina Moran), Indigo (Ajani Russell), dan Honeybear (Moonbear) yang menjalani kehidupan sehari-hari dalam perjalanan menuju pendewasaan di tengah kehidupan perkotaan.

Camille, dengan kemampuan skateboard-nya yang mumpuni, mencoba membangun kariernya dengan lebih serius. Janay menghadapi persoalan terkait kekerasan yang dialaminya, Kirt bebas mengeksplorasi jati dirinya, Indigo menjalani kehidupan dengan latar belakang keluarga yang kaya, sedangkan Honeybear bercita-cita menjadi pembuat film. Di tengah perbedaan tersebut, mereka menemukan solidaritas dalam pertemanan yang terjalin.

Melalui kecintaan yang sama terhadap skateboard, mereka menemukan ruang untuk mengekspresikan diri, membangun kepercayaan diri, dan menjalin persahabatan. Betty memperlihatkan bagaimana solidaritas dapat tumbuh ketika perempuan menemukan ruang untuk menjadi diri sendiri tanpa harus menyesuaikan diri dengan ekspektasi orang lain.

Anne with an E

Anne with an E (2017-2019)/Foto: IMDb.com

Diadaptasi dari novel klasik karya Lucy Maud Montgomery, serial Anne with an E mengisahkan Anne Shirley (Amybeth McNulty), seorang anak yatim piatu yang kemudian tinggal bersama Matthew dan Marilla Cuthbert, kakak beradik yang awalnya berniat mengadopsi anak laki-laki untuk membantu pekerjaan di pertanian mereka.

Dengan imajinasi yang luas dan kepribadian yang penuh semangat, Anne berusaha menemukan tempatnya di lingkungan baru sembari menghadapi berbagai prasangka terhadap latar belakang dan kepribadiannya.

Mengangkat tema feminisme dan kebebasan berekspresi, Anne kerap mempertanyakan norma sosial yang membatasi dirinya dan teman-teman perempuannya. Mulai dari ekspektasi terhadap perilaku perempuan hingga pandangan masyarakat mengenai pendidikan, pernikahan, dan peran perempuan, serial ini memperlihatkan bagaimana batasan sosial dapat memengaruhi pilihan hidup mereka.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, keluarga dan persahabatan menjadi bagian penting dalam perjalanan Anne untuk mengenali dirinya sendiri. Hubungan yang ia bangun memberinya ruang untuk tumbuh tanpa harus sepenuhnya menyesuaikan diri dengan ekspektasi orang lain.

Melalui perjalanan Anne dan perempuan-perempuan di sekitarnya, Anne with an E menggambarkan pentingnya kebebasan untuk berpikir, berekspresi, dan menentukan pilihan hidup sejak usia muda.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE