5 Tanda Orang Membosankan di Lingkungan Pertemanan Menurut Penelitian
Beauties, pernah bertemu seseorang yang tampak membosankan? Mereka tidak melakukan apa pun, tidak terlihat mencolok, bahkan tidak merespons obrolan dengan emosi apa pun.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Essex (Colchester), University of Limerick, dan London School of Economics, kata "membosankan" sebenarnya lebih menjurus pada sebuah stereotip daripada identitas yang sesungguhnya dari seseorang.
Sebenarnya, tidak ada orang yang benar-benar membosankan. Hanya saja, sebagian orang tampaknya kurang mampu untuk mengintegrasikan hal-hal tersebut ke dalam kepribadian mereka atau membangun hubungan dengan orang lain berdasarkan minat dan kesamaan.
Entah karena menyembunyikan jati diri yang sebenarnya, terlalu takut mengambil risiko dalam hidup, atau sekadar terlalu arogan untuk berinteraksi dengan orang lain, beberapa orang memang tampak terlihat membosankan.
Menurut studi tersebut, berikut ini tanda-tanda orang yang membosankan. Dirangkum dari Your Tango, yuk, simak ulasannya!
Tidak Punya Selera Humor Sama Sekali
5 Tanda Orang Membosankan Menurut Penelitian/Foto: Pexels.com
Responden dalam studi tersebut memasukkan orang-orang yang tidak punya selera humor sama sekali sebagai orang yang dinilai membosankan. Mereka tidak paham dan tidak bisa menerima lelucon.
Studi psikologis menunjukkan bahwa selera humor pada manusia berfungsi layaknya "radar sosial" yang digunakan untuk menemukan orang-orang yang bisa menjalin hubungan dengan kita.
Jika interaksi tersebut sepenuhnya bersifat satu arah, situasinya akan terasa canggung dan membosankan. Maka tidak mengherankan jika para responden dalam studi ini menyatakan bahwa orang yang tidak memiliki selera humor bukan sekadar membosankan, melainkan juga terkesan dingin dan kurang bisa dipercaya.
Tidak Punya Pendapat
5 Tanda Orang Membosankan Menurut Penelitian/Foto: Pexels.com
Kamu mungkin pernah bertemu seseorang yang tampaknya tidak memiliki pendapat. Ketika dimintai pendapat, mereka hanya diam atau mengikuti suara terbanyak. Menurut studi, seseorang yang tidak punya pendapat termasuk ke dalam kategori orang yang membosankan.
Entah mereka sengaja menyembunyikan pendapatnya atau memang tidak memiliki pandangan, mereka jadi tampak tidak antusias dengan apa yang sedang terjadi. Ketika seseorang tidak memiliki apa pun untuk disampaikan, membangun hubungan yang bermakna jadi sulit dilakukan.
Tidak Punya Minat atau Hobi
5 Tanda Orang Membosankan Menurut Penelitian/Foto: Pexels.com
Minat atau hobi bisa membuat seseorang tampak bersemangat saat bercerita. Tipe orang seperti ini biasanya membuat sekitarnya merasa nyaman berada di dekat mereka.
Berbeda halnya dengan orang yang membosankan. Mereka cendeurng tidak menunjukkan minat terhadap sesuatu atau memiliki hobi. Ketika ditanya apa yang mereka lakukan di akhir pekan, mereka hanya mengangkat bahu dan mengatakan, "Ya begitu-begitu saja".
Meskipun begitu, jangan hanya melihat dari satu sisi, ya, Beauties. Bisa saja mereka memiliki hobi tapi tidak menunjukkannya. Tentu tidak ada cara pasti untuk memastikannya, tapi bisa jadi cukup sulit dan menantang untuk membangun kedekatan dengan seseorang yang tidak memiliki topik apa pun untuk dibicarakan.
|
Baca Juga : 7 Tanda Kamu Benar-Benar Dihormati Orang Lain
|
Kesulitan saat Mengobrol
5 Tanda Orang Membosankan Menurut Penelitian/Foto: Pexels.com
Ketika terlibat dalam percakapan, orang yang membosankan cenderung membalasnya dengan singkat seperti satu atau dua patah kata dan tampak tidak antusias. Selain itu, mereka juga bisa secara tiba-tiba mengganti topik pembicaraan atau justru memilih diam sama sekaali.
Studi psikologis menemukan bahwa, ironisnya, sering kali rasa takut dianggap membosankanlah yang membuat seseorang menjadi buruk dalam percakapan, terutama jika orang tersebut memang cenderung merasa tidak percaya diri.
Berpikiran Sempit
5 Tanda Orang Membosankan Menurut Penelitian/Foto: Pexels.com
Masih soal percakapan, sulit untuk menjalin obrolan yang bermakna jika lawan bicara tidak bersedia mempertimbangkan sudut pandang selain pandangannya sendiri. Hal ini membuat percakapan terasa seperti beban, bahkan terkadang bisa terasa mengancam.
Lebih penting lagi, berbagai studi menunjukkan bahwa percakapan yang mendalam dengan orang-orang di sekitar kita merupakan kunci bagi kesejahteraan diri. Hal yang mustahil untuk melakukan percakapan mendalam dengan seseorang yang berpikiran sempit.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!