5 Tanda Pengeluaran Lebih Tinggi daripada Kemampuan Finansial

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Sabtu, 31 Oct 2026 12:30 WIB
Uang Selalu Habis sebelum Akhir Bulan
Uang Habis Sebelum Akhir Bulan/Foto: Magnific

Beauties, pernah merasa gaji baru masuk, tetapi tahu-tahu sudah hampir habis padahal belum akhir bulan? Kamu mungkin menganggap penyebabnya adalah harga kebutuhan yang terus meningkat. Namun, tanpa disadari, kebiasaan mengeluarkan uang demi mengikuti gaya hidup juga bisa menjadi penyebabnya.

Menikmati hasil kerja keras tentu tidak salah. Kamu tetap boleh nongkrong, belanja, atau mencoba hal baru selama pengeluaran masih sesuai dengan kemampuan finansial. Nah, supaya kondisi keuangan tidak terus tertekan, yuk, kenali lima tanda berikut dilansir dari Her Money!

Kamu Sering Mengeluarkan Uang karena Takut Ketinggalan Tren

Mengeluarkan Uang Karena Takut Ketinggalan Tren/Foto: Magnific

Pernah memaksakan diri ikut makan di restoran mahal karena semua teman mengajak? Atau tetap pergi liburan meski uang bulanan sebenarnya sudah menipis?

Ruth Soukup, penulis buku Living Well, Spending Less: 12 Secrets to the Good Life, menjelaskan bahwa fear of missing out (FOMO) bisa mendorong seseorang mengeluarkan uang melebihi anggaran, bahkan untuk mempertahankan gaya hidup yang tidak terjangkau.

Kamu tidak harus menghindari semua kegiatan sosial. Cobalah mencari alternatif yang lebih hemat, seperti piknik, memasak bersama, atau sekadar mengobrol di rumah teman. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati waktu bersama orang terdekat tanpa mengorbankan keuangan.

Kamu Kesulitan Menyisihkan Uang untuk Tabungan

Kesulitan Menabung/Foto: Magnific

Menabung sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan ketika pengeluaran mulai membengkak. Kamu mungkin berjanji akan menyisihkan uang bulan depan, tetapi akhirnya menghabiskannya untuk berbagai kebutuhan dan keinginan.

Ed Snyder, salah satu pendiri sekaligus presiden direktur Oaktree Financial Advisors, menyebut ketidakmampuan menyisihkan setidaknya 5 persen pendapatan sebagai salah satu tanda seseorang mungkin hidup melampaui kemampuannya.

Sebagai langkah awal, coba sisihkan sebagian gaji segera setelah menerima penghasilan. Kamu juga bisa mengevaluasi pengeluaran yang tidak terlalu penting, seperti terlalu sering memesan makanan atau membeli barang impulsif.

Tagihan Kartu Kredit Terus Menumpuk

Tagihan Kredit Menumpuk/Foto: Magnific

Kartu kredit memang praktis untuk transaksi sehari-hari. Namun, kebiasaan menggunakannya untuk membiayai gaya hidup yang sebenarnya tidak terjangkau bisa membuat kondisi keuangan semakin sulit.

Menurut T. Michelle Jones, seorang wakil presiden direktur di Bryn Mawr Trust, penggunaan kartu kredit sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Hal ini tidak selalu bermasalah selama kamu mampu melunasi tagihannya setiap bulan.

Jika saldo utang terus menumpuk, coba evaluasi pembelian yang bisa kamu hentikan sementara dan prioritaskan pelunasan utang. Kamu juga bisa menggunakan uang tunai atau menetapkan batas belanja agar lebih sadar saat mengeluarkan uang.

Uang Selalu Habis sebelum Akhir Bulan

Uang Habis Sebelum Akhir Bulan/Foto: Magnific

Hidup dari gaji ke gaji sering membuat seseorang merasa tidak punya ruang untuk menabung. Menurut pakar pengeluaran konsumen Andrea Woroch, orang yang terbiasa hidup seperti ini terkadang menganggap gaya hidupnya sudah tidak bisa diubah.

Padahal, kamu bisa mulai dari pengeluaran kecil. Coba periksa kembali biaya langganan, kebiasaan makan di luar, atau pembelian daring yang sebenarnya tidak mendesak.

Kamu juga bisa mencoba tantangan no-spend selama 30 hari. Selama periode ini, batasi pengeluaran pada kebutuhan penting, seperti tempat tinggal, tagihan, dan bahan makanan. Cara ini bisa membantumu mengenali kebiasaan belanja yang selama ini sulit dikendalikan.

Kamu Belum Memiliki Dana Darurat

Belum Punya Dana Darurat/Foto: Magnific

Dana darurat berfungsi sebagai cadangan uang ketika terjadi hal yang tidak direncanakan. Jika seluruh pendapatan habis untuk membiayai gaya hidup, kamu mungkin tidak memiliki cukup uang saat menghadapi situasi mendesak.

Perencana keuangan R. Joseph Ritter Jr., sekaligus pendiri Zacchaeus Financial Counseling, menyarankan target awal dana darurat sekitar US$2.500 (sekitar Rp45 juta). Angka tersebut merupakan titik awal yang bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing, bukan jumlah wajib untuk semua orang.

Mulailah menyisihkan uang secara rutin sesuai kemampuan. Setelah memiliki cadangan awal, kamu bisa membangun dana darurat secara bertahap berdasarkan kebutuhan hidup dan kondisi keuanganmu.

Kalau kamu mengenali beberapa tanda tersebut, segera ubah kebiasaanmu, ya, Beauties. Mulailah dengan mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menetapkan anggaran yang realistis. Dengan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, kamu tetap bisa menikmati hidup tanpa terus-menerus merasa khawatir soal uang.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE