6 Buku Ali Hazelwood yang Wajib Masuk Reading List Sebelum The Two-Body Problem Rilis

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Selasa, 13 Oct 2026 11:00 WIB
Not in Love
Not in Love bisa jadi pilihan yang pas untuk kamu yang mencari romance Ali Hazelwood yang terasa lebih dewasa dan punya bumbu yang lebih berani/Foto: amazon.com

Nama Ali Hazelwood mungkin sudah nggak asing lagi, terutama kamu yang suka novel romance yang bikin senyum-senyum sendiri, penuh chemistry, dan dibumbui humor yang ringan. Penulis di balik The Love Hypothesis ini memang punya ciri khas dalam meracik kisah cinta dengan karakter yang nerdy, canggung, dan tentunya bikin gemas. 

Kabar terbarunya juga bikin penggemar makin antusias karena Ali resmi mengumumkan sekuel The Love Hypothesis berjudul The Two-Body Problem yang dijadwalkan terbit pada Februari 2027.

Sambil menunggu kisah Adam dan Olive berlanjut, yuk, kenalan dulu dengan beberapa rekomendasi buku karya Ali Hazelwood yang wajib masuk reading list kamu. 

Love, Theoretically

Salah satu buku Ali Hazelwood yang wajib masuk reading list adalah Love, Theoretically.
Love, Theoretically/Foto: amazon.com

Salah satu buku Ali Hazelwood yang wajib masuk reading list adalah Love, Theoretically. Novel ini mengikuti kisah Elsie Hannaway, seorang dosen fisika teoretis yang juga menjalani pekerjaan sampingan sebagai pacar sewaan demi memenuhi kebutuhan hidup. 

Masalahnya mulai rumit ketika ia bertemu Jack Smith, seorang ilmuwan eksperimental yang ternyata merupakan kakak dari salah satu kliennya. Lebih parah lagi, Jack adalah bagian dari komite perekrutan di MIT, tempat Elsie sangat ingin bekerja, sekaligus orang yang pernah menulis penelitian yang mengancam kariernya. 

Dengan trope enemies to lovers, adu argumen yang kocak, dan chemistry yang kuat, hubungan Elsie dan Jack pun perlahan berubah dari penuh konflik menjadi sesuatu yang jauh lebih romantis. 

Not in Love

Not in Love bisa jadi pilihan yang pas untuk kamu yang mencari romance Ali Hazelwood yang terasa lebih dewasa dan punya bumbu yang lebih berani/Foto: amazon.com

Kalau kamu mencari romance Ali Hazelwood yang terasa lebih dewasa dan punya bumbu yang lebih berani, Not in Love bisa jadi pilihan yang pas. Ceritanya berpusat pada Rue Siebert, seorang insinyur bioteknologi sukses yang bekerja di sebuah perusahaan rintisan yang sedang mengalami masalah finansial. 

Situasinya makin rumit ketika Eli Killgore dan rekan-rekannya datang untuk mengambil alih perusahaan tersebut. Rue menganggap langkah itu didorong oleh keserakahan dan jelas tidak menyukai Eli. Sayangnya, di tengah konflik pekerjaan mereka justru memiliki chemistry yang sulit diabaikan. 

Apalagi, Rue memang sengaja menjaga jarak dari hubungan romantis, sementara Eli perlahan berhasil membuatnya merasa aman dan berani membuka diri. Dengan trope he falls first, romance di tempat kerja, dan hubungan yang cukup intens, Not in Love menawarkan kisah cinta yang lebih rumit, penuh tarik-ulur, dan emosional.

Deep End

Deep End membawa sisi romance Ali Hazelwood ke level yang lebih panas/Foto: amazon.com

Kalau dua buku sebelumnya masih terasa cukup ringan, Deep End membawa sisi romance Ali Hazelwood ke level yang lebih panas. Ceritanya mengikuti Scarlett Vandermeer, atlet selam kompetitif di Stanford yang sedang mempersiapkan diri untuk masuk sekolah kedokteran. Ia kemudian terlibat dalam hubungan fisik yang awalnya disepakati tanpa komitmen bersama Lukas Blomqvist, kapten tim renang sekaligus atlet peraih medali emas Olimpiade. 

Namun, hubungan yang awalnya hanya dianggap sebagai secret fling ini ternyata berkembang jauh lebih dalam dari yang mereka bayangkan. Selain romance yang lebih dewasa, novel ini juga menghadirkan dinamika hubungan yang cukup intens. Mulai dari soal persahabatan, keluarga, kesehatan mental, hingga perjalanan Scarlett dalam menemukan suara dan memahami dirinya sendiri.

Check & Mate

Check & Mate menawarkan sesuatu yang sedikit berbeda karena merupakan novel young adult pertamanya/Foto: amazon.com

Bosan dengan romance berlatar dunia akademik dan karakter yang sudah dewasa? Check & Mate menawarkan sesuatu yang sedikit berbeda karena merupakan novel young adult pertamanya. Ceritanya mengikuti Mallory Greenleaf, mantan anak ajaib dalam dunia catur yang harus mengesampingkan kuliah demi merawat ibu dan dua adik perempuannya. 

Demi membantu kondisi finansial keluarganya, Mallory kembali bermain catur dan tanpa disangka justru harus berhadapan dengan Nolan Sawyer, juara catur dunia yang masih muda. Dari persaingan di atas papan catur, hubungan keduanya perlahan berkembang menjadi sesuatu yang lebih romantis. 

Check & Mate cocok buat kamu yang suka The Queen’s Gambit, tapi ingin versi yang lebih ringan dengan sentuhan romance.

Bride

Novel ini membawa pembaca ke dunia supernatural yang dihuni vampir dan manusia serigala/Foto: amazon.com

Novel ini membawa pembaca ke dunia supernatural yang dihuni vampir dan manusia serigala. Ceritanya mengikuti Misery Lark, putri dari salah satu politikus vampir paling berpengaruh, yang terpaksa menikah dengan Lowe Moreland, seorang Alpha werewolf, demi menjaga perdamaian antara dua spesies yang selama ini bermusuhan. 

Tentu saja, pernikahan yang awalnya hanya dilakukan demi kepentingan politik ini nggak berjalan sesederhana yang mereka bayangkan. Ada misteri, konflik politik, pengkhianatan, slow burn, dan chemistry yang perlahan semakin kuat di antara keduanya. Ditambah humor khas Ali Hazelwood, Bride terasa seperti perpaduan romance supernatural dan cerita politik yang cukup unik. 

Buat kamu yang suka trope marriage of convenience dengan bumbu vampir dan werewolf, buku ini layak masuk daftar bacaan.

The Love Hypothesis

The Love Hypothesis, novel yang berhasil membuat namanya semakin dikenal luas/Foto: amazon.com

Berbicara tentang Ali Hazelwood rasanya kurang lengkap tanpa The Love Hypothesis, novel yang berhasil membuat namanya semakin dikenal luas. Ceritanya mengikuti Olive Smith, mahasiswa Ph.D. Stanford yang sebenarnya nggak punya waktu untuk memikirkan cinta. Demi meyakinkan sahabatnya bahwa ia sedang menjalani kehidupan percintaan, Olive spontan mencium Adam Carlsen, seorang profesor yang terkenal dingin dan galak. 

Dari situ, keduanya sepakat menjalani hubungan pura-pura, tapi seperti yang bisa ditebak, perasaan mereka perlahan berubah menjadi sesuatu yang nyata. Dengan trope fake dating, workplace romance, chemistry yang kuat, dan humor khas Ali Hazelwood, novel ini terasa ringan sekaligus bikin susah berhenti membaca. 

Menariknya lagi, The Love Hypothesis awalnya terinspirasi dari fanfiction Star Wars sebelum dikembangkan menjadi novel dengan latar dunia akademik.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE