6 Cara Mengurangi Barang yang Tidak Lagi Digunakan di Rumah

Regitha Mandasari Putri Suryana | Beautynesia
Sabtu, 31 Oct 2026 09:00 WIB
2. Pisahkan Barang Berdasarkan Fungsinya
Pisahkan barang berdasarkan fungsinya/ Foto : Magnific

Barang yang menumpuk di rumah sering kali membuat ruangan terasa penuh dan sulit dirapikan. Mulai dari pakaian yang sudah jarang dipakai, peralatan dapur yang hanya tersimpan di lemari, hingga barang lama yang sebenarnya sudah tidak dibutuhkan.

Sayangnya, banyak orang masih menyimpannya karena merasa sayang untuk membuang atau belum tahu harus diapakan. Padahal, mengurangi barang yang tidak terpakai bisa membuat rumah lebih rapi dan memudahkan aktivitas sehari-hari. Lalu, bagaimana cara memilah barang tanpa merasa kewalahan?

Yuk, simak beberapa tips yang bisa kamu coba berikut ini!

1. Periksa Barang yang Sudah Lama Tidak Dipakai

Periksa barang yang sudah lama tidak dipakai/ Foto :Magnific

Barang yang disimpan terlalu lama terkadang terlupakan, bahkan tidak lagi sesuai dengan kebutuhan saat ini. Coba periksa pakaian yang sudah bertahun-tahun tidak dikenakan, peralatan rumah tangga yang jarang digunakan, atau barang hobi yang sudah tidak pernah disentuh. Dari sini, kamu bisa menilai apakah barang tersebut masih layak disimpan.

Namun, barang yang jarang digunakan tidak selalu harus disingkirkan. Peralatan darurat, perlengkapan khusus, atau benda yang digunakan pada waktu tertentu mungkin tetap penting. Pertimbangkan frekuensi penggunaan, kondisi barang, dan kemungkinan kebutuhan di masa depan sebelum memutuskan untuk menyimpannya atau melepaskannya.

2. Pisahkan Barang Berdasarkan Fungsinya

Pisahkan barang berdasarkan fungsinya/ Foto : Magnific

Salah satu cara untuk mengetahui barang yang masih dibutuhkan adalah mengelompokkannya berdasarkan fungsi. Misalnya, kumpulkan pakaian di satu tempat, peralatan dapur di tempat lain, lalu pisahkan dokumen, perlengkapan kerja, dan barang elektronik. Dengan begitu, kamu bisa melihat barang sejenis yang dimiliki dan mengetahui apakah ada yang jumlahnya berlebihan.

Saat memilah, periksa apakah setiap barang masih digunakan dan memiliki fungsi yang jelas. Jika kamu memiliki beberapa barang dengan kegunaan serupa, pertimbangkan untuk menyimpan yang paling sering dipakai atau kondisinya masih paling baik. Cara ini membantu mengurangi barang berlebih tanpa harus menghilangkan benda yang memang masih berguna.

3. Gunakan Batas Waktu Pemakaian untuk Menilai Kebutuhan

Gunakan batas waktu pemakaian untuk menilai kebutuhan/ Foto : Magnific

Jika sulit menentukan apakah suatu barang masih diperlukan, kamu bisa menggunakan batas waktu sebagai bahan pertimbangan. Untuk barang sehari-hari, perhatikan apakah benda tersebut pernah digunakan dalam beberapa bulan terakhir. Jika tidak, coba pikirkan alasan kamu masih menyimpannya dan apakah ada rencana nyata untuk menggunakannya kembali.

Cara ini bisa membantu mengurangi kebiasaan menyimpan barang hanya karena merasa mungkin akan membutuhkannya suatu hari nanti. Meski begitu, batas waktu perlu disesuaikan dengan jenis barang. Pakaian musiman, perlengkapan acara tertentu, dan alat darurat sebaiknya tidak dinilai dengan patokan yang sama seperti barang yang digunakan setiap hari.

4. Sumbangkan Barang yang Masih Layak Pakai

Sumbangkan barang yang masih layak pakai/ Foto : Magnific

Tidak semua barang yang sudah tidak dibutuhkan harus berakhir di tempat sampah. Pakaian, buku, mainan, peralatan rumah tangga, atau barang lain yang masih berfungsi dapat disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Dengan begitu, barang yang tidak lagi digunakan tetap memiliki manfaat bagi orang lain.

Sebelum menyumbangkan barang, pastikan kondisinya masih layak, bersih, dan aman digunakan. Cari tahu juga kebutuhan penerima atau lembaga donasi agar barang yang diberikan benar-benar bermanfaat. Hindari menyumbangkan barang rusak atau tidak layak hanya karena ingin segera mengosongkan rumah.

5. Daur Ulang atau Buang Barang yang Sudah Rusak

Daur ulang atau buang barang yang sudah rusak/ Foto : Magnific

Barang yang rusak dan tidak bisa diperbaiki sebaiknya tidak terus disimpan tanpa alasan yang jelas. Periksa apakah benda tersebut masih bisa diperbaiki, digunakan untuk keperluan lain, atau didaur ulang. Kardus, kertas, botol, dan beberapa jenis kemasan dapat dipilah sesuai kategori untuk disalurkan ke tempat daur ulang.

Sementara itu, barang elektronik, baterai, lampu tertentu, dan benda yang mengandung bahan berbahaya perlu ditangani secara khusus. Jangan langsung mencampurkannya dengan sampah rumah tangga biasa. Cari informasi mengenai tempat pengumpul limbah atau layanan pengelolaan limbah yang sesuai di daerahmu agar barang tersebut dapat dibuang dengan aman.

6. Atur Barang yang Diputuskan untuk Tetap Disimpan

Atur barang yang diputuskan untuk tetap disimpan/ Foto : Magnific

Setelah memilah barang, langkah selanjutnya adalah menata benda yang memang masih dibutuhkan. Gunakan kotak penyimpanan, rak, atau pembatas laci agar barang sejenis mudah ditemukan. Letakkan benda yang sering digunakan di tempat yang mudah dijangkau, sedangkan perlengkapan sesekali bisa disimpan di area yang lebih jarang diakses.

Pastikan setiap barang memiliki tempat penyimpanan yang jelas. Hindari memasukkan terlalu banyak benda ke dalam satu kotak hanya agar semuanya tidak terlihat. Tujuan mengurangi barang bukan sekadar membuat rumah tampak rapi, tetapi juga memudahkan kamu mengambil dan mengembalikan barang setelah digunakan.

Beauties, itu dia cara mengurangi barang yang tidak lagi digunakan di rumah. Jangan lupa menerapkannya, ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE