1. Awali dari pikiran, tentukan minimalist lifestyle seperti apa yang kamu inginkan
Semua diawali dari mindset. Setiap orang boleh saja memiliki definisi minimalist lifestyle-nya masing-masing. Karena itu buatlah patokan minimalist lifestyle seperti apa yang kamu inginkan, asalkan masih dalam koridor ‘sederhana’. Apakah hidup minimalis itu hanya memiliki sedikit barang? Atau berhenti membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan? Atau pindah ke rumah yang lebih kecil?
Tidak ada ketentuan hidup minimalis yang paling benar, jadi tentukan tujuan yang jelas tentang minimalist lifestyle versimu sendiri yang nanti akan kamu jalani. Sebagai inspirasi, kamu bisa melakukan traveling dengan menginap di tempat yang luasnya sesuai dengan persepsi kamu tentang minimalist lifestyle. Tinggal di ruangan yang kamu bayangkan akan mempermudah kamu dalam merencanakan masa depan dengan gaya hidup minimalis.
2. Menerapkan minimalist lifestyle dengan beres-beres rumah sambil kurangi barang-barang yang tidak diperlukan lagi
Kalau kamu mengikuti sepak terjang Marie Kondo, beres-beres rumah ala KonMari merupakan salah satu aspek dari gaya hidup minimalis alias minimalist lifestyle. Itulah cara mudah terapkan minimalist lifestyle, kurangi barang-barang yang tidak kamu perlukan lagi.
Kalau dalam kamus Marie Kondo, cukup simpanlah barang-barang yang membuatmu bahagia a.k.a sparks a joy. Sebagai catatan, kamu tidak perlu buru-buru membuang semua yang dianggap ‘tidak membahagiakan’, tapi lakukan saja secara bertahap. Rajinlah beres-beres, sedikit demi sedikit akan ketahuan mana barang yang benar-benar kamu perlukan dan tidak.
5. Kalau beli barang baru, pilih yang berkualitas dan bermakna untuk kamu
Dengan demikian, barang tersebut akan awet, tahan lama, sehingga kamu pun tidak perlu sering-sering beli barang baru. Ingat juga, akan lebih menyenangkan mengisi rumah dengan satu barang yang benar-benar kamu sukai daripada membuat rumah penuh dengan barang-barang yang kamu sukai setengah-setengah.
6. Tidak perlu terlalu keras terhadap diri sendiri, jalani gaya hidup minimalis dengan enjoy dan terus berusaha menjadi lebih baik
Artinya, maafkan dirimu sendiri jika mungkin nanti target yang kamu canangkan untuk hidup minimalis tidak tercapai 100 persen. Namun jangan pula jadikan itu sebagai batu sandungan, alasan yang kamu buat-buat untuk menyerah. Kamu masih bisa mencobanya lagi besok, besoknya lagi, dan seterusnya.