6 Kalimat Toxic di Tempat Kerja yang Bisa Bikin Mental Terkuras, Pernah Dengar?

Retno Anggraini | Beautynesia
Senin, 28 Sep 2026 16:30 WIB
Kalimat Toxic di Tempat Kerja yang Bisa Bikin Mental Terkuras/Foto: Magnific.com/katemangostar

Kalimat toxic di tempat kerja kadang muncul dalam percakapan yang kelihatannya sepele. Misalnya, saat kamu sedang mencoba menyampaikan sesuatu yang membuat kamu tidak nyaman. Ucapannya mungkin tidak terdengar seperti hinaan, tetapi bisa meninggalkan kesan diremehkan, tidak didengar, atau malah membuat kamu berpikir dua kali sebelum bicara lagi.

Hal seperti ini juga bisa terjadi tanpa disadari oleh orang yang mengucapkannya. Dalam wawancara dengan HuffPost, Mary Abbajay dari Careerstone Group dan Lawrese Brown dari C-Track Training mengidentifikasi sejumlah ucapan yang bisa berdampak buruk pada komunikasi di tempat kerja.

Mulai dari kalimat yang terdengar meremehkan sampai respons yang membuat kekhawatiran seseorang terasa tidak valid, yuk, kenali 6 kalimat toxic di tempat kerja berikut dan pahami kenapa ucapan yang terdengar biasa bisa membuat suasana kerja terasa tidak nyaman.

1. Jangan Tersinggung, Tapi...


Jangan tersinggung, tapi..., kalimat toxic yang merendahkan/Foto: Magnific.com/DC Studio

Pernah mendengar seseorang membuka kritik dengan kalimat, "Jangan tersinggung, tapi..."? Sekilas, ucapan ini terdengar seperti usaha untuk membuat komentar yang akan disampaikan terasa lebih halus.

Namun, mengatakan frasa seperti "Jangan salah paham, ya, tapi..." atau "Bukan maksud merendahkan, tapi..." justru bisa menjadi tanda bahwa pembicara tidak menghormati sudut pandang orang lain. Abbajay bahkan menceritakan pengalamannya ketika seorang manajer berkata, "Maaf, ya, tapi pengalaman saya soal membangun tim jauh lebih banyak daripada yang kamu ketahui..."

Perkataan ini membuat Abbajay memutuskan untuk tidak mengambil pekerjaan itu. Menurut Abbajay, tambahan frasa "Maaf, ya" justru membuat perkataan tersebut terasa semakin merendahkan, seolah-olah pembicara sedang menegaskan bahwa dirinya tidak menghargai pendapat lawan bicara.

(naq/naq)