6 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Mulai Menjauh dari Pertemanan

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Jumat, 02 Oct 2026 20:30 WIB
3. “Aku lagi sibuk banget”
Kesibukan memang bisa membuat seseorang kehilangan waktu untuk berkomunikasi dengan teman. Namun, jika alasan ini terus muncul tanpa adanya usaha untuk kembali terhubung, bisa jadi pertemanan tersebut bukan lagi menjadi prioritas./ Foto: magnific.com/teksomolika

Tidak selalu mudah membedakan teman yang sedang mengalami masa sulit dengan seseorang yang perlahan mulai menjauh dari pertemanan. Apalagi, tidak semua sahabat berbicara setiap hari sehingga perubahan kecil dalam komunikasi terkadang sulit disadari.

Seseorang yang sedang sibuk dengan urusannya sendiri atau merasa frustrasi terhadap hubungan pertemanan mungkin memilih untuk membiarkan hubungan tersebut perlahan merenggang daripada menghadapi pertengkaran besar. Mereka mungkin tidak secara terang-terangan mengatakan ingin mengakhiri pertemanan, tetapi perubahan sikap dan beberapa kalimat yang diucapkan bisa menjadi petunjuk.

Lalu, apa saja kalimat yang mungkin sering diucapkan seseorang ketika mulai menjauh dari pertemanan? Yuk, cari tahu, Beauties!

1. “Mungkin lain kali”

“Mungkin lain kali” bisa terdengar seperti penolakan yang sederhana, tetapi jika terus diucapkan tanpa ada usaha membuat rencana baru, bisa menjadi tanda seseorang mulai menjauh. Perhatikan apakah mereka masih berinisiatif menjaga komunikasi dan pertemanan./ Foto: magnific.com/katemangostar

“Mungkin lain kali” bisa terdengar seperti penolakan yang sederhana, tetapi jika terus diucapkan tanpa ada usaha membuat rencana baru, bisa menjadi tanda seseorang mulai menjauh. Perhatikan apakah mereka masih berinisiatif menjaga komunikasi dan pertemanan./ Foto: magnific.com/katemangostar

Seseorang yang tidak lagi terlalu tertarik mempertahankan pertemanan belum tentu akan mengatakan secara langsung bahwa mereka ingin mengakhirinya. Alih-alih melakukan percakapan serius, mereka mungkin memilih untuk perlahan menarik diri.

Salah satu caranya adalah semakin jarang membalas pesan, membatalkan rencana, atau tidak pernah lagi menjadi pihak yang mengajak bertemu terlebih dahulu. Ketika diajak membuat janji, jawaban seperti “mungkin lain kali” pun mulai sering muncul.

Satu kali menolak ajakan tentu bukan berarti seseorang ingin mengakhiri pertemanan. Namun, jika kalimat tersebut terus muncul tanpa pernah diikuti usaha untuk menentukan waktu lain, kurangnya usaha tersebut bisa menjadi petunjuk.

2. “Banyak yang sudah terjadi”

Ketika seseorang mulai menjauh, mereka mungkin tidak lagi nyaman menceritakan kehidupan pribadi kepada teman. Kalimat “banyak yang sudah terjadi” dapat menunjukkan bahwa kedekatan dan rasa aman dalam pertemanan mulai berkurang./ Foto: magnific.com/wirestock

Ketika seseorang mulai menjauh, mereka mungkin tidak lagi nyaman menceritakan kehidupan pribadi kepada teman. Kalimat “banyak yang sudah terjadi” dapat menunjukkan bahwa kedekatan dan rasa aman dalam pertemanan mulai berkurang./ Foto: magnific.com/wirestock

Salah satu tanda pertemanan mulai merenggang adalah ketika seseorang yang sebelumnya sangat terbuka tiba-tiba berhenti membagikan cerita pribadi. Hal-hal yang dulu dengan mudah diceritakan kini hanya dijawab secara singkat.

Kalimat “banyak yang sudah terjadi” mungkin muncul ketika akhirnya bertemu setelah lama tidak berkomunikasi. Namun, jika tidak ada lagi keinginan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bisa jadi hubungan tersebut sudah tidak lagi dianggap sebagai ruang yang aman untuk berbagi.

Penelitian mengenai hubungan dekat menunjukkan bahwa menarik diri dan mengurangi keterbukaan dapat menjadi tanda adanya masalah dalam sebuah hubungan. Hal serupa juga dapat terjadi dalam pertemanan.

3. “Aku lagi sibuk banget”

Kesibukan memang bisa membuat seseorang kehilangan waktu untuk berkomunikasi dengan teman. Namun, jika alasan ini terus muncul tanpa adanya usaha untuk kembali terhubung, bisa jadi pertemanan tersebut bukan lagi menjadi prioritas./ Foto: magnific.com/teksomolika

Kesibukan memang bisa membuat seseorang kehilangan waktu untuk berkomunikasi dengan teman. Namun, jika alasan ini terus muncul tanpa adanya usaha untuk kembali terhubung, bisa jadi pertemanan tersebut bukan lagi menjadi prioritas./ Foto: magnific.com/teksomolika

“Aku lagi sibuk banget” merupakan alasan yang sangat wajar ketika seseorang tidak sempat membalas pesan atau bertemu. Setiap orang tentu memiliki pekerjaan, keluarga, dan berbagai tanggung jawab yang harus diprioritaskan.

Namun, menurut penelitian tentang komunikasi interpersonal, kualitas interaksi juga dipengaruhi oleh seberapa jauh seseorang membuat lawan bicaranya merasa didengar dan diperhatikan.

Jika seseorang masih ingin mempertahankan pertemanan, biasanya akan ada usaha untuk kembali menghubungi atau menanyakan kabar ketika sudah memiliki waktu. Sebaliknya, jika alasan sibuk terus berulang dan tidak pernah ada inisiatif untuk terhubung kembali, mungkin ada masalah yang lebih dalam.

4. “Yang datang siapa aja?”

Pertanyaan tentang siapa saja yang akan hadir dalam sebuah acara bisa menunjukkan perubahan kenyamanan seseorang dalam pertemanan. Mereka mungkin lebih nyaman berada dalam situasi kelompok daripada menghabiskan waktu berdua./ Foto: magnific.com

Pertanyaan tentang siapa saja yang akan hadir dalam sebuah acara bisa menunjukkan perubahan kenyamanan seseorang dalam pertemanan. Mereka mungkin lebih nyaman berada dalam situasi kelompok daripada menghabiskan waktu berdua./ Foto: magnific.com

Ketika hubungan pertemanan mulai terasa canggung, suasana dalam sebuah pertemuan sosial juga dapat berubah. Seseorang mungkin mulai bertanya, “Yang datang siapa aja?” sebelum memutuskan untuk ikut.

Dalam situasi kelompok, orang sering kali secara tidak sadar mengambil peran tertentu. Jika seseorang sudah tidak merasa nyaman dengan satu teman, kehadiran orang lain dapat membuat interaksi terasa lebih mudah.

Karena itu, perhatikan juga apakah teman tersebut masih nyaman bertemu secara langsung berdua. Jika mereka hanya terlihat antusias ketika ada banyak orang lain, mungkin mereka sedang berusaha menghindari interaksi yang terasa semakin dangkal atau canggung.

5. “Aku capek banget”

“Aku capek banget” memang bisa berarti seseorang benar-benar membutuhkan istirahat. Namun, jika alasan tersebut terus digunakan untuk menghindari pertemuan, mungkin ada kelelahan emosional dalam hubungan yang perlu diperhatikan./ Foto: magnific.com

“Aku capek banget” memang bisa berarti seseorang benar-benar membutuhkan istirahat. Namun, jika alasan tersebut terus digunakan untuk menghindari pertemuan, mungkin ada kelelahan emosional dalam hubungan yang perlu diperhatikan./ Foto: magnific.com

Teman yang mulai menjauh terkadang menggunakan alasan lelah untuk menghindari masalah yang sebenarnya sedang mereka rasakan. Akan tetapi, rasa lelah tersebut juga mungkin muncul karena interaksi dalam pertemanan sudah terasa menguras energi.

Ketika bertemu tidak lagi membuat seseorang merasa lebih nyaman atau bersemangat, melainkan justru merasa diabaikan dan tidak didengar, hubungan tersebut lama-kelamaan dapat terasa melelahkan.

Seiring kehidupan menjadi semakin sibuk, seseorang biasanya akan semakin selektif dalam menentukan hubungan dan aktivitas yang ingin diprioritaskan. Pertemanan yang terus terasa menguras energi pun berpotensi semakin jarang mendapat perhatian.

6. “Aku cuma butuh waktu sendiri”

Membutuhkan waktu sendiri merupakan hal yang sehat dan wajar dalam kehidupan sosial. Namun, jika terus digunakan untuk menghindari satu pertemanan hingga orang lain merasa tidak lagi menjadi prioritas, hal ini bisa menjadi tanda hubungan mulai merenggang./ Foto: magnific.com

Membutuhkan waktu sendiri merupakan hal yang sehat dan wajar dalam kehidupan sosial. Namun, jika terus digunakan untuk menghindari satu pertemanan hingga orang lain merasa tidak lagi menjadi prioritas, hal ini bisa menjadi tanda hubungan mulai merenggang./ Foto: magnific.com

Setiap orang tentu membutuhkan me time. Mengambil jarak dari lingkungan sosial untuk beristirahat dan fokus pada diri sendiri justru bisa menjadi kebiasaan yang sehat.

Namun, situasinya berbeda jika seseorang terus-menerus mengisolasi diri dari satu hubungan tertentu. Apalagi jika teman lainnya mulai merasa selalu dikesampingkan dan tidak pernah menjadi prioritas.

Bagi orang yang merasa tidak nyaman melakukan komunikasi secara langsung, menjauh perlahan atau bahkan melakukan ghosting mungkin terasa lebih mudah daripada mengatakan bahwa mereka tidak ingin melanjutkan pertemanan.

Pernah mendengar salah satu kalimat ini dari teman yang tiba-tiba menjauh? Menurutmu, mana yang paling terasa familiar, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE