Saat ini, semakin banyak selebriti yang juga mengambil peran menjadi seorang aktivis. Hal ini terbukti dari makin banyaknya pergerakan yang dipelopori ataupun diramaikan dengan peran dari para selebriti tersebut.
Mulai dari dukungan moral hingga dukungan finansial telah diberikan oleh para selebriti perempuan untuk berbagai kepentingan sosial. Dilansir dari Teen Vogue, inilah beberapa selebriti perempuan yang dikenal sering terlibat dalam aksi tujuan mulia.
Nina Simone
Nina Simone (Foto: Instagram/ninasimone) |
Penyanyi ikonis ini memiliki julukan lain, yakni Suara Pergerakan Hak Rakyat. Hal ini dikarenakan banyak dari lagu-lagunya merupakan cerminan sempurna dari kerusuhan pada tahun ‘60-an.
Simone menulis lagu “Mississippi Goddam” sebagai respons dari pengeboman Gereja Baptis di jalan nomor 16 Birmingham, Alabama. Kejadian itu menewaskan empat perempuan berkulit hitam yang berada di lokasi kejadian.
Lirik dari lagu tersebut membuatnya dilarang untuk diputar di negara bagian selatan dan banyak kaset rekaman yang dikirim ke radio kembali dalam keadaan hancur. Lagu Simone lainnya yang berjudul “Young, Gifted, and Black” juga menjadi salah satu lagu tema dalam suatu pergerakan.
Audrey Hepburn
Audrey Hepburn (Foto: Twitter/SoAudreyHepburn) |
Audrey Hepburn kecil dan keluarganya yang hidup pada masa Perang Dunia II bergantung pada donasi makanan dan obat-obatan. Hal itu membuatnya fokus menjadi Duta Niat Baik UNICEF ketika ia pensiun dari dunia perfilman.
Hepburn mengumpulkan uang, mengunjungi banyak negara, dan terus bekerja untuk yayasan sembari berjuang melawan kanker yang menggerogoti tubuhnya. Mulai dari tahun 1988 hingga 1992, ia juga telah melelang kostum filmnya yang terkenal untuk memberikan air bersih, makanan, dan obat-obatan untuk anak di seluruh dunia.
Angelina Jolie
Angelina Jolie (Foto: Twitter/angelinajolie) |
Dedikasi Jolie terhadap pekerjaan sosial merupakan perwujudan dari hasrat terdalam dirinya. Ia telah bekerja sama dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi sejak awal tahun 2000-an dan telah mengunjungi negara-negara yang terlibat perang.
Jolie telah melakukan lebih dari 60 misi lapangan untuk membantu pengungsi menemukan tempat aman. Pada tahun 2012, ia ditunjuk sebagai Utusan Spesial UNHCR untuk mengembangkan tugas advokasinya ke tingkatan diplomatik.
Pada tahun yang sama, Jolie juga mempelopori lahirnya satuan yang disebut Preventing Sexual Violence in Conflict Initiative (PSVI). Tugas dari satuan itu adalah mengakhiri impunitas atas kekerasan seksual zona perang di seluruh dunia sambil menyediakan sumber daya dan perawatan kesehatan bagi para penyintas.