7 Alasan Kenapa Serial High Potential Wajib Ditonton, Bikin Penasaran dari Awal hingga Akhir

Retno Anggraini | Beautynesia
Selasa, 08 Sep 2026 08:30 WIB
Alasan Kenapa High Potential Wajib Banget Ditonton, Bikin Penasaran dari Awal hingga Akhir/Foto: Instagram.com/highpotentialabc

Beauties, kalau kamu sedang mencari serial kriminal yang tidak terlalu berat, tetapi tetap punya kasus misteri yang bikin penasaran, High Potential wajib banget masuk watchlist. Serial yang dibintangi Kaitlin Olson sebagai Morgan Gillory ini memadukan kriminal, komedi, drama, dan procedural dalam satu cerita.

Premisnya mengikuti seorang single mom dengan kemampuan luar biasa dalam melihat detail dan pola yang kemudian direkrut sebagai konsultan LAPD (Los Angeles Police Department). Morgan bekerja bersama detektif Adam Karadec yang jauh lebih patuh pada aturan. Meski begitu, daya tarik High Potential sebenarnya tidak berhenti pada premis perempuan jenius yang membantu polisi.

Karakter Morgan, kasus-kasus dengan twist, humor yang muncul di tengah investigasi, sampai kehidupan keluarga Morgan membuat serial ini punya keunikan tersendiri. Penasaran apa yang membuat High Potential begitu menarik? Yuk, simak alasannya berikut ini!

1. Morgan Gillory, Sosok Genius yang Bikin High Potential Berbeda


Morgan Gillory, single mom genius yang jadi konsultan LAPD di High Potential/Foto: Instagram.com/highpotentialabc

Salah satu alasan utama High Potential menarik untuk ditonton tentu saja karena karakter Morgan Gillory. Diperankan oleh Kaitlin Olson, Morgan bukan detektif berpengalaman yang sejak awal bekerja di kepolisian.

Morgan merupakan seorang single mom yang pada awal cerita bekerja sebagai cleaning service di LAPD. Namun, kemampuannya melihat detail yang sering terlewat dan menghubungkan berbagai informasi membuatnya mampu membantu memecahkan kasus. Dari situlah Morgan akhirnya mendapat kesempatan menjadi konsultan untuk Major Crimes.

Hal yang membuat karakter Morgan semakin menarik adalah kecerdasannya tidak membuat hidup Morgan otomatis sempurna. Ia tetap harus mengurus anak, menghadapi persoalan pribadi, dan belajar memahami dunia kepolisian yang memiliki banyak aturan. Cara berpikirnya yang spontan juga sering berbenturan dengan Karadec yang lebih terstruktur.

(naq/naq)