7 Bahasa Tubuh yang Perlu Dihindari Agar Terlihat Positif

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Kamis, 08 Oct 2026 09:00 WIB
4. Membungkuk saat Berdiri atau Duduk
Membungkuk saat berdiri atau duduk/ Foto: Pexels.com/ Ivan S

Beauties, ketika berkomunikasi dengan orang lain, kata-kata bukan satu-satunya hal yang dapat memengaruhi bagaimana seseorang melihat kita. Cara berdiri, posisi tangan, ekspresi wajah, hingga arah pandangan juga dapat memberikan kesan tertentu kepada lawan bicara.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sederhana seperti menyilangkan tangan, menghindari kontak mata, atau memainkan benda di sekitar dapat membuat seseorang terlihat kurang percaya diri, tidak tertarik, atau merasa tidak nyaman. Padahal, belum tentu hal tersebut sesuai dengan apa yang sebenarnya sedang dirasakan.

Bahasa tubuh memang tidak selalu memiliki arti yang sama dalam setiap situasi. Kondisi, konteks percakapan, serta kebiasaan seseorang juga dapat memengaruhi bagaimana sebuah gerakan ditafsirkan. Meski begitu, memperhatikan gerakan tubuh tetap dapat menjadi salah satu cara agar terlihat positif ketika sedang berinteraksi.

Dilansir dari Verywell Mind dan ZandaX, terdapat sejumlah kesalahan bahasa tubuh yang cukup umum dilakukan dan dapat memengaruhi kesan yang muncul saat seseorang berkomunikasi. Beberapa di antaranya berkaitan dengan postur tubuh, kontak mata, posisi tangan, hingga ekspresi wajah.

Lantas, apa saja bahasa tubuh yang sebaiknya dihindari agar dapat memberikan kesan yang lebih positif? Simak selengkapnya berikut ini, Beauties.

1. Menyilangkan Tangan di Depan Tubuh

Menyilangkan tangan di depan tubuh/ Foto: Pexels.com/ Tiger Lily

Menyilangkan tangan merupakan salah satu kebiasaan yang mungkin dilakukan tanpa sadar ketika sedang berdiri atau duduk. Posisi tersebut sebenarnya tidak selalu memiliki arti negatif.

Seseorang bisa saja menyilangkan tangan karena merasa nyaman, kedinginan, atau sekadar sudah terbiasa melakukannya. Namun, dalam situasi tertentu, posisi tangan yang menyilang dapat memberikan kesan tubuh yang lebih tertutup. Lawan bicara mungkin dapat menangkapnya sebagai tanda bahwa seseorang sedang defensif, kurang terbuka, atau tidak terlalu tertarik dengan percakapan.

Jika sedang berada dalam situasi yang membutuhkan keterbukaan, kamu dapat mencoba membiarkan kedua tangan berada dalam posisi yang lebih rileks. Misalnya, letakkan tangan di samping tubuh ketika berdiri atau di atas paha ketika sedang duduk.

Bukan berarti kamu harus terus memikirkan posisi tangan sepanjang percakapan. Namun, menyadari kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu cara agar terlihat positif dan lebih terbuka ketika berinteraksi dengan orang lain.

2. Menghindari Kontak Mata

Menghindari kontak mata/ Foto: Pexels.com/ SHVETS production

Kontak mata menjadi salah satu bagian penting dalam komunikasi nonverbal. Ketika berbicara dengan seseorang, terlalu sering melihat ke arah lain dapat membuat lawan bicara merasa bahwa dirinya kurang diperhatikan.

Kurangnya kontak mata dapat memberikan kesan seseorang tidak tertarik, tidak percaya diri, atau kurang terlibat dalam percakapan. Meski begitu, melakukan kontak mata bukan berarti harus terus menatap mata lawan bicara tanpa jeda.

Kontak mata yang terlalu intens juga dapat terasa tidak nyaman. Karena itu, kamu dapat melakukan kontak mata secara natural sambil sesekali mengalihkan pandangan.

Hal sederhana tersebut dapat membantu menciptakan interaksi yang terasa lebih nyaman. Jika ingin mengetahui bahasa tubuh yang dapat terlihat positif, menjaga kontak mata secara wajar bisa menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan.

3. Terlalu Sering Memainkan Benda di Sekitar

Terlalu sering memainkan benda di sekitar/ Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project

Pernah memainkan pulpen ketika sedang berbicara atau menggoyangkan kaki saat duduk? Kebiasaan tersebut mungkin terasa sepele dan dilakukan secara otomatis. Namun, gerakan yang dilakukan berulang kali dapat menarik perhatian orang lain.

Kebiasaan seperti memainkan benda, mengetukkan jari, atau melakukan gerakan kecil secara terus-menerus dapat membuat seseorang terlihat gelisah atau gugup. Dalam situasi tertentu, hal tersebut juga dapat mengganggu fokus lawan bicara.

Untuk mengatasinya, cobalah menyadari kapan kebiasaan tersebut muncul. Jika sedang berbicara dalam situasi formal, kamu dapat meletakkan tangan dengan posisi yang lebih rileks daripada terus memainkan benda di sekitar.

Tidak perlu memaksa tubuh untuk diam sepenuhnya. Gerakan tangan saat berbicara tetap dapat dilakukan selama terlihat natural dan tidak berlebihan. Dengan begitu, bahasa tubuh yang ditampilkan tetap terasa nyaman tanpa memberikan kesan terlalu gugup.

4. Membungkuk saat Berdiri atau Duduk

Membungkuk saat berdiri atau duduk/ Foto: Pexels.com/ Ivan S

Postur tubuh juga menjadi bagian dari komunikasi nonverbal yang sering kali luput diperhatikan. Duduk atau berdiri dengan posisi terlalu membungkuk dapat membuat tubuh terlihat kurang berenergi dan tidak terlalu siap mengikuti percakapan.

Sebaliknya, menjaga tubuh tetap tegak dapat memberikan kesan yang lebih percaya diri. Namun, bukan berarti kamu harus membuat punggung terlalu kaku atau memaksakan posisi tubuh tertentu.

Cobalah menjaga bahu tetap rileks, punggung dalam posisi tegak, dan kepala tidak terlalu menunduk. Posisi tersebut dapat membuat tubuh terlihat lebih terbuka dan siap berinteraksi. Postur yang baik juga tidak hanya berkaitan dengan penampilan.

Posisi tubuh merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika ingin memperbaiki bahasa tubuh dalam komunikasi sehari-hari. Jadi, jika sedang mencari cara agar terlihat positif, kamu dapat mulai memperhatikan postur tubuh ketika sedang berbicara maupun mendengarkan orang lain.

5. Menopang Wajah dengan Tangan

Menopang wajah dengan tangan/ Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Duduk sambil menopang pipi atau dagu dengan tangan memang terasa nyaman, terutama ketika sedang berada dalam posisi duduk untuk waktu yang cukup lama. Namun, gerakan tersebut dapat memberikan kesan berbeda ketika dilakukan saat seseorang sedang berbicara dengan kita.

Dalam situasi tertentu, menopang wajah dapat membuat seseorang terlihat bosan, lelah, atau kurang tertarik dengan percakapan. Kesan tersebut tentu bisa berbeda tergantung konteks dan ekspresi wajah yang menyertainya.

Jika sedang berada dalam percakapan penting, kamu dapat mencoba meletakkan tangan di atas paha atau meja. Posisi duduk yang lebih tegak juga dapat membantu menunjukkan bahwa kamu sedang memperhatikan.

Kamu juga bisa memberikan respons sederhana seperti mengangguk atau memberikan ekspresi yang sesuai dengan pembicaraan. Hal tersebut dapat membantu membuat bahasa tubuh yang dapat terlihat positif menjadi lebih natural.

6. Terlalu Sering Melihat Ponsel

Terlalu sering melihat ponsel/ Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Ponsel memang sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Namun, kebiasaan mengecek layar ketika sedang berbicara dengan seseorang dapat memengaruhi kualitas interaksi.

Ketika perhatian terus berpindah dari lawan bicara ke layar ponsel, orang lain dapat menangkap kesan bahwa kita sedang tidak benar-benar mendengarkan. Hal tersebut juga dapat membuat percakapan terasa kurang personal.

Karena itu, jika sedang berada dalam percakapan penting, cobalah menyimpan ponsel terlebih dahulu atau meletakkannya di tempat yang tidak terlalu mudah menarik perhatian. Memberikan perhatian penuh tidak berarti harus selalu menatap lawan bicara. Kamu tetap bisa mengalihkan pandangan sesekali secara natural.

Yang terpenting, hindari kebiasaan terus-menerus memeriksa ponsel ketika orang lain sedang berbicara. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi salah satu cara agar terlihat positif, terutama ketika kamu ingin menunjukkan bahwa kamu menghargai orang yang sedang berbicara denganmu.

7. Memasang Ekspresi Wajah yang Terlalu Serius

Memasang ekspresi wajah yang terlalu serius/ Foto: Pexels.com/ Mizuno K

Ekspresi wajah menjadi salah satu bagian yang paling mudah diperhatikan ketika berinteraksi. Tanpa disadari, wajah yang terlalu serius ketika sedang diam dapat membuat orang lain mengira bahwa kita sedang marah, tidak nyaman, atau tidak ingin diajak berbicara. Ekspresi wajah yang lebih santai dan senyum yang sesuai dengan situasi dapat membantu memberikan kesan yang lebih positif dalam interaksi. Namun, bukan berarti kamu harus tersenyum sepanjang waktu.

Memaksakan senyum justru dapat membuat ekspresi terlihat tidak natural. Lebih baik sesuaikan ekspresi dengan topik pembicaraan. Ketika mendengarkan cerita menyenangkan, misalnya, kamu dapat menunjukkan senyum atau ekspresi antusias.

Sementara itu, ketika sedang membicarakan sesuatu yang serius, ekspresi yang lebih tenang tentu lebih sesuai. Dengan menyesuaikan ekspresi wajah berdasarkan situasi, bahasa tubuh yang dapat terlihat positif akan terasa lebih natural dan tidak dibuat-buat.

Beauties, memberikan kesan positif kepada orang lain sebenarnya tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Hal-hal sederhana seperti menjaga postur tubuh, memberikan kontak mata secara wajar, memperhatikan lawan bicara, hingga mengontrol kebiasaan kecil dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih nyaman.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa bahasa tubuh tidak memiliki arti yang mutlak. Satu gerakan yang sama dapat memiliki makna berbeda tergantung situasi, budaya, hubungan dengan lawan bicara, hingga kebiasaan masing-masing orang. Karena itu, kamu tidak perlu terlalu memikirkan setiap gerakan tubuh yang dilakukan. Jadikan beberapa hal di atas sebagai bahan evaluasi jika kamu ingin memperbaiki cara berkomunikasi.

Pada akhirnya, salah satu cara agar terlihat positif bukan dengan berusaha membuat setiap gerakan terlihat sempurna, melainkan dengan menunjukkan perhatian, keterbukaan, dan rasa nyaman ketika berinteraksi dengan orang lain. Dengan begitu, bahasa tubuh yang dapat terlihat positif pun akan muncul secara lebih natural, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE