7 Cara Mengenali Rekan Kerja dengan Kecerdasan Emosional Rendah
Beauties, setiap hari kita berjumpa dengan berbagai karakter berbeda setiap orang. Tak bisa dimungkiri dengan kemungkinan bertemu orang yang memiliki kecerdasan emosional rendah.
Dalam dunia kerja, orang dengan kecerdasan emosional rendah bisa memengaruhi banyak hal. Mulai dari caranya menjalin hubungan sosial, mengatur emosi, hingga proses mengambil keputusan.
Terkadang perilaku orang dengan kecerdasan emosional rendah tersebut bisa merugikan orang di sekitarnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengenali rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah agar kamu tidak terkena dampaknya. Simak selengkapnya di sini, yuk!
1. Suka Menyela Pembicaraan Orang Lain
Ilustrasi menyela pembicaraan/Foto: Magnific.com/freepik
Melansir Positive Leader, tanda rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah adalah suka menyela pembicaraan orang lain. Mereka menyela sebelum orang lain selesai berbicara, mendominasi rapat, dan tampak tidak menyadari kontribusi orang lain.
Mereka kurang memiliki kesadaran diri dan kesulitan mengenali kebutuhan komunikasi orang lain. Padahal, mendengarkan dengan seksama, baru berbicara sangat penting. Orang yang terbiasa menyela pembicaraan cenderung tidak disukai banyak orang.
2. Tidak Bisa Menerima Kritik
Saran dan kritik dalam dunia kerja adalah hal wajar. Namun, orang dengan kecerdasan emosional rendah sering kali sulit menerima kritik tersebut karena merasa kekurangan dirinya diserang.
Padahal, baik itu diberi saran atau kritik, dapat mendukung seseorang menjadi pribadi terbaik. Orang dengan kecerdasan emosional rendah kesulitan melihat kesalahannya sendiri. Lalu, saat orang lain menyinggungnya, mereka akan bersikap defensif.
3. Tidak Mampu Mengendalikan Emosi
Ilustrasi marah/Foto: Magnific.com
Cara mengenali rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah selanjutnya adalah tidak bisa mengatur dan mengendalikan emosinya dengan baik. Melansir Psychology Today, mereka bisa bersikap keras dan meledak marah tanpa alasan pada orang lain di sekitarnya.
Bahkan, mereka pun mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan positif dengan rekan kerja. Alhasil, mereka tidak bisa mempertahankan hubungan baik dengan rekan kerja atau kolega.
4. Menyalahkan Alih-Alih Mengakui Kesalahan
Bekerja sama dengan rekan kerja ber-EQ rendah bisa menguras energi. Apalagi saat mereka melakukan sebuah kesalahan.
Alih-alih mengakui dan bertanggung jawab, yang mereka lakukan adalah menyalahkan orang lain, keadaan, atau faktor eksternal lainnya. Mereka tidak ingin dirinya menjadi sumber utama kesalahan, walau sebenarnya mereka salah. Orang dengan kecerdasan emosional rendah lebih suka menyalahkan daripada mengakuinya.
Padahal dengan mengakui tersebut dapat membuat masalah teratasi dengan benar. Namun, mengambil tanggung jawab untuk mengakui kesalahan terasa mengancam untuknya. Hal ini terjadi karena mereka belum mengembangkan keterampilan emosional untuk memisahkan kesalahan dari harga dirinya.
5. Membuat Lelucon yang Menyakitkan
Ilustrasi membuat lelucon menyakitkan/Foto: Magnific.com/diana.grytsku
Laman YourTango menyatakan bahwa orang dengan kecerdasan emosional rendah suka membuat lelucon yang menyakitkan orang lain. Mereka tidak mengerti bagaimana lelucon tersebut bisa memengaruhi orang lain di sekitarnya.
Hal ini tentu karena mereka kurang memiliki empati. Alhasil, mereka dapat dengan mudah mengolok-olok orang lain tanpa memerhatikan perasaan mereka. Mereka pun lebih nyaman dengan bertindak tidak peka itu.
6. Menghindari Percakapan Sulit
Ciri rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah juga adalah cenderung menghindari diskusi sulit. Mereka bisa membatalkan pertemuan, mengirim email alih-alih berbicara tatap muka, hingga menghindari masalah.
Akhirnya, penghindaran dengan harapan masalah bisa selesai sendiri itu justru membuat masalah kecil menjadi besar. Padahal, sekecil apa pun masalahnya perlu diselesaikan dengan sebaik mungkin.
7. Kurang Berempati
Ilustrasi orang kurang berempati/Foto: Magnific.com/katemangostar
Terakhir, tentunya rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah kurang berempati. Mereka sering mengabaikan perasaan orang lain dan lebih banyak bertindak atas egonya sendiri.
Bahkan, saat rekan kerjanya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, mereka justru mengabaikan tidak memperdulikannya.
Beauties, itu dia beberapa cara mengenali rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah. Bagaimana, kamu pernah menemuinya?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!