7 Cara Mengurangi Kelembapan di Rumah saat Musim Hujan

Regitha Mandasari Putri Suryana | Beautynesia
Jumat, 30 Oct 2026 17:00 WIB
5. Periksa Kebocoran Atap, Dinding, dan Saluran Air
Periksa kebocoran atap, dinding, dan saluran air/ Foto : Magnific/Stefamerfik

Musim hujan sering membuat kondisi rumah terasa lebih lembap, terutama ketika hujan turun hampir setiap hari dan sinar matahari sulit masuk ke dalam ruangan. Udara yang terasa pengap, pakaian yang lama kering, hingga munculnya bau apek di lemari bisa menjadi tanda bahwa kelembapan di rumah perlu diperhatikan.

Jika dibiarkan, kondisi ini juga dapat memicu pertumbuhan jamur pada dinding, furnitur, dan barang-barang yang disimpan di tempat tertutup. Mengurangi kelembapan bukan berarti harus terus menyalakan pendingin ruangan atau membeli banyak peralatan baru. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dengan menyesuaikan kondisi rumah, mulai dari memperbaiki sirkulasi udara hingga mengatur cara mengeringkan pakaian.

Berikut beberapa cara yang bisa dicoba agar rumah tetap nyaman selama musim hujan, yuk, simak!

1. Buka Jendela Saat Udara di Luar Lebih Kering

Buka jendela saat udara di luar lebih kering/ Foto :Magnific/Magnific

Sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi udara pengap di dalam rumah. Saat musim hujan, kamu tetap bisa membuka jendela pada waktu yang tepat, misalnya ketika hujan sudah reda dan udara di luar tidak terlalu lembap. Membuka jendela sepanjang hari belum tentu membantu jika udara luar justru membawa lebih banyak kelembapan ke dalam ruangan.

Selain jendela, pintu antar-ruangan juga bisa dibuka untuk membantu pergerakan udara di dalam rumah. Jika kondisi udara di luar terus lembap, kipas dapat digunakan untuk membantu sirkulasi, meskipun kipas biasa tidak menghilangkan uap air dari udara. Perhatikan juga area yang jarang terkena udara, seperti sudut kamar, ruang penyimpanan, dan bagian belakang furnitur.

2. Gunakan Dehumidifier Untuk Kurangi Lembap

Gunakan dehumidifier untuk kurangi lembap/ Foto : Magnific/ pikusuperstar

Jika rumah terasa lembap meskipun jendela sudah dibuka, penggunaan dehumidifier bisa menjadi pilihan. Alat ini bekerja dengan menarik udara, mengurangi kandungan uap airnya, lalu mengembalikan udara dengan tingkat kelembapan yang lebih rendah ke ruangan. Perangkat ini dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur, terutama di kamar tidur, ruang penyimpanan, atau ruangan yang jarang mendapatkan sinar matahari.

Agar penggunaannya lebih efektif, kamu bisa menggunakan alat pengukur kelembapan atau higrometer untuk mengetahui kondisi ruangan. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyarankan kelembapan relatif dalam ruangan dijaga di bawah 60 persen, idealnya sekitar 30-50 persen jika memungkinkan. Pilih kapasitas dehumidifier sesuai luas ruangan dan bersihkan tangki air maupun filternya secara berkala sesuai petunjuk penggunaan. 

3. Hindari Menjemur Pakaian Basah di Ruangan Tertutup

Hindari menjemur pakaian basah di ruangan tertutup/ Foto : Magnific/Magnific

Menjemur pakaian di dalam rumah memang sering menjadi pilihan saat hujan turun berhari-hari. Namun, air dari pakaian basah akan menguap ke udara selama proses pengeringan. Jika dilakukan di ruangan kecil dengan sirkulasi terbatas, kelembapan dapat meningkat dan membuat udara terasa semakin pengap.

Jika tidak memungkinkan menjemur pakaian di luar, pilih ruangan yang memiliki ventilasi memadai atau gunakan pengering pakaian yang membuang udara lembap ke luar sesuai petunjuk pemasangan. Kamu juga bisa menggunakan kipas untuk membantu pergerakan udara di sekitar jemuran, tetapi pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan. Pakaian yang masih lembap dan langsung dimasukkan ke lemari dapat menimbulkan bau apek dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur.

4. Pastikan Kamar Mandi dan Dapur Tidak Lembap

Pastikan kamar mandi dan dapur tidak lembap/ Foto :Magnific/Magnific

Kamar mandi dan dapur termasuk area yang sering menghasilkan uap air. Aktivitas seperti mandi air hangat, merebus makanan, mencuci peralatan, dan memasak dapat meningkatkan kelembapan udara. Jika uap tersebut terperangkap di dalam ruangan, permukaan dinding, plafon, dan sudut tertentu bisa menjadi lembap.

Untuk mengatasinya, gunakan kipas pembuangan udara atau buka jendela ketika kondisi di luar memungkinkan. Setelah mandi, keringkan genangan air dan biarkan permukaan yang basah mengering. Saat memasak, gunakan penutup panci jika sesuai dan aktifkan ventilasi. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi sumber kelembapan sebelum menyebar ke bagian rumah lainnya

5. Periksa Kebocoran Atap, Dinding, dan Saluran Air

Periksa kebocoran atap, dinding, dan saluran air/ Foto : Magnific/Stefamerfik

Rumah yang lembap tidak selalu disebabkan oleh udara musim hujan. Air yang merembes melalui atap, dinding, kusen jendela, atau pipa yang bocor juga dapat menjadi sumber masalah. Tanda-tandanya bisa berupa bercak air pada plafon, cat yang menggelembung, dinding yang terasa basah, atau munculnya noda gelap di sudut ruangan.

Jika menemukan tanda tersebut, cari dan perbaiki sumber kebocorannya, bukan hanya membersihkan bagian yang terlihat. Air yang terus merembes dapat membuat material bangunan tetap basah dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur. Jika terdapat material atau area yang basah sebaiknya dikeringkan dalam 24-48 jam jika memungkinkan untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur.

6. Beri Jarak antara Furnitur dan Dinding

Beri jarak antara furnitur dan dinding/ Foto : Magnific

Lemari besar, tempat tidur, dan sofa yang menempel rapat pada dinding dapat membuat aliran udara di belakangnya terbatas. Kondisi ini perlu diperhatikan terutama jika furnitur berada di dekat dinding luar yang sering terkena hujan atau di ruangan yang jarang mendapatkan sinar matahari. Kelembapan yang terperangkap di area tersebut dapat memicu munculnya bau apek dan noda jamur.

Cobalah memberi sedikit jarak antara furnitur dan dinding agar udara dapat bergerak dengan lebih leluasa. Sesekali, periksa bagian belakang lemari, bawah kasur, dan sudut ruangan untuk memastikan tidak ada permukaan yang basah atau berjamur. Jika menemukan kelembapan, keringkan sumber airnya dan perbaiki penyebabnya agar masalah tidak terus berulang.

7. Gunakan Penyerap Kelembapan

Gunakan penyerap kelembapan/ Foto : Magnific/Frimufilms

Lemari pakaian, rak sepatu, dan kotak penyimpanan tertutup sering kali lebih mudah menyimpan bau apek ketika udara sedang lembap. Untuk area kecil seperti ini, produk penyerap kelembapan dapat membantu mengurangi sebagian uap air di sekitarnya. Pilih produk sesuai ukuran ruang dan ikuti petunjuk penggunaannya, termasuk cara membuang atau mengganti isinya.

Meski praktis, penyerap kelembapan tidak selalu cukup untuk mengatasi ruangan yang sangat lembap atau memiliki kebocoran. Karena itu, penggunaannya sebaiknya disertai kebiasaan menjaga barang tetap kering dan tidak memenuhi lemari secara berlebihan. Jika pakaian, sepatu, atau barang lain mulai berbau apek berulang kali, periksa juga apakah ada sumber air atau masalah sirkulasi udara di sekitar tempat penyimpanan.

Beauties, itu dia cara yang bisa dicoba agar rumah tetap nyaman selama musim hujan. Jangan lupa dipraktikkan ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE