7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan "Terima Kasih" dan "Maaf" Menurut Psikolog

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 20 Oct 2026 21:30 WIB
Cenderung Menghindari Konflik
7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Terima Kasih' dan 'Maaf' Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Beauties, kamu mungkin sudah sering mendengar dua kata ajaib dalam hidup ini, yaitu "terima kasih" dan "maaf". Menurut psikolog Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., dua kata ini menunjukkan rasa hormat dan mengomunikasikan niat baik dalam hubungan sosial.

Namun, Dr. McGeehan menggarisbawahi ketika kata-kata ini otomatis diucapkan tanpa niat yang benar-benar tulus, ada baiknya kita perlu meninjaunya kembali. Ia mengungkapkan bahwa perempuan, yang sering kali dikondisikan secara sosial untuk bersikap sopan, cenderung lebih sering menggunakan kata "tolong" dan "terima kasih" secara otomatis, yang terkadang justru dapat menghambat pertumbuhan pribadi maupun profesional mereka.

"Dengan mengambil jeda sejenak, Anda bisa mempertanyakan apakah ungkapan apresiasi tersebut memang tulus, atau apakah Anda menggunakan "kesopanan" hanya untuk meredam rasa tidak nyaman, baik yang berasal dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar," tuturnya kepada Parade.

Namun, bukan berarti kita jadi berhenti bersikap sopan, Beauties. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan kesopanan dengan keautentikan, sehingga rasa terima kasih benar-benar dirasakan, dan kita tidak mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak kita maksudkan.

Sebagai panduan, Dr. McGeehan menjelaskan bahwa orang yang terbiasa mengucapkan "tolong" dan "terima kasih" secara otomatis sering kali memiliki ciri kepribadian seperti berikut ini.

Punya Tanggung Jawab Internal yang Tinggi

Beberapa orang memiliki tanggung jawab internal yang tinggi. Mereka punya kesadaran dan dorongan yang tinggi untuk menjaga hubungan dengan orang lain. Dr. McGeehan menyoroti bahwa sikap ini umumnya sering ditemukan pada anak perempuan sulung.

"Beberapa individu merasa bertanggung jawab untuk menjaga agar hubungan tetap terasa nyaman dan lancar," jelas Dr. McGeehan. "Ungkapan terima kasih yang muncul secara otomatis terkadang bisa menjadi tanda adanya pola yang lebih mendalam, yaitu upaya untuk mengelola kenyamanan orang lain, padahal emosi orang lain bukanlah tanggung jawab Anda untuk diperbaiki."

Punya Kesadaran Sosial yang Tinggi

Psikolog menjelaskan bahwa orang yang terbiasa mengucapkan

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Terima Kasih' dan 'Maaf' Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Dr. McGeehan mengatakan bahwa orang-orang yang secara refleks mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” memiliki kesadaran yang sangat tinggi terhadap perilaku orang lain. Baik itu dari cara orang lain bergerak hingga berinteraksi, mereka bisa menjadi sangat peka.

"Mereka cenderung peka terhadap bagaimana perilaku mereka memengaruhi orang lain," ujar Dr. McGeehan. "Secara keseluruhan, kesantunan yang bersifat kompulsif sering kali mencerminkan kepekaan terhadap norma-norma sosial dan dampak dalam hubungan antarpribadi."

Terlatih untuk Bersikap Baik

Orang-orang yang secara otomatis bersikap sopan sering kali diajarkan dan diminta untuk selalu berperilaku demikian sejak dini. Mereka, kemungkinan besar, dibesarkan di lingkungan yang sangat menjunjung tinggi tata krama.

"Mereka diajarkan bahwa bagaimana mereka dipandang oleh orang lain jauh lebih penting daripada apa yang mereka rasakan di dalam diri," jelas Dr. McGeehan.

"Pengulangan yang terjadi pada masa kanak-kanak sering kali berkembang menjadi refleks saat dewasa, karena masa tersebut merupakan periode yang sangat sensitif bagi perkembangan neurologis," tambahnya.

Cenderung Menghindari Konflik

Psikolog menjelaskan bahwa orang yang terbiasa mengucapkan

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Terima Kasih' dan 'Maaf' Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Terkadang, sikap sopan dari seseorang sebenarnya adalah upaya mereka untuk menghindari konflik dengan orang lain. Menurut Dr. McGeehaan, mengucapkan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ dapat berfungsi sebagai mekanisme pencegahan untuk mencairkan suasana dalam situasi yang berpotensi tidak nyaman.

“Biasanya, jika seseorang bertindak berdasarkan refleks sosial semata, mereka akan kesulitan dalam hal pengaturan diri dan menghadapi konflik,” tuturnya.

Punya Empati tinggi

Dr. McGeehan mengungkapkan bahwa orang-orang yang sigap mengucapkan kata-kata ajaib tersebut mungkin memiliki imajinasi yang spesifik dan penuh aspirasi. Di sisi lain, mereka juga punya empati yang tinggi terhadap sekitar.

“Mereka mungkin secara alami dapat membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi penerima suatu permintaan atau layanan, yang kemudian mendorong mereka untuk senantiasa menunjukkan apresiasi,” ujar Dr. McGeehan. “Kepekaan yang tinggi ini akan menjadi ciri khas kelompok tersebut.”

Suka Mengobrol Ringan

Psikolog menjelaskan bahwa orang yang terbiasa mengucapkan

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Terima Kasih' dan 'Maaf' Menurut Psikolog/Foto: Magnific.com

Orang yang otomatis mengucapkan "terima kasih" dan tolong" cenderung lebih menyukai mengobrol secara ringan daripada mendalam. Ini menjadi cara mereka untuk melindungi dirinya dari rasa nyaman. Membahas hal-hal ringan membantu mereka menghindari topik yang melibatkan kedalaman emosi.

"Orang tersebut mungkin merasa terlalu tidak nyaman untuk melakukan percakapan yang mendalam dari hati ke hati, karena hal itu membuka peluang bagi pembicaraan untuk menjadi konfrontatif atau emosional,” jelasnya Dr. McGeehan.

“Biasanya, ketika seseorang berada dalam pola interaksi sosial yang bersifat superfisial, mereka merasa tidak nyaman dengan emosi; oleh karena itu, mereka lebih memilih membahas obrolan ringan atau cuaca demi menghindari kedalaman emosional," tambahnya.

Mudah Mengikuti Arus

Dr. McGeehan mengungkapkan bahwa orang yang memiliki kesadaran tinggi mengenai bagaimana mereka dipersepsikan oleh orang lain mungkin cenderung untuk mengikuti arus. Namun, hal ini bisa membuat mereka tidak berani menyatakan keinginan dan hasrat mereka yang sesungguhnya, Beauties. Bahkan, mereka tidak mengetahui apa sebenarnya keinginan mereka dalam hidup.

“Mereka cenderung bergerak di lingkungan yang mendukung kelancaran dan keharmonisan, alih-alih berani menampilkan diri mereka yang sebenarnya dan menunjukkan eksistensi mereka,” ujarnya.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE