7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan "Ya" Meskipun Tidak Ingin Menurut Psikolog

Nadya Quamila | Beautynesia
Minggu, 25 Oct 2026 21:30 WIB
7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan
7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Ya' Meskipun Tidak Ingin Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Beauties, pernah bertemu seseorang yang tampak selalu mengiyakan semua ajakan dan permintaan? Diajak nongkrong di akhir pekan? Mereka selalu mengiyakan. Dimintai tolong secara mendadak? Mereka tidak pernah menolak. 

Jika semua permintaan dan ajakan yang mereka setujui masih dalam batas kemampuan mereka, artinya mereka benar-benar bisa melakukannya dan menginginkannya, mungkin tidak jadi masalah. Nah, yang sering jadi masalah adalah ketika mereka mengiyakan karena mereka tidak enak menolak dan tidak ingin mengecewakan orang lain, padahal dirinya sendiri tidak merasa nyaman. Hal ini dikenal dengan istilah people pleaser, Beauties.

Menurut psikolog Dr. Michelle Goldman, people pleaser adalah seseorang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain. Sebenarnya, mereka tahu apa yang mereka inginkan dan butuhkan, tapi mereka menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri.

"Individu seperti ini sering kali merasa sulit untuk berkata tidak dan senantiasa berusaha menuruti keinginan orang lain," tuturnya kepada Parade.

Lantas, apa saja ciri kepribadian orang yang selalu mengucapkan "ya" meskipun sebenarnya tidak ingin. Yuk, simak penjelasan psikolog berikut ini!

Menghindari Konflik

Menghadapi konflik memang tidak menyenangkan. Tapi terkadang konflik, yang dapat diselesaikan secara sehat, dibutuhkan agar hubungan bisa berkembang. Bagi people pleaser yang terbiasa selalu ingin menyenangkan orang lain, konflik layaknya mimpi buruk.

"Bagi mereka yang selalu ingin menyenangkan orang lain, perbedaan pendapat bisa terasa mengancam, sehingga biasanya sebisa mungkin dihindari," ujar Dr. Goldman.

"Konflik dianggap dapat membuat mereka tidak disukai, berselisih dengan teman, atau dipandang sebagai pribadi yang sulit. Akibatnya, mereka akan menghindari konflik sedapat mungkin demi menjaga hubungan baik dengan orang lain," tambahnya.

Kesulitan Menetapkan Batasan

Mereka mengiyakan karena mereka tidak enak menolak dan tidak ingin mengecewakan orang lain, padahal dirinya sendiri merasa tidak nyaman. Mereka adalah people pleaser. Biasanya mereka kesulitan menetapkan batasan, berempati tinggi, sensitif terhadap kritik, hingga bergantung pada validasi eksternal.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Ya' Meskipun Tidak Ingin Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Batasan dapat melindungi diri kita, dan ini adalah salah satu bentuk untuk menghormati dan menghargai diri sendiri. Namun, seorang people pleaser yang terbiasa menyenangkan orang lain sering kali merasa kesulitan untuk menetapkan batasan.

Menurut psikolog Dr. Brittany McGeehan, Ph.D, orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain sudah terbiasa memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri. Hal ini mereka lakukan karena berbagai alasan, misalnya ingin diterima atau mendapat pengakuan.

“Saat dewasa, mereka kesulitan untuk menetapkan dan menegakkan batasan pribadi karena takut ditolak atau tidak disetujui oleh orang lain,” tambahnya.

Punya Empati Tinggi

Orang-orang yang tumbuh dengan kecenderungan selalu ingin menyenangkan orang lain punya satu sisi positif yang mungkin sering terlupakan. Mereka cenderung memiliki empati yang lebih besar serta kesadaran emosional yang lebih tinggi terhadap orang lain.

“Karena sifat dasarnya yang selalu ingin menyenangkan orang lain, mereka cenderung peka terhadap perasaan orang lain dan berusaha untuk mempedulikannya,” ujar psikolog Dr. Connally Barry, Psy.D.

Namun, yang perlu diperhatikan, penting juga untuk tetap menghargai perasaan diri sendiri.

Bergantung pada Validasi Eksternal

Mereka mengiyakan karena mereka tidak enak menolak dan tidak ingin mengecewakan orang lain, padahal dirinya sendiri merasa tidak nyaman. Mereka adalah people pleaser. Biasanya mereka kesulitan menetapkan batasan, berempati tinggi, sensitif terhadap kritik, hingga bergantung pada validasi eksternal.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Ya' Meskipun Tidak Ingin Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Keinginan untuk menyenangkan semua orang dapat membuat seseorang terus-menerus mencari persetujuan dari orang lain. Mereka sangat bergantung pada validasi eksternal.

“Ketergantungan ini menyulitkan mereka untuk merasa percaya diri dan yakin dengan keputusan serta tindakan mereka sendiri,” ujar Dr. McGeehan. “Ini adalah tipe orang yang selalu mengikuti tren, padahal mereka sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya mereka sukai untuk dikenakan atau dilakukan.”

Sensitif terhadap Kritik

Menerima kritik memang tidak mudah. Tapi kritik bersifat membangun bisa membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, bagi seorang people pleaser, bahkan kritik yang terdengar sangat lembut dan halus bisa membuat mereka sangat terguncang.

“Karena kebutuhan yang mendalam akan pengakuan serta ketakutan akan penolakan, orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain cenderung menganggap kritik sebagai sesuatu yang personal,” ujar Dr. McGeehan.

“Mereka bisa menjadi sangat sensitif terhadap umpan balik negatif apa pun, dan menganggapnya sebagai bukti atas kekurangan yang mereka yakini ada pada diri mereka. Akibatnya, mereka akan merasa hancur setiap kali menerima tanggapan yang bukan berupa dukungan penuh,” tambahnya.

Merasa Insecure dalam Hubungan

Mereka mengiyakan karena mereka tidak enak menolak dan tidak ingin mengecewakan orang lain, padahal dirinya sendiri merasa tidak nyaman. Mereka adalah people pleaser. Biasanya mereka kesulitan menetapkan batasan, berempati tinggi, sensitif terhadap kritik, hingga bergantung pada validasi eksternal.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Ya' Meskipun Tidak Ingin Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain memiliki harapan bahwa semua orang bisa menyukai mereka. Tapi hal ini terdengar seperti sesuatu yang mustahil. Hubungan antarmanusia sebenarnya bisa menjadi rumit. Walau kita sudah berperilaku baik sekalipun, bisa saja ada orang yang tidak menyukai kita, dan itu tidak apa-apa.

Dalam hubungan, seorang people pleaser cenderung mudah merasa insecure atau tidak aman. Menurut Dr. Barry, mereka juga  sangat peka terhadap perubahan sekecil apa pun dalam nada bicara atau tindakan orang lain. Perubahan ini bisa membuat mereka merasa seolah-olah sedang ditolak.

Mengubur Keinginan

Mereka lebih mengutamakan memenuhi harapan orang lain. Akibatnya, mereka sering mengabaikan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri.

“Saat dewasa, mereka mungkin merasa kesulitan untuk mengenali atau memprioritaskan tujuan dan minat mereka sendiri,” jelas Dr. McGeehan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE