7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan "Aku Baik-Baik Saja" Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 23 Oct 2026 21:30 WIB
Bangga dengan Kemandirian
7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Ketika ditanya "apa kabar?" jawabannya bisa berbagai macam. Tapi tak sedikit orang yang menutupi kesedihannya, memasang senyum terbaik, dan menjawab, "Aku baik-baik saja". Pernah ada di posisi ini, Beauties?

Bagi mereka, lebih mudah untuk berpura-pura baik-baik saja daripada harus menjelaskan apa yang sedang mereka alami. Respons "Aku baik-baik saja" terkadang bisa menjadi reaksi otomatis bagi seseorang.

Menurut psikolog klinis Dr. Nicole Lipkin, PsyD, MBA, ada momen di mana tidak apa-apa untuk menjawab "aku baik-baik saja" saat seseorang menanyakan kondisi kita. Misalnya ketika pegawai restoran menanyakan kabar atau ketika kita tidak ingin menceritakan hal kecil yang mengganggu pikiran.

"Namun, jika Anda terus menggunakan jawaban tersebut kepada orang-orang yang peduli pada Anda, atau saat tekanan hidup kian menumpuk, hal itu justru bisa menjadi bumerang. Pada titik itulah, ucapan 'Aku baik-baik saja' bukan lagi sekadar bentuk kesantunan, melainkan mulai membangun tembok pembatas terhadap orang lain," ungkapnya kepada Parade.

Menurut psikolog, seseorang yang selalu mengucapkan "aku baik-baik saja" meskipun sebenarnya tidak, memiliki ciri kepribadian tertentu. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Selalu Ingin Menghindar dari Konflik

Bagi mereka, lebih mudah untuk berpura-pura baik-baik saja daripada harus menjelaskan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami kewalahan secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Seseorang yang sering mengucapkan "Aku baik-baik saja" selalu berusaha untuk menghindari konflik. Ketika mereka terjebak dalam diskusi panas atau menghadapi masalah, mereka menggunakan kalimat ini sebagai jalan untuk menjaga kedamaian.

“Mengakui bahwa mereka sedang kesal terasa seperti membuka pintu menuju pertengkaran, sehingga kalimat ‘Aku baik-baik saja’ pun menjadi perisai,” jelas Dr. Lipkin.

Menurut psikolog Golee Abrishami, PhD, mengungkapkan perasaan yang lebih jujur ​​daripada sekadar mengatakan “Aku baik-baik saja” bisa membuat seseorang merasa seolah-olah mereka mengganggu orang lain.

“Menjaga kedamaian dan menghindari percakapan yang tidak nyaman mungkin menjadi prioritas bagi orang tersebut,” ujarnya.

Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Bagi mereka, lebih mudah untuk berpura-pura baik-baik saja daripada harus menjelaskan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami kewalahan secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

People pleaser atau seseorang yang selalu berusaha menyenangkan hati orang lain gemar menggunakan kalimat "Aku baik-baik saja". Kalimat ini dapat membuat mereka mengabaikan perasaan mereka sendiri dan lebih mengutamakan perasaan orang lain.

“Mereka lebih khawatir membuat orang lain merasa nyaman daripada mengungkapkan kebenaran,” ujar Dr. Lipkin. “Jika mereka mengakui bahwa mereka sedang kesulitan, mereka takut hal itu akan membebani orang lain.”

Memendam Emosi

Bagi mereka, lebih mudah untuk berpura-pura baik-baik saja daripada harus menjelaskan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami kewalahan secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Mereka adalah tipe orang yang suka memendam emosi. Alasannya, lebih mudah untuk mengubur emosinya dalam diam daripada harus membagikannya kepada orang lain.

Seiring berjalannya waktu, menurut Dr. Lipkin, mereka belajar bahwa lebih aman untuk mengesampingkan perasaan daripada mengambil risiko menunjukkan kerentanan diri. Sering kali, orang yang tumbuh dengan perasaan diabaikan atau memiliki orang tua yang secara emosional tidak hadir memiliki kecenderungan ini, Beauties.

Merasa Kewalahan Secara Emosional

Bagi mereka, lebih mudah untuk berpura-pura baik-baik saja daripada harus menjelaskan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami kewalahan secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Seseorang yang merasa kewalahan dapat membuat mereka cenderung memendam emosi. Mengatakan "Aku baik-baik saja" dirasa menjadi jalan yang paling mudah untuk menjawab pertanyaan orang lain tentang kondisi mereka. Padahal, rasa lega dan ringan ini hanya untuk jangka pendek.

“Seseorang mungkin merasa kewalahan secara emosional, dan perasaan tersebut terlalu besar untuk diproses pada saat itu juga, sehingga mereka mengecilkannya dengan ungkapan sederhana,” ujar Dr. Abrishami.

Perfeksionis

Bagi mereka, lebih mudah untuk berpura-pura baik-baik saja daripada harus menjelaskan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami kewalahan secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Orang yang sering mengucapkan kalimat "Aku baik-baik saja" merasa tidak nyaman dengan kesalahan, kegagalan, atau persepsi negatif dari orang lain. Singkatnya, mereka adalah sosok yang perfeksionis.

“Ketika identitas Anda terikat pada tuntutan untuk selalu terlihat sempurna dan terkendali, mengakui bahwa ‘aku sedang tidak baik-baik saja’ terasa seperti sebuah kegagalan,” ujar Dr. Lipkin. “Jadi, Anda terus tersenyum dan bersikeras bahwa semuanya baik-baik saja.”

Tertutup

Bagi mereka, lebih mudah untuk berpura-pura baik-baik saja daripada harus menjelaskan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami kewalahan secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Mereka membangun tembok pertahanan diri yang tinggi. Mereka tidak ingin ada yang melihat sisi rentan mereka.

“Mengatakan ‘Aku baik-baik saja’ membuat mereka terhindar dari keharusan melakukan percakapan yang lebih mendalam, yang mungkin belum siap mereka jalani,” ujar Dr. Abrishami.

Sikap tertutup dan ketakutan akan kerentanan tersebut bisa muncul karena adanya kekhawatiran akan dihakimi. Di sisi lain, mereka juga telah terbiasa menghadapi masalah seorang diri tanpa meminta bantuan orang lain.

Bangga dengan Kemandirian

Bagi mereka, lebih mudah untuk berpura-pura baik-baik saja daripada harus menjelaskan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami kewalahan secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Mengungkapkan perasaan sama artinya dengan meminta bantuan. Itulah pola pikir yang mereka miliki. Jika mereka meminta bantuan, mereka takut terlihat tidak mandiri. Padahal itu adalah salah satu aspek yang paling mereka banggakan dari diri sendiri.

“Mereka mungkin merasa bangga karena mampu menangani berbagai hal sendirian,” jelas Dr. Abrishami. “Mengatakan ‘Aku baik-baik saja’ bisa jadi merupakan cara untuk menyatakan, ‘Aku  bisa mengatasi ini sendiri.’”

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE