7 Ciri Kepribadian Orang yang Tanpa Sadar Mengangkat Jari Kelingking saat Minum, Menurut Psikologi

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Jumat, 23 Oct 2026 10:30 WIB
7. Memiliki Preferensi Gerakan Tangan Tertentu
Memiliki preferensi gerakan tangan tertentu/ Foto: Pexels.com/ Matheus Bertelli

Beauties, pernahkah kamu memperhatikan seseorang yang mengangkat jari kelingking saat memegang gelas atau cangkir ketika minum? Gestur kecil ini sering dikaitkan dengan kesan anggun, elegan, atau berkelas. Menariknya, sebagian orang bahkan melakukannya tanpa menyadari posisi jarinya sendiri.

Dilansir dari Gioinauan dan ScienceInsights, kebiasaan mengangkat jari kelingking saat minum dapat berkaitan dengan pengaruh budaya, kebiasaan yang terbentuk sejak lama, hingga cara seseorang memegang cangkir. Dalam budaya populer, gestur ini juga kerap diasosiasikan dengan kesan elegan dan tata cara minum teh.

Meski begitu, posisi jari tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai kepribadian seseorang secara pasti. Kebiasaan tersebut dapat muncul karena berbagai faktor, termasuk cara menggenggam benda dan gerakan tangan yang dilakukan secara otomatis.

Lantas, apa saja ciri kepribadian orang yang mungkin dikaitkan dengan kebiasaan mengangkat jari kelingking saat minum? Simak penjelasannya berikut ini, Beauties!

1. Terbiasa Meniru Perilaku dari Lingkungan

Japanese water therapy atau terapi air Jepang merupakan kebiasaan minum beberapa gelas air setelah bangun tidur.

Terbiasa meniru perilaku dari lingkungan/Foto: Freepik.com/jcomp

Salah satu kemungkinan penjelasan di balik kebiasaan mengangkat jari kelingking adalah pengaruh lingkungan. Seseorang dapat meniru gerakan yang sering dilihat dari orang tua, teman, tokoh dalam film, atau orang lain di sekitarnya tanpa menyadari bahwa kebiasaan tersebut terbawa hingga dewasa.

Proses meniru perilaku yang diamati dari orang lain dikenal sebagai pembelajaran sosial. Pengamatan berulang dapat membuat gerakan tertentu terasa wajar dan akhirnya dilakukan secara otomatis, bahkan tanpa instruksi langsung.

Misalnya, seseorang yang sejak kecil sering melihat orang lain memegang cangkir dengan jari kelingking terangkat mungkin tanpa sadar melakukan hal serupa ketika minum teh atau kopi. Kebiasaan itu bisa terus terbawa hingga dewasa. Jika dilihat dari sudut pandang ini, ciri kepribadian orang yang memiliki gestur tersebut tidak selalu berkaitan dengan sifat bawaan. Kebiasaan sederhana bisa terbentuk melalui pengalaman dan pengamatan sehari-hari.

2. Menyukai Cara Mengekspresikan Diri yang Unik

Kandungan serat dalam sobacha mendukung keseimbangan bakteri baik di usus. Selain itu, buckwheat juga mengandung senyawa dengan sifat anti-inflamasi.

Menyukai cara mengekspresikan diri yang unik/Foto: Magnific

Kebiasaan mengangkat jari kelingking juga dapat menjadi bagian dari cara seseorang mengekspresikan dirinya. Dalam beberapa situasi, gerakan tubuh yang berbeda dari kebiasaan umum bisa menjadi ciri khas yang muncul secara spontan.

Ada orang yang memiliki kebiasaan memainkan pulpen ketika berpikir, mengetuk meja saat mendengarkan musik, atau menggerakkan tangan ketika berbicara. Gestur kecil semacam ini dapat menjadi bagian dari perilaku individual yang membedakan seseorang dari orang lain.

Jika seseorang sengaja mengangkat jari kelingking saat minum karena merasa gestur tersebut lucu atau menarik, tindakan itu bisa menjadi bentuk ekspresi diri. Ia mungkin menyukai kesan unik yang ditampilkan melalui kebiasaan sederhana tersebut.

Meski demikian, ciri orang yang terlihat berbeda tidak otomatis menunjukkan bahwa dirinya ingin menjadi pusat perhatian. Seseorang bisa melakukan gerakan yang khas tanpa memiliki maksud tertentu. 

3. Memperhatikan Detail Kecil

Memperhatikan detail kecil/ Foto: Pexels.com/ Gin

Sebagian orang senang memperhatikan hal-hal kecil, termasuk cara mereka memegang benda, menata meja, atau menikmati minuman. Kebiasaan memperhatikan detail ini terkadang membuat seseorang lebih sadar terhadap gerakan tubuhnya sendiri.

Mengangkat jari kelingking saat minum, seseorang mungkin sengaja mengatur posisi tangan agar terlihat sesuai dengan gaya yang diinginkan. Namun, orang lain bisa melakukan gerakan serupa tanpa memikirkannya sama sekali.

Perbedaan tersebut penting karena ciri kepribadian orang yang teliti biasanya perlu dilihat dari pola perilaku yang lebih luas. Misalnya, bagaimana seseorang memeriksa pekerjaannya, menyusun rencana, atau memperhatikan hal-hal penting dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, posisi jari saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang teliti, perfeksionis, atau memiliki standar tinggi terhadap segala sesuatu. Gestur tersebut hanya bisa menjadi pengamatan kecil, bukan ukuran pasti kepribadian.

4. Menyukai Kesan Elegan dan Klasik

Menyukai kesan elegan dan klasik/ Foto: Pexels.com/ Gin

Jari kelingking yang terangkat saat minum sering digambarkan dalam film, kartun, dan budaya populer sebagai gestur orang yang anggun atau berasal dari kalangan bangsawan. Gambaran ini membuat banyak orang menghubungkan gerakan tersebut dengan kesan elegan.

Dalam sejumlah tradisi sosial, tata cara memegang cangkir dan menikmati teh dapat menjadi bagian dari etiket. Seiring waktu, gestur mengangkat kelingking ikut diasosiasikan dengan gaya minum yang formal dan berkelas dalam budaya populer.

Seseorang yang sengaja melakukan gestur ini mungkin memang menyukai estetika klasik atau tertarik pada tata cara penyajian teh yang formal. Ia bisa menikmati pengalaman minum dari cangkir cantik, menggunakan peralatan makan tertentu, atau menata meja dengan rapi.

Namun, ciri kepribadian orang yang menyukai kesan elegan tidak dapat ditentukan hanya dari posisi jari. Seseorang bisa mengangkat kelingking karena kebiasaan fisik semata, bukan karena ingin terlihat mewah atau berkelas. 

5. Memiliki Sisi Playful atau Suka Bercanda

Memiliki sisi playful atau suka bercanda/ Foto: Pexels.com/ Pavel Danilyuk

Tidak semua kebiasaan tubuh memiliki makna serius. Dalam beberapa situasi, mengangkat jari kelingking saat minum bisa menjadi gestur spontan yang dianggap lucu oleh orang yang melakukannya.

Bayangkan seseorang yang sengaja memegang gelas dengan gaya berlebihan sambil berpura-pura menjadi bangsawan. Ia mungkin melakukan hal tersebut untuk mencairkan suasana, membuat teman tertawa, atau sekadar menikmati momen santai.

Jika gestur itu dilakukan dengan tujuan bercanda, perilakunya bisa menjadi bagian dari cara mengekspresikan sisi humor. Ia menggunakan gerakan sederhana untuk menciptakan suasana yang lebih santai bersama orang lain.

Meski begitu, ciri kepribadian orang yang humoris tidak bisa dinilai hanya dari satu tindakan. Jika seseorang mengangkat kelingking tanpa menyadarinya, gestur tersebut belum tentu memiliki hubungan dengan selera humor atau keinginannya untuk menghibur orang lain.

6. Memiliki Kebiasaan Otomatis

Memiliki kebiasaan otomatis/ Foto: Pexels.com/ Phan Cuong

Salah satu penjelasan paling sederhana di balik kebiasaan mengangkat jari kelingking adalah gerakan otomatis. Banyak aktivitas tubuh dilakukan tanpa perhatian penuh karena sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Ketika seseorang minum sambil membaca pesan, menonton televisi, atau berbincang dengan teman, ia mungkin tidak memperhatikan bagaimana posisi setiap jarinya. Jari kelingking yang terangkat bisa saja menjadi bagian dari pola gerakan yang sudah terbentuk.

Jika dilihat sebagai ciri orang yang memiliki kebiasaan tertentu, gerakan otomatis ini tidak selalu menunjukkan sifat psikologis khusus. Seseorang yang tanpa sadar mengangkat kelingking tidak otomatis lebih percaya diri, lebih anggun, atau lebih sadar terhadap penampilan dibandingkan orang lain.

Selain faktor kebiasaan, bentuk cangkir dan cara menggenggamnya juga dapat memengaruhi posisi jari. Pegangan cangkir yang kecil, misalnya, bisa membuat sebagian jari berada pada posisi berbeda dibandingkan ketika seseorang memegang mug berukuran besar.

7. Memiliki Preferensi Gerakan Tangan Tertentu

Memiliki preferensi gerakan tangan tertentu/ Foto: Pexels.com/ Matheus Bertelli

Setiap orang memiliki koordinasi tangan dan jari yang berbeda. Bentuk tangan, keterkaitan otot dan tendon, serta cara menggenggam benda dapat memengaruhi bagaimana jari bergerak ketika melakukan aktivitas tertentu. Saat memegang cangkir, beberapa jari mungkin lebih aktif menopang atau menggenggam pegangan, sedangkan jari kelingking berada di luar posisi genggaman. Dalam kondisi tertentu, jari tersebut dapat terangkat tanpa direncanakan.

Hal ini menunjukkan bahwa ciri kepribadian orang yang mengangkat kelingking saat minum tidak selalu bisa dijelaskan melalui psikologi. Ada kemungkinan gerakan tersebut muncul karena cara tangan bekerja ketika menggenggam benda. Jika kamu termasuk orang yang sering mengangkat kelingking saat minum, coba perhatikan apakah gerakan itu muncul ketika menggunakan cangkir kecil saja atau juga saat memegang gelas dan mug. Pengamatan sederhana ini dapat membantu membedakan kebiasaan yang berkaitan dengan cara menggenggam dari gestur yang sengaja dilakukan.

Beauties, kebiasaan mengangkat jari kelingking saat minum memang menarik untuk diamati. Namun, ciri kepribadian orang tidak bisa ditentukan hanya melalui satu gestur. Untuk memahami karakter seseorang, kita perlu melihat pola perilaku yang lebih luas, termasuk bagaimana ia berkomunikasi, mengambil keputusan, menghadapi masalah, dan memperlakukan orang lain. Jadi, jika kamu atau orang di sekitarmu sering mengangkat jari kelingking saat minum, tidak perlu buru-buru menganggapnya sebagai tanda kepribadian tertentu. Bisa jadi, itu hanya kebiasaan kecil yang terbentuk tanpa disadari.

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE