7 Gaya Hidup Minimalis ala Orang Jepang yang Baik Ditiru

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Rabu, 04 Nov 2026 16:00 WIB
3. Pertimbangkan Satu Minggu Sebelum Membeli Barang
Pertimbangkan satu minggu sebelum membeli barang/ Foto: pexels.com

Negara Jepang terkenal dengan banyak hal, salah satunya seperti gaya hidup minimalis. Para penganut gaya hidup minimalis asal Jepang memiliki pendekatan unik terhadap kesederhanaan yang dapat mengajarkan kita cara menjalani gaya hidup yang lebih penuh kesadaran, Beauties.

Melansir dari The Minimalist Vegan, gaya hidup minimalis ala Jepang adalah konsep yang berfokus untuk menjaga kehidupan agar tetap sederhana, bersih, dan tidak berantakan dengan cara hanya hidup dengan hal-hal yang esensial atau penting.

Konsep ini terinspirasi oleh estetika Buddhisme Zen tradisional Jepang dan dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari arsitektur hingga pilihan busana.

Jika kamu tertarik, berikut ini ada beberapa gaya hidup minimalis ala  Jepang  yang baik untuk ditiru.

1. Menerapkan Hidup yang Rapi

Virgo dikenal cukup jeli dan sangat memperhatikan detail. Kebiasaan ini membuat mereka cenderung lebih teliti saat mengerjakan berbagai hal.

Menerapkan hidup yang rapi/ Foto: magnific.com

Menerapkan hidup yang rapi berarti menerapkan hal ini dalam berbagai aspek. Misalnya, merapikan barang-barang yang tidak lagi terpakai. Kamu bisa menggunakan metode 90/90 saat merapikan barang-barang.

Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah barang tersebut terpakai 90 hari terakhir, atau apakah barang tersebut akan kamu gunakan dalam waktu 90 hari ke depan?

Jika jawabannya tidak, maka barang tersebut tidak lagi digunakan. Sebaliknya, barang-barang tersebut bisa dijual, disingkirkan, atau dihibahkan kepada orang-orang yang memang membutuhkannya, selama kualitasnya masih layak pakai.

2. Fokus pada Fungsionalitas

Manfaat lampu warm light di kamar tidur bukan hanya membuat ruangan terasa cozy. Cahaya hangat dan redup juga cocok digunakan untuk menciptakan suasana lebih tenang sebelum tidur.

Fokus pada fungsionalitas/ Foto: magnific.com

Beauties, kamu sebaiknya hanya membeli barang-barang yang memiliki kegunaan. Jika kamu menginginkan sesuatu yang sifatnya murni sebagai dekorasi, pilihlah dengan sangat cermat.

Barang tersebut harus mencerminkan jati diri kamu atau membangkitkan emosi tertentu. Selain itu, batasi jumlahnya. Cukup satu, atau paling banyak dua buah saja di dalam suatu ruangan dan tidak boleh lebih.

3. Pertimbangkan Satu Minggu Sebelum Membeli Barang

Menggunakan metode pembayaran Paylater saat belanja online/Foto : Pexels.com/https://kaboompics.com/

Pertimbangkan satu minggu sebelum membeli barang/ Foto: pexels.com

Beauties, sering merasa berbelanja secara impulsif? Kamu bisa mencoba mengikuti metode ala orang Jepang yang satu ini. Alih-alih langsung membeli barang, beri jeda waktu satu minggu untuk mempertimbangkan dan memikirkannya secara matang.

Jika setelah satu minggu kamu masih memikirkannya, kamu bisa membelinya dengan syarat bahwa benda tersebut memang dibutuhkan. Namun, jika setelah satu minggu kamu sudah melupakannya, maka benda itu tidak penting atau hanya keinginan sesaat.

4. Makan Sesuai dengan Kebutuhan

Hara Hachi Bu merupakan pola makan populer asal Jepang yang baik untuk kesehatan

Makan sesuai dengan kebutuhan/ Foto: pexels.com/https://kaboompics.com/

Di Jepang, makanan bukanlah sebuah persamaan Matematika ataupun alat tawar-menawar, Beauties. Masyarakat mereka cukup menyantap tiga kali makan lengkap dan bergizi seimbang setiap harinya.

Selain itu, kamu tidak akan pernah melihat orang makan di jalan atau di dalam transportasi umum, bahkan hal tersebut dianggap tidak sopan. Sebaliknya, kita telah membiasakan tubuh kita untuk terus-menerus makan camilan, sehingga setiap kali merasa sedikit lapar, tubuh kita langsung mengartikannya sebagai penurunan kadar gula darah yang drastis.

Padahal, ahli gizi mana pun akan mengatakan bahwa jika kebutuhan nutrisi kamu sudah terpenuhi melalui makanan utama, kamu sebenarnya tidak memerlukan asupan tambahan apa pun.

5. Menyingkirkan Hal-hal yang Menghambat

Danshari merupakan praktik decluttering ala orang Jepang

Menyingkirkan hal-hal yang menghambat/ Foto: pexels.com/Ron Lach

Jika ada sesuatu yang menghambat atau tidak lagi memicu kegembiraan pada diri kamu baik itu kebiasaan, makanan, atau orang tertentu, maka kamu perlu menghilangkan atau menghindarinya.

Mempertahankan sesuatu yang buruk dalam hidup, meski hanya sedikit, justru jauh lebih sulit daripada membuangnya sama sekali. Dengan menghentikannya secara total dan seketika, kita tidak perlu lagi memikirkannya.

Penelitian menunjukkan bahwa kekuatan kehendak (willpower) kita terbatas. Namun, jika kita bisa mengubah suatu kebiasaan menjadi sesuatu yang berjalan secara otomatis (autopilot), maka menjalaninya pun menjadi jauh lebih mudah.

Kamu bisa membuat daftar hal-hal apa saja yang menghambat kamu, menguras energi, membuat kamu kehilangan motivasi, atau mungkin terasa menyenangkan sesaat namun kemudian justru membebani dengan rasa bersalah dan penyesalan sepanjang hari.

Alih-alih mencoba menghindari semuanya, fokuslah untuk menyingkirkan dua atau tiga hambatan utama yang paling mengganggu ketenangan pikiranmu.

6. Memahami 'Nilai' dari Ruangan yang Kosong

Gaya hidup minimalis dapat mengurangi stres karena ruangan yang rapi dan nyaman bisa melindungi diri dari kekacauan mental.

Memahami 'nilai' dari ruangan yang kosong/ Foto: freepik.com

Di Jepang, konsep ma sangat penting karena menekankan pada nilai ruang kosong di dinding maupun di dalam ruangan. Dalam hal ini, kamu tidak perlu mengisi setiap jengkal rumah, karena ruang kosong memiliki alasannya tersendiri untuk ada, Beauties.

7. Pilih Kualitas, Bukan Kuantitas

Sebelum membeli barang dari thrift store, cek dulu apakah ada tanda-tanda kutu kasur yang terlihat jelas./ Foto: magnific.com

Pilih kualitas, bukan kuantitas/ Foto: magnific.com

Kamu bisa meniru orang-orang Jepang yang memilih kualitas, bukan kuantitas saat membeli barang. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli suatu barang, kamu bisa berpikir sejenak dan pertimbangkan kualitasnya. Sebaiknya, selalu pilih barang dengan kualitas sepadan dan bisa dipakai dalam waktu yang lama.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE