7 Kebiasaan yang Membuat Seseorang Terpikat

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Sabtu, 10 Oct 2026 15:30 WIB
2. Menunjukkan Ekspresi Wajah yang Sesuai
Menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai/ Foto: Pexels.com/ Zen Chung

Beauties, pernahkah kamu bertemu seseorang yang sebenarnya tidak banyak bicara, tetapi entah mengapa kehadirannya terasa menarik? Bahkan setelah percakapan selesai, kamu masih mengingat cara mereka berbicara, tertawa, atau memperlakukan orang lain.

Seseorang yang membuat orang lain terpikat tidak selalu memiliki penampilan yang mencolok atau kepribadian yang sangat ekstrovert. Daya tarik tersebut bisa muncul dari kebiasaan sederhana ketika berinteraksi, seperti mendengarkan dengan penuh perhatian, menunjukkan ekspresi yang tepat, hingga membuat lawan bicara merasa dihargai.

Menjadi pribadi yang menarik juga bukan berarti harus berpura-pura menjadi orang lain. Justru, sikap yang autentik dan kemampuan membangun percakapan yang nyaman dapat membuat seseorang terasa lebih menyenangkan untuk diajak berinteraksi.

Dilansir dari Science of People dan YourTango, seseorang dapat terlihat lebih menarik melalui berbagai aspek komunikasi, termasuk bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, gestur tangan, humor, hingga cara membawa diri. 

Lantas, apa saja kebiasaan yang bisa membuat seseorang terpikat kepada kita? Simak selengkapnya berikut ini, Beauties.

1. Mendengarkan dengan Penuh Perhatian

Mendengarkan dengan penuh perhatian/ Foto: Pexels.com/ Resume Genius

Tidak semua orang mampu benar-benar mendengarkan ketika sedang berbicara dengan orang lain. Ada yang sibuk memikirkan jawaban, memainkan ponsel, atau justru menunggu kesempatan untuk membicarakan dirinya sendiri.

Padahal, menjadi pendengar yang penuh perhatian dapat membuat lawan bicara merasa dihargai. Orang yang mendengarkan dengan baik, mengajukan pertanyaan yang relevan, dan menghargai cerita orang lain dapat memberikan kesan sebagai lawan bicara yang menyenangkan.

Ketika seseorang bercerita, cobalah benar-benar fokus pada apa yang disampaikan. Berikan respons yang sesuai dan ajukan pertanyaan lanjutan jika memang ada hal yang menarik untuk diketahui. Kebiasaan sederhana ini dapat membuat percakapan terasa lebih hidup dan membuat orang lain nyaman berada di dekatmu.

2. Menunjukkan Ekspresi Wajah yang Sesuai

Menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai/ Foto: Pexels.com/ Zen Chung

Bayangkan sedang bercerita tentang sesuatu yang membuatmu bersemangat, tetapi orang di depanmu memasang wajah datar sepanjang percakapan. Tentu saja, kamu mungkin merasa kurang mendapatkan respons.

Ekspresi wajah menjadi salah satu bagian penting dalam komunikasi. Ekspresi seperti senyum dan gerakan alis dapat membantu menunjukkan emosi, ketertarikan, atau perhatian terhadap percakapan.

Bukan berarti kamu harus terus-menerus tersenyum. Justru, gunakan ekspresi secara natural sesuai dengan situasi. Tersenyum ketika menyambut seseorang, mengangguk ketika memahami cerita, atau menunjukkan ekspresi terkejut ketika mendengar kabar tertentu dapat membuat interaksi terasa lebih hidup. Kebiasaan ini juga membuat orang lain merasa bahwa kamu benar-benar hadir dalam percakapan, bukan sekadar berada di sana secara fisik.

3. Menggunakan Kontak Mata Secara Natural

Menggunakan kontak mata secara natural/ Foto: Pexels.com/ Zen Chung

Kontak mata sering kali menjadi bagian kecil yang memberikan pengaruh besar dalam sebuah interaksi. Ketika seseorang berbicara sambil sesekali melakukan kontak mata, lawan bicaranya dapat merasa lebih diperhatikan.

Kontak mata sebagai salah satu unsur komunikasi nonverbal yang dapat meningkatkan keterlibatan ketika berbicara dengan orang lain. Namun, bukan berarti kamu harus terus menatap mata seseorang tanpa jeda. Kontak mata yang terlalu intens justru dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Cobalah mempertahankan kontak mata secara natural, kemudian sesekali mengalihkan pandangan. Dengan begitu, kamu dapat menunjukkan perhatian tanpa membuat percakapan terasa kaku.

4. Menggunakan Gestur Tangan Saat Berbicara

Menggunakan gestur tangan saat berbicara/ Foto: Pexels.com/ SHVETS production

Pernah memperhatikan seseorang yang ketika bercerita selalu menggunakan tangannya untuk menggambarkan sesuatu? Biasanya, cerita yang disampaikan terasa lebih hidup dan mudah diikuti. Gestur tangan dapat membantu seseorang menyampaikan maksud dengan lebih jelas. Gerakan tangan juga dapat membuat pembicara terlihat lebih percaya diri dan membantu pendengar memahami pesan yang disampaikan.

Kamu tidak perlu menghafalkan berbagai macam gerakan tangan. Cukup gunakan gestur yang muncul secara natural ketika menjelaskan sesuatu. Misalnya, menggunakan tangan untuk menunjukkan ukuran, arah, atau bentuk benda yang sedang dibicarakan. Hal terpenting adalah menjaga agar gestur tersebut tetap sesuai dengan konteks. Gerakan yang terlalu berlebihan justru dapat mengalihkan perhatian dari isi pembicaraan.

5. Menjaga Postur Tubuh Tetap Terbuka

Menjaga postur tubuh tetap terbuka/ Foto: Pexels.com/ SHVETS production

Cara seseorang membawa tubuhnya dapat memengaruhi kesan yang muncul ketika berinteraksi. Postur membungkuk, bahu terlalu tertutup, atau tangan yang terus disilangkan dapat memberikan kesan kurang terbuka. Postur yang lebih terbuka dengan tubuh tegap, kaki berada pada posisi stabil, serta lengan tidak terlalu menutup tubuh. Sikap tersebut dapat membantu seseorang terlihat lebih percaya diri dan nyaman dengan dirinya sendiri.

Kamu bisa mulai dengan hal sederhana. Tegakkan tubuh, rilekskan bahu, dan hindari terlalu sering menyilangkan tangan ketika sedang berbicara dengan seseorang. Postur terbuka bukan berarti harus dibuat-buat. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa kamu merasa nyaman dan siap berinteraksi dengan orang lain.

6. Tidak Terobsesi untuk Selalu Benar

Tidak terobsesi untuk selalu benar/ Foto: Pexels.com/ Mikhail Nilov

Dalam sebuah percakapan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, percakapan dapat menjadi tidak nyaman ketika seseorang selalu berusaha membuktikan bahwa dirinya paling benar.

Keinginan untuk selalu benar dapat menghambat komunikasi karena seseorang menjadi terlalu defensif dan sulit memberikan ruang bagi sudut pandang orang lain. Sebaliknya, bersedia melihat perspektif berbeda dapat membuat percakapan menjadi lebih terbuka.

Bukan berarti kamu harus selalu mengalah. Kamu tetap bisa mempertahankan pendapat, tetapi cobalah mendengarkan alasan orang lain sebelum memberikan respons. Kalimat sederhana seperti, “Aku paham kenapa kamu berpikir begitu,” dapat membuat perbedaan pendapat terasa lebih sehat. Sikap seperti ini juga menunjukkan bahwa kamu tidak hanya ingin didengar, tetapi bersedia memahami orang lain.

7. Menjadi Diri Sendiri dan Tidak Takut Tertawa

Menjadi diri sendiri dan tidak takut tertawa/ Foto: Pexels.com/ Christina Morillo

Tidak ada yang lebih melelahkan daripada terus berusaha terlihat sempurna di depan orang lain. Sebaliknya, menjadi diri sendiri dengan tetap menghargai situasi dapat membuat interaksi terasa lebih santai. Ketulusan dan humor sebagai salah satu hal yang dapat membuat seseorang menjadi conversationalist yang lebih menarik. Tawa dalam percakapan juga dapat membantu menciptakan rasa kedekatan dan kesamaan antara orang-orang yang sedang berinteraksi.

Tawa sebagai salah satu cara membangun koneksi sosial. Humor yang digunakan secara tepat dapat membuat suasana menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Meski begitu, bukan berarti kamu harus selalu menjadi orang paling lucu di dalam ruangan. Cukup berani menunjukkan sisi dirimu yang autentik, tertawa ketika memang merasa lucu, dan menggunakan humor tanpa merendahkan orang lain.

Pada akhirnya, orang terpikat bukan hanya karena seseorang terlihat menarik, tetapi juga karena merasa nyaman ketika berada di dekatnya. Jadi, jika kamu sedang mencari cara membuat orang terpikat, tidak perlu memaksakan diri menjadi pribadi yang berbeda. Mulailah dari kebiasaan sederhana seperti mendengarkan dengan penuh perhatian, menjaga kontak mata, menggunakan bahasa tubuh terbuka, menghargai pendapat orang lain, serta menjadi diri sendiri.

Sebab, daya tarik yang paling berkesan sering kali bukan tentang bagaimana membuat semua orang memperhatikanmu, melainkan bagaimana membuat orang lain merasa nyaman, dihargai, dan senang ketika berbicara denganmu.

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.