Aktor Bollywood Imran Khan diminta oleh otoritas di India untuk meninggalkan negara tersebut paling lambat tanggal 28 Oktober. Ada apa?
Rupanya, baru-baru ini, Imran Khan yang merupakan keponakan dari aktor Bollywood Aamir Khan, berpartisipasi dalam sebuah aksi protes yang menuntut reformasi pemilu pada Sabtu, (10/10/2026). Aksi protes yang diserukan oleh Cockroach Janta Party (CJP), sebuah gerakan yang dipimpin oleh generasi Z, telah digelar selama berhari-hari. Mereka menuntut reformasi pemilu serta pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum Gyanesh Kumar terkait revisi daftar pemilih yang menurut para kritikus dan partai-partai oposisi menguntungkan partai Perdana Menteri Narendra Modi, menurut laporan Reuters.
Setelah aksi protes berlangsung, Khan sempat ditahan sementara oleh pihak kepolisian bersama dengan para pengunjuk rasa lainnya.
Ia mengunggah foto dirinya saat berada di dalam kendaraan tahanan polisi di Instagram dengan keterangan, "Sepertinya saya akan pergi jalan-jalan."
Sebagai warga negara Amerika, Khan memegang kartu Overseas Citizen of India (OCI), yaitu status yang memungkinkan orang-orang keturunan India untuk berkunjung dan tinggal di negara tersebut. Namun, pemegang kartu OCI tidak memiliki hak untuk memilih maupun mencalonkan diri dalam pemilihan umum, Beauties.
"Imran Khan berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa di August Kranti Maidan, Mumbai, yang menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum, Gyanesh Kumar," ungkap pihak kepolisian dalam sebuah pernyataan, dilansir dari BBC.
Pengacara Khan menyatakan bahwa sang aktor akan menggugat perintah tersebut di Pengadilan Tinggi Bombay. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa Kantor Pendaftaran Regional untuk Warga Asing (FRRO) telah melayangkan pemberitahuan kepada Khan karena dianggap melanggar hukum dengan melakukan aksi protes.
Akan tetapi, pengacara sang aktor menegaskan bahwa tidak ada ketentuan hukum maupun aturan bagi pemegang kartu OCI yang melarang mereka untuk berpartisipasi dalam aksi protes.