Benarkah Multitasking Bikin Otak Cepat Lemot? Ini Faktanya...

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Kamis, 01 Oct 2026 09:00 WIB
Otak Manusia Secara Alami Dirancang untuk Monotasking
Dampak multitasking terhadap otak/Foto: Magnific.com/Pressfoto

Suka makan sambil nonton, atau melakukan beberapa aktivitas berbeda sekaligus? Meski menyenangkan dan membuat beberapa hal selesai dalam satu waktu, ini bukan ide yang bagus.

Banyak dibahas di media sosial tentang dampak multitasking terhadap otak dan mental, benarkah multitasking membuat otak cepat lemot? Bagaimana multitasking memengaruhi kinerja otak? Apakah orang benar-benar melakukan multitasking atau task switching? Berikut penjelasannya menurut ahli. 

Otak Manusia Secara Alami Dirancang untuk Monotasking

Dampak multitasking terhadap otak/Foto: Magnific.com/Pressfoto

Otak manusia bukan CPU yang dirancang untuk melakukan banyak hal secara bersamaan dalam waktu terus-menerus. Manusia sejatinya didesain untuk monotasking, bukan multitasking.

“Kita sebenarnya secara alami dirancang untuk melakukan satu tugas dalam satu waktu (monotasking), yang berarti otak hanya bisa fokus pada satu tugas pada satu saat,” kata neuropsikolog Cynthia Kubu, PhD., pada Cleveland Clinic.

Apakah orang benar-benar melakukan multitasking? Menurut Kendra Cherry, MSEd., pada Verywell Mind, otak tidak benar-benar fokus pada dua hal berat secara bersamaan.

Saat sedang multitasking, kemungkinan besar kita sebenarnya hanya mengalihkan perhatian dan fokus dari satu tugas ke tugas lain dengan cepat. Proses ini yang disebut task switching.

Multitasking Bisa Memperburuk Memori Otak dalam Jangka Panjang

Dampak multitasking terhadap otak/Foto: Magnific.com/Wayhomestudio

Melakukan multitasking secara terus-menerus bisa meningkatkan beban kerja otak di korteks prefrontal, memperpendek rentang perhatian, serta menurunkan kapasitas memori kerja. Pada gilirannya memengaruhi produktivitas dan performa.

Fyi, area otak berupa korteks prefrontal berfungsi sebagai pusat kendali eksekutif yang mengatur fokus, perencanaan, memori kerja, dan pengambilan keputusan.

Selain berimbas pada penurunan performa, multitasking juga dapat meningkatkan stres dan kelelahan mental. Kebiasaan multitasking berlebihan membuat orang lebih mudah kewalahan dan kehilangan motivasi dibandingkan jika fokus pada satu hal dalam satu waktu.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bukan hanya mengganggu produktivitas, melainkan menurunkan kualitas kesehatan dan mental secara keseluruhan.

Lantas, boleh atau tidak melakukan multitasking? Singkatnya boleh, asalkan tidak terlalu sering. Lakukan multitasking hanya untuk aktivitas sederhana, sementara untuk tugas yang menuntut pemahaman, pengambilan keputusan, atau keselamatan, fokus pada satu hal tetap menjadi pilihan terbaik.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE