Biar Tak Merugi, Ini 10 Kebiasaan yang Harus Dibuang Sebelum Usia 30 Tahun

Henny Alifah | Beautynesia
Senin, 24 Feb 2020 10:15 WIB
https://images.unsplash.com/photo-1505535162959-9bbcb4ab22d6?ixlib=rb-1.2.1&ixid=eyJhcHBfaWQiOjEyMDd9&auto=format&fit=crop&w=1041&q=80
Seringkali, sebanyak apapun kita mendapat saran untuk memperbaiki pola makan, rajin olahraga, hingga mengurangi minuman berkarbonasi, sebanyak itu pula kita mengabaikannya. Nah, mendekati usia 30 bisa jadi waktu yang tepat untuk berhenti acuh dan mulai melakukan perubahan diri agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan. Bisa dimulai dengan membuang kebiasaan berikut ini.

1. Jarang minum air putih


image source: unsplash/katejoie

Patut digarisbawahi, salah satu kebiasaan yang harus dibuang sebelum usia 30 tahun adalah jarang minum air putih. Sudah banyak orang dan sudah berulang kali kita mendapat saran ini, namun masih saja kebiasaan ini tidak benar-benar kita perhatikan.

Minum teh dan kopi memang bisa saja menghilangkan dehidrasi, namun tanpa asupan air putih yang banyak tetap saja akan mengerikan bagi kulit, ginjal dan kesehatan secara keseluruhan. Jadi, sebaiknya jangan lupa bawa sebotol air minum ke manapun kamu pergi.


2. Semata mengandalkan metabolisme untuk menjaga bentuk tubuh yang ideal


image source: unsplash/ggiqueaux

Perlu disadari bahwa seiring bertambahnya usia, ketahanan tubuh pun semakin berkurang. Jika hanya mengandalkan kondisi yang sekarang, tubuh mungkin tak hanya rentan sakit tetapi juga berpotensi melebar ke mana-mana. Karena itu, salah satu kebiasaan yang harus dibuang sebelum usia 30 tahun yaitu bermalas-malasan dalam berolahraga.

Setidaknya perlu tiga kali per minggu olahraga jika ingin berat dan bentuk tubuh tetap ideal. Tak mengapa jika sebagai konsekuensinya kita mungkin mengorbankan beberapa kehidupan sosial. Namun dengan memprioritaskan kebiasaan nge-gym, kita bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.


5. Membatalkan janji di detik-detik terakhir


image source: unsplash/taylor_grote

Big NO. Semua orang punya kesibukan dan prioritas masing-masing. Selain melukai perasaan, janji yang tiba-tiba kita batalkan juga bisa merusak jadwal orang lain yang telah merelakan waktunya demi kita. Jika memang terpaksa batal, sampaikan jauh-jauh hari sebelumnya.

Selain itu, jika memang tidak yakin bisa menepati janji dengan orang lain, katakan yang sejujurnya. Sadari bahwa kita tidak bisa selalu berkata iya. Penting untuk bersikap realistis, sehingga kita tidak terbiasa membiarkan orang lain kecewa pada menit-menit terakhir.


6. Memaksakan hubungan persahabatan dengan teman lama


image source: unsplash/sammanns94

Semakin jauh dari usia 20-an, kita mendapati semakin sedikit teman yang kita miliki. Kita perlu menerima kenyataan bahwa ketika meninggalkan universitas dan memulai karier, beberapa hubungan persahabatan tidak bisa bertahan lama. Tak masalah, sebaiknya kita fokus pada upaya dan waktu untuk menjalin persahabatan yang sekarang ada di depan mata.


7. Menghabiskan waktu untuk mengejar hubungan yang sia-sia


image source: unsplash/itsmiki5

Ada baiknya kita berhenti bertahan pada hubungan yang toxic. Selain memiliki dampak negatif pada kesehatan, hubungan tersebut juga menutup peluang diri untuk tumbuh. Perlu diingat juga agar tidak mengejar seseorang yang jelas tidak cukup tertarik pada kita. Sebagai gantinya, sadari bahwa kita pantas mendapatkan lebih dari apa yang diberikan dalam hubungan tersebut.


8. Kehabisan uang di akhir bulan


image source: unsplash/joshappel

Siapapun paham, ini bisa jadi bencana. Biasanya terjadi karena kita tidak memiliki perencanaan keuangan yang jelas. Karena itu, berhenti membuang-buang uang di pos-pos yang tidak terlalu penting.

Sekarang saatnya untuk mencatat ke mana saja uang datang dan pergi. Kamu juga perlu membuat cara-cara menghemat uang agar selalu memiliki persediaan ketika ada pengeluaran tak terduga dan tetap dapat menikmati akhir bulan layaknya awal bulan.


9. Mengabaikan kesehatan gigi


image source: unsplash/kalvisuals

Ingat, kita hanya punya satu set gigi. Kalau terjadi kerusakan, sakitnya bisa melebihi patah hati, kan? Jadi rawat gigi baik-baik. Itu termasuk menyikat gigi dua kali sehari, periksa rutin ke dokter gigi, dan ya, flossing alias membersihkan sela-sela gigi.


10. Meyakini jadi satu-satunya orang di usia dua puluhan yang hidupnya masih berantakan


image source: unsplash/thesollers

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orang di usia 20-an adalah berpikir bahwa merekalah satu-satunya yang masih mencari tahu apa itu makna kehidupan. Padahal, tentu saja pertama kali belajar mandiri itu menakutkan, wajar kita panik tentang kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi, belum lagi kehidupan asmara hingga jalur karier.

Namun daripada terus-terusan panik, sadari bahwa semua orang butuh waktu untuk belajar dan mencari tahu semuanya. Alih-alih stres, yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan emosi, lebih baik kita proaktif dan membuat daftar semua hal yang ingin dicapai.

Ini bisa sesederhana membuat anggaran bulanan, mencari apartemen, melamar pekerjaan ke beberapa tempat, dan lain sebagianya. Lalu, mulai kerjakan satu per satu.

Itu tadi sepuluh kebiasaan yang harus dibuang sebelum usia 30 tahun. Jadi dewasa memang tidak gampang, tetapi bukan berarti kita tidak bisa menghadapinya.


(ebn/ebn)
Loading ...