Body Positivity VS Body Neutrality, Beda Tapi Sama-Sama Bikin Lebih Mencintai Diri

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Senin, 06 Nov 2023 20:30 WIB
Foto: Instagram.com/honeymoon

“Tubuhku terlalu berisi untuk disebut ideal”, “terlalu banyak bekas luka yang membuat kakiku tidak seindah kaki wanita kebanyakan”. Ungkapan-ungkapan seperti ini mungkin saja pernah terbesit atau bahkan sampai dikatakan di depan cermin oleh diri Beauties sendiri.

Ya, tidak bisa dipungkiri, banyak standar kecantikan yang sampai di telinga kita. Pada akhirnya, ketika standar itu mulai disesuaikan ke keadaan tubuh yang kita miliki, tidak jarang memunculkan rasa insecure karena tidak sesuai.

Apabila dibiarkan, maka bisa berdampak pada perasaan tidak menerima tubuh sendiri dengan apa adanya. Pada akhirnya dapat menimbulkan emosi negatif dan dapat berkontribusi pada gangguan-gangguan lainnya, seperti gangguan makan.

Untuk itulah, saat ini telah dikenal adanya 2 pendekatan untuk mengatasi hal ini, yaitu netralitas tubuh dan kepositifan tubuh. Mengutip dari Verywellmind, kedua pendekatan ini dapat dipraktikkan agar menerima tubuh apa adanya. Untuk memahami lebih lanjut, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Kepositifan Tubuh


Positivitas tubuh/ Foto: Freepik.com/senivpetro

Kepositifan tubuh atau yang disebut juga sebagai “body positivity” mengacu pada pandangan positif tentang tubuh secara fisik, terlepas dari bentuk, ukuran, atau atribut penampilan lainnya. Ini merupakan tindakan mencintai tubuh apa adanya, sekalipun tidak seideal standar di masyarakat.

Contoh kepositifan tubuh adalah melihat ke cermin dan mengatakan dengan lantang semua hal yang disukai tentang fisik yang Beauties miliki. Contohnya “meskipun perutku tidak rata, namun tetap indah”.

(dmh/dmh)