Ada banyak hal yang bisa ditemukan saat berkunjung ke Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, mulai dari jajanan hingga berbagai produk menarik. Namun, pada Minggu, 18 Oktober 2026, ada satu tenant yang menawarkan sesuatu berbeda, yaitu nasihat gratis dari bapak-bapak.
Tenant bernama “Nasihat Gratis dari Bapak” ini didirikan oleh tiga pria yang ingin menyediakan ruang bagi siapa pun untuk bercerita dan berbagi keresahan. Tanpa perlu membeli apa pun, pengunjung bisa mampir untuk membicarakan berbagai persoalan hidup, mulai dari percintaan, pekerjaan, keluarga, hingga kebingungan menentukan masa depan.
Ide tersebut berawal dari keinginan sederhana untuk mendengarkan cerita orang lain, Beauties. Para bapak menyediakan tempat bagi pengunjung yang ingin mencurahkan isi hati, bertukar pikiran, atau sekadar berbincang santai sambil menikmati suasana CFD. Tidak ada tuntutan untuk datang dengan masalah besar atau mencari jawaban atas pertanyaan yang rumit. Terkadang, seseorang hanya membutuhkan teman bicara yang bersedia mendengarkan tanpa menghakimi.
Selama membuka tenant tersebut, ketiganya mendengarkan berbagai cerita dari pengunjung dengan latar belakang dan persoalan yang berbeda. Ada yang ingin membicarakan hubungan percintaan, ada pula yang sedang merasa bingung menghadapi masa depan. Obrolan yang berlangsung pun terasa santai, layaknya berbincang dengan sosok bapak saat menikmati secangkir kopi.
Menariknya, inisiatif sederhana ini justru mendapat perhatian luas di media sosial. Dalam unggahannya, mereka mengungkapkan bahwa obrolan selama tiga jam di tenant tersebut ternyata ditonton jutaan orang. Banyak warganet merasa tersentuh dengan konsep yang memberikan ruang aman untuk bercerita, terutama bagi mereka yang mungkin tidak memiliki sosok tempat bersandar ketika sedang menghadapi masalah.
Salah satu komentar yang menarik perhatian berbunyi, “BAPAAAAKKKK HADIR DISAAT BANYAK GEN Z YG FATHERLESS PAAAAAK.” Komentar tersebut menggambarkan bagaimana kehadiran sosok yang mau mendengarkan dapat terasa berarti bagi sebagian orang. Warganet lainnya juga memberikan respons positif terhadap inisiatif yang dianggap sederhana, tetapi memiliki dampak emosional bagi orang-orang yang membutuhkan teman bicara.
Meski menawarkan nasihat, ketiga pria ini tidak menganggap diri mereka sebagai orang yang paling bijaksana. Mereka menyadari bahwa setiap orang memiliki pengalaman dan perjalanan hidup masing-masing. Mereka pun pernah melakukan kesalahan, mengalami kegagalan, dan masih terus belajar memahami kehidupan.
Oleh karena itu, obrolan di tenant tersebut bukan semata-mata tentang memberikan jawaban yang dianggap paling benar. Ada ruang untuk saling bertukar pengalaman, mendengarkan sudut pandang lain, dan mengingatkan bahwa seseorang tidak harus menghadapi semua persoalan sendirian.
Kehadiran “Nasihat Gratis dari Bapak” menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar atau mahal. Terkadang, meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita orang lain saja sudah bisa memberikan arti tersendiri. Di tengah kesibukan dan berbagai tuntutan hidup, kesempatan untuk bercerita tanpa takut dihakimi bisa menjadi hal sederhana yang sangat dibutuhkan.
Kalau kamu berkesempatan mampir ke tenant “Nasihat Gratis dari Bapak”, hal apa yang ingin kamu ceritakan atau tanyakan kepada mereka, Beauties?