Catat yuk, Ini 5 Jurus Mengelola Waktu Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi
Bagi para pekerja kantoran, rasanya sangat sulit untuk menjaga keseimbangan antara waktu bekerja dan waktu bermain di luar. Apalagi bagi first jobber yang masih harus beradaptasi dengan pekerjaan dan segala seluk beluk dunia kerja. Waktu 24 jam sehari sepertinya nggak cukup untuk memikirkan pekerjaan.
Padahal tanpa disadari, waktu yang kamu habiskan untuk bekerja telah ‘memakan’ quality time kamu sendiri. Permasalahan ini sering menimbulkan galau dan dilema yang tak berujung. Intinya, kamu perlu tahu kapan harus berhenti dari aktivitas bekerja dan beralih pada kehidupan pribadi yang sangat sempit.
1. Zona Bebas-Kerja di Rumah
Foto: IstimewaGunakan waktu di kantor semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa ‘terganggu’ dengan hal-hal yang kurang penting. Hindari membuka sosial media, chatting atau ngobrol dengan teman kantor yang bisa membuat waktu bekerja semakin ‘molor’ dan tidak selesai.
Luangkan waktu beristirahat, mingle bersama teman dan meregangkan pikiran saat jam makan siang. Setelah itu, kondisikan kembali fokus dan pikiranmu pada pekerjaan yang belum selesai. Jangan sampai membawa pulang pekerjaan yang belum selesai. Tanamkan itu dalam dirimu.
Buat larangan dalam rumah, di mana pekerjaan mutlak tidak boleh dilakukan. Khususnya di ruang kamar tidur tempat kamu beristirahat yang merupakan area bebas-kerja, dan eksklusif hanya untuk tidur dan relaksasi. Singkirkan semua benda yang berhubungan dengan pekerjaan dari dalam kamar agar kamu bisa lebih tenang dan nyaman beristirahat.
2. Beri Jadwal yang Jelas
Foto: IstimewaSelama akhir pekan atau hari libur nasional, rencanakan hari libur tanpa terganggu oleh ‘panggilan’ pekerjaan, bisnis atau hanya menjawab e-mail. Jadwalkan me time yang jelas bersama keluarga dan sahabat-sahabat dekat. Ambil catatan dan urutkan to-do list kamu menurut skala prioritas lalu masukkan dalam reminder ponsel atau kalender.
Dengan menjadwalkan jam kerja secara tepat, akan membantu kamu mengatur waktu luang dan memanfaatkannya tanpa memikirkan pekerjaan. Bila perlu, jangan segan untuk mengambil cuti panjang agar kamu punya waktu 'mengenal' dan memikirkan dirimu sendiri. Ingat Beautynesian, kehidupan pribadimu di luar sana juga sama pentingnya dengan deadline pekerjaan di kantor.
3. Jangan Ragu Berkata TIDAK
Foto: IstimewaMeski mengatakan tidak kepada klien atau bos adalah hal yang menakutkan, tapi kamu memiliki hak untuk menolak melakukan pekerjaan selama waktu istirahat. Tentu saja, kamu harus bersikap sopan saat mengatakan tidak dan beri tahu mereka bahwa kamu akan memprioritaskan pekerjaan setelah kembali ke kantor.
Bagaimanapun, bos dan klienmu juga manusia dan mereka harus memahami bahwa kamu pun memiliki kehidupan pribadi di luar pekerjaan. Namun sesekali melakukan tugas mendesak dan mendadak untuk klien, nggak apa-apa juga. Asalkan tidak menjadi kebiasaan karena kamu punya hak menikmati waktu pribadi di luar pekerjaan.
4. Buat Pertemanan di Luar Jam Kantor
Foto: IstimewaKarena terlalu sering menghabiskan waktu dan melakukan pekerjaan bersama-sama tim di kantor, disadari atau tidak kamu malah semakin dekat dengan mereka. Nggak ada salahnya jika sesekali menghabiskan waktu sambil kongkow bareng setelah meeting di luar kantor.
Kamu bisa membentuk pertemanan baru di luar circle pekerjaan dan bergabung dengan sebuah klub atau komunitas hobi yang kamu minati. Ini tidak hanya memberimu waktu untuk break dari pekerjaan, tapi juga memperkenalkan kamu kepada orang-orang baru dengan minat yang sama.
5. Matikan Ponsel di Waktu Tertentu
Foto: IstimewaJangan takut apalagi sungkan mematikan ponsel di saat menikmati quality time bagi dirimu sendiri. Misalnya saat kamu mengambil cuti dan liburan ke luar kota, sudah sepatutnya semua hal yang berhubungan dengan perkerjaan bisa di hold sementara waktu. Para klien, kolega dan bos juga harus paham jika kamu slow respon saat membalas pesan dan panggilan ponsel. Terlebih, jika ponselmu off, tidak ada orang yang boleh mempermasalahkannya.
Beri mereka pengertian bahwa saat ini kamu sedang fokus berlibur dan menikmati me time. Kecuali dalam keadaan darurat dan mendesak. Sebisa mungkin, jauhkan ponsel dari jangkauan agar kamu bisa memberi perhatian penuh kepada teman, keluarga kamu tanpa terganggu pekerjaan.