Ciri Kepribadian Tsundoku, Orang yang Suka Membeli Buku tapi Jarang Membacanya
Beauties, siapa yang masih suka membeli buku baru meski buku di rumah belum semuanya selesai dibaca? Dalam budaya Jepang, kebiasaan seperti ini dikenal dengan istilah tsundoku.
Sederhananya, tsundoku menggambarkan kebiasaan membeli buku lalu membiarkannya menumpuk sebelum sempat dibaca. Istilah ini bahkan sudah ditemukan dalam tulisan Jepang sejak 1879, menurut penjelasan yang dikutip dari BBC News.
Menariknya, tumpukan buku tersebut tidak hanya soal kebiasaan membaca, tetapi juga bisa berkaitan dengan cara seseorang melihat masa depan, keinginan untuk terus berkembang, hingga ketertarikannya pada ilmu pengetahuan. Lantas, seperti apa ciri kepribadian orang yang punya kebiasaan tsundoku? Simak selengkapnya!
1. Optimis
Ilustrasi perempuan sedang melihat beberapa buku yang belum dibaca di rak/Foto: Magnific/magnific
Salah satu ciri kepribadian yang bisa dikaitkan dengan tsundoku adalah sikap optimis. Ada keyakinan bahwa buku yang dibeli tetap akan dibaca, meski belum tahu kapan waktunya.
Karena itu, tumpukan buku di rumah tidak selalu dianggap sebagai masalah. Keberadaannya justru menjadi pengingat bahwa masih ada banyak bacaan yang menunggu giliran untuk dibuka.
Cara pandang ini menunjukkan bahwa koleksi tersebut tidak sia-sia, karena semua buku tersebut tetap punya manfaat nyata bagi pemiliknya.
2. Ambisius dan Punya Keinginan untuk Terus Berkembang
Ilustrasi perempuan sedang memilih buku di sebuah toko buku/Foto: Pexels/Ivan Vi
Orang dengan rasa ingin tahu yang besar biasanya tidak bisa tahan untuk tidak membeli buku baru. Dorongan inilah yang mendasari kebiasaan tsundoku. Mereka selalu tertarik mempelajari hal-hal baru, meskipun masih banyak buku bacaan di rumah yang masih belum diselesaikan.
Dari sudut pandang psikologi, fenomena tsundoku ini sebenarnya menjadi tanda bahwa seseorang selalu ingin terus berkembang. Psychology Today menyebut para pencinta buku ini sebagai the ambitious overachiever, yaitu tipe orang yang tidak hanya punya ambisi besar dalam hidup, tapi juga selalu membuktikannya dengan pencapaian yang luar biasa.
Tidak heran kalau rak bukunya berisi beragam topik, mulai dari soal karier, pengembangan diri, sampai topik yang belum pernah mereka pelajari. Buku-buku tersebut tidak harus langsung selesai dibaca, karena yang terpenting adalah keinginan untuk selalu punya sesuatu yang bisa dipelajari.
3. Menikmati Kebiasaan Mengoleksi Buku
Ilustrasi perempuan berdiri di depan rak yang dipenuhi dengan berbagai jenis buku/Foto: Pexels/cottonbro studio
Siapa yang hobi belanja buku tiap bulan tapi ujung-ujungnya berakhir jadi pajangan estetik di rak? Kalau kamu salah satunya, kebiasaan ini ternyata tidak seburuk yang orang lain pikirkan.
Melansir Psychology Today, studi dari Australian National University dan University of Nevada tahun 2018 menemukan hal menarik tentang kebiasaan ini. Remaja yang tumbuh di rumah dengan banyak koleksi buku bisa membantu meningkatkan kemampuan literasi, kognitif, numerasi, dan teknologi.
Tapi tunggu dulu, apakah kamu mengoleksi buku karena memang suka membaca atau hanya sekadar ingin punya saja? Para ahli mengingatkan kalau hobi ini sah-sah saja selama tidak berubah jadi hoarding atau penimbunan kompulsif yang bisa mengganggu kesehatan mental.
4. Fokus Mengejar Prestasi
Ilustrasi perempuan sedang membaca buku/Foto: Pexels/George Milton
Bagi orang yang selalu mengejar prestasi, buku bisa jadi salah satu cara untuk terus menambah pengetahuan. Karena itu, membeli buku baru terasa seperti bagian dari usaha untuk terus berkembang.
Setiap buku yang dibeli pun bisa punya tujuan yang berbeda. Ada yang memang ingin segera dibaca, ada pula yang disimpan dulu untuk dipelajari di hari lain.
Meski begitu, mengoleksi bacaan baru tetap bisa menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka. Selain itu, buku-buku tersebut justru bisa menjadi motivasi sekaligus memberikan kepuasan tersendiri.
Nah, itulah sudut pandang psikologi yang menarik tentang tsundoku yang mungkin baru kamu tahu. Selagi hobi mengoleksi buku ini tidak mengganggu kesehatan mentalmu, jadikan setiap buku baru yang Beauties beli sebagai investasi terbaik untuk terus bertumbuh.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!