Kamu penggemar klub bola Barca? Kalau begitu, Barcelona, Spanyol, tentu menjadi salah satu kota yang ingin kamu kunjungi. Sebab di kota ini, kamu bisa mengunjungi Camp Nou yang menjadi markas dari FC (Football Club) Barca.
Selain penggemar Barca, Barcelona ternyata juga menjadi salah satu kota di Spanyol yang paling banyak dikunjungi pada tahun 2019 seperti yang dilansir dari Reuters.
Kota terbesar kedua di Spanyol ini menawarkan pemandangan pantai yang memesona, bangunan dengan arsitektur yang menarik, dan aneka makanan lezat yang wajib kamu coba saat berkunjung ke sana.
Sayangnya, Barcelona dikenal sebagai kota tidak ramah wisatawan. Ada berbagai tulisan di jalanan Barcelona yang berisi penolakan warga sekitar akan kedatangan wisatawan di kota mereka. Contohnya tulisan "Tourist go home!" dan "Tourism Kills Neighborhoods".
Membludaknya Turis Barcelona
Barcelona/Foto: bbc.com |
Penolakan warga Barcelona terhadap wisatawan ini tentu memiliki alasan tersendiri. Melansir dari Independent UK, penolakan ini disebabkan oleh membludaknya jumlah wisatawan yang datang ke Barcelona sehingga mengakibatkan kota menjadi sangat padat dan mengganggu kedamaian warga lokal.
Setidaknya, ada 9,7 juta wisatawan yang datang ke Barcelona pada tahun 2022 untuk menikmati budaya, arsitektur megah, pantai, dan acara atletik terkenal di Barcelona. Kondisi ini membuat kota Barcelona yang hanya seluas 101,9 km persegi dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa terasa sangat padat. Kemacetan di jalanan pun tidak bisa dihindari.
Harga Sewa Jadi Mahal
Liburan ke Barcelona/Foto: pexels.com/Ninety Studio |
Lebih lanjut, kedatangan para turis juga membuat harga sewa kamar dan apartemen melalui situs, seperti Airbnb meningkat. Akibatnya, warga lokal yang ingin menyewa kamar atau apartemen ikut merasakan kenaikan harga sewa tersebut.
Dikutip dari Responsible Travel, Colau, Walikota Barcelona yang sudah menjabat sejak 2015 menyatakan bahwa kedatangan para turis ke Barcelona tidak hanya memengaruhi kualitas hidup warga lokal saja, tapi juga kemampuan mereka untuk hidup di daerah tersebut.
Selain itu, banyak juga toko-toko untuk kebutuhan sehari-hari yang digantikan dengan toko souvenir dan penyewaan sepeda, serta kafe-kafe dengan harga tidak terjangkau, bahkan tidak diperlukan warga setempat.
Beberapa hal inilah yang menjadi alasan mengapa Barcelona sampai dicap sebagai kota yang tidak ramah wisatawan.