Duh, 4 Kesalahan Mengatur Keuangan Ini Kerap Dilakukan Anak Muda hingga Terjerat Utang Pinjol

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Minggu, 23 Jul 2023 20:30 WIB
Sederet kesalahan yang dilakukan anak muda usia 20-an dalam mengelola keuangannya hingga berakibat hutang pinjol/Foto: pexels.com/Karolina Grabowska

Keuangan yang memburuk dengan beban kebutuhan yang semakin meroket menjadi salah satu faktor orang-orang memilih pinjaman online (pinjol). Bahkan anak muda usia 20-an juga melakukan transaksi pinjol dengan alasan yang beragam, apalagi bagi mereka yang hidup di tanah rantau seperti Jakarta. 

Mengutip laman CNN Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat warga DKI Jakarta masih memiliki hutang kepada pinjaman online sebesar Rp10,35 triliun pada April 2023. Hutang tersebut berasal dari 2,38 juta akun pengguna pinjol di DKI Jakarta. Bahkan jumlah pengguna itu naik dari bulan sebelumnya yang hanya 2,34 juta akun.

Berdasarkan data tersebut, kita bisa tau bahwa ternyata masih banyak orang yang belum memahami bagaimana mengatur keuangan dan mencapai titik ‘financial wisdom’. Terkait banyaknya warga DKI Jakarta yang terjerat pinjaman online, kesalahan apa sih yang dilakukan orang-orang itu terhadap keuangannya?

Ini dia keempat hal yang kerap disepelekan orang-orang terhadap uang yang dimilikinya. Lantaran inilah, banyak orang terutama anak muda terjerat pinjaman online. 

Kesalahan dalam Mengelola Keuangan, Terutama pada Anak Muda Usia 20an

1. Membelanjakan Uang secara Berlebih


Kebiasaan orang ketika menerima uang adalah terlalu berlebihan dalam membelanjakan uang tersebut/Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio

Setelah menerima uang gaji, apa yang Beauties lakukan? Sebagian anak muda akan membelanjakan uangnya kesana kemari untuk membeli barang impiannya. Entah shopping atau traveling berkedok healing.

Kedengarannya sih tidak ada yang salah. Tapi, apakah sebelum memutuskan hal tersebut sudah dipikirkan matang-matang? Apakah biaya untuk itu tidak akan mengganggu kondisi keuangan kedepannya. 

Terkadang anak muda dipenuhi rasa gengsi dan tidak menjadi diri sendiri. Uang habis untuk memenuhi ekspektasi orang. Alhasil, pengeluaran membengkak dan tidak sedikit yang memilih pinjaman online untuk memenuhi kebutuhannya.

Rahasia hidup damai dan bebas finansial yang paling sederhana adalah mampu menjalani hidup sesuai kemampuan. Belajar bahagia dengan apa yang dimiliki. Tidak perlu terus-menerus mengikuti gaya hidup orang lain yang hanya berpotensi menghabiskan uang lebih banyak daripada penghasilan yang diperoleh. Toh, saat keuangan memburuk, belum tentu mereka akan membantu dan menemani. 

2. Tidak Menetapkan Rencana dan Tujuan Keuangan dengan Jelas


Melakukan perencanaan dan tujuan keuangan sangat penting dalam mencapai financial wisdom/Foto: pexels.com/RDNE stock project

Lantaran tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas, maka tak ayal jika banyak anak muda yang senang membelanjakan uang secara berlebihan. 

Ingat, untuk mencapai ‘financial wisdom’ butuh waktu dan usaha. Uang itu seperti air yang akan mengalir terus-menerus. Kalau kita tidak menetapkan rencana dan tujuan keuangan dengan jelas, maka uang akan cepat habis ke hal-hal yang tidak terduga. Setidaknya dengan menetapkan tujuan keuangan, uang yang dimiliki akan lebih terkontrol. 

Tujuan keuangan ini seperti anggaran untuk kebutuhan bulanan, investasi, dana darurat, hingga membantu biaya hidup keluarga. Jadi, uang yang dimiliki tidak habis untuk hari ini saja. 

3. Tidak Menyiapkan Dana Darurat


Menerapkan dana darurat sejak dini akan menyelamatkan kita di masa yang tidak terduga/Foto: pexels.com/Karolina Grabowska

Dari banyaknya anak muda yang terjerat pinjaman online, salah satu penyebabnya adalah kebutuhan yang membengkak ditambah tidak memiliki dana darurat. Setelah menapaki fenomena ini, kita tau betapa pentingnya memiliki dana darurat. 

Anak muda yang belum melek finansial, seringkali menyepelekan dana darurat. ‘Nanti dulu deh. Buat apa mikirin dana darurat, lagian masih muda masih bisa kerja. Santai aja. Mending uangnya buat senang-senang dulu, mumpung masih muda dan belum punya keluarga’. Padahal masih muda dan sehat belum tentu keuangan akan baik-baik saja. Keadaan darurat bisa terjadi oleh siapa pun dan kapan pun.

Bayangkan jika Beauties di-PHK dan melamar kerja sana-sini tapi ditolak. Pahitnya lagi, keuangan semakin menipis dan tidak ada dana darurat sama sekali. 

Keberadaan dana darurat akan menyelamatkan Beauties dari kebutuhan yang tidak terduga dan tentunya memberikan ketenangan pikiran dalam menghadapi kondisi stress. Pakar keuangan menyarankan setidaknya Beauties memiliki tiga bulan gaji atau lebih untuk dana darurat. 

(ria/ria)