Musisi Ed Sheeran buka suara secara langsung soal Macklemore didepak dari rangkaian turnya akibat dukungan rapper tersebut terhadap Palestina di atas panggung. Melalui Loop Tour di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu, (19/9) Ed Sheeran mengungkapkan bahwa apa yang terjadi padanya belakangan ini menjadi salah satu minggu terberat di hidupnya.
"Saya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis, tapi situasi ini menempatkan saya di tengah perdebatan penting dan penuh semangat mengenai kebebasan berpendapat serta isu politik paling rumit di dunia," ujar Sheeran, dilansir dari BBC.
Pelantun lagu "Perfect" tersebut menyatakan bahwa keputusan untuk tidak lagi melibatkan Macklemore diambil oleh pihak promotor, bukan dirinya. Sheeran mengatakan kepada penonton bahwa meskipun ia terbiasa menghadapi kritik terkait musiknya, kali ini kritik muncul berkaitan dengan hal yang menurutnya jauh lebih penting. Ia harus mengambil keputusan-keputusan sulit.
"Minggu ini, kritik yang muncul berkaitan dengan hal yang jauh lebih penting; saya harus mengambil keputusan-keputusan sulit, dan saya pun melakukan kesalahan, dan saya sungguh, sungguh meminta maaf," tambahnya.
"Sepanjang karier, saya berusaha untuk tidak menjadi komentator politik dalam bentuk apa pun, karena saya ingin musik dan pertunjukan saya menjadi sarana pemersatu, bukan pemecah belah," lanjutnya. "Namun, ini adalah masalah kemanusiaan, dan saya tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan saya mengenai hal ini."
Dilansir dari BBC, Sheeran mengatakan bahwa peristiwa di Israel pada 7 Oktober adalah "mengerikan dan memperparah penderitaan kaum Yahudi yang telah berlangsung selama berabad-abad", sementara situasi di Gaza "membawa dampak bencana, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional".
"Hati saya hancur melihat besarnya kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil-termasuk anak-anak-dan ketidakadilan sistemik yang sedang terjadi di Tepi Barat ini tidak boleh diabaikan," paparnya.
Sheeran mengatakan dirinya sedang mencari cara untuk berkontribusi guna membantu para korban di masa-masa kelam ini sembari terus mendengarkan dan belajar, karena pengetahuannya masih terbatas.
Selain itu,Sheeran mengungkapkan bahwa dirinya sempat mempertanyakan apakah turnya akan berlanjut dan apakah ia bahkan masih ingin menjadi seorang musisi. Ia juga menggambarkan bagaimana teman-teman lama dan keluarganya "menjauh" saat kontroversi kian memanas. Ia mengaku merasa orang-orang yang dikenalnya meninggalkannya.
"Dalam situasi seperti ini, Anda benar-benar mengetahui siapa saja teman sejati Anda. Ini adalah minggu yang aneh," tambah penyanyi asal Inggris tersebut.
Loop Tour direncanakan akan berlangsung di seluruh wilayah Amerika Utara dan Selatan. Meskipun tur Ed Sheeran sebelumnya tercatat sebagai salah satu yang berpendapatan tertinggi sepanjang masa, harga tiket untuk pertunjukan kali ini sempat turun hingga 32 USD (sekitar Rp571 ribu). Beberapa penggemar mengaku berhasil mendapatkan pengembalian dana tiket, meskipun Ticketmaster dan promotor konser Messina Touring Group tidak memberikan konfirmasi resmi mengenai adanya penggantian dana tersebut.
Sementara itu, sejumlah pengunjuk rasa mengibarkan bendera di luar lokasi acara, tapi konser tetap berlangsung tanpa gangguan berarti. Seorang pengunjuk rasa yang menyebut namanya Cooper mengatakan bahwa ia hadir "untuk mendukung perjuangan" rakyat Palestina.
"Kita membutuhkan lebih banyak orang seperti Macklemore dan artis-artis lain yang memiliki suara serta wadah untuk berbicara di hadapan publik, agar mereka dapat menyuarakan aspirasi rakyat Palestina dan perjuangan mereka demi pembebasan, khususnya di Amerika Serikat," ujarnya.