Female Rage dalam Seni dan Budaya Pop, saat Kemarahan Perempuan Tak Lagi Dibungkam

Amanda Nabila Noor Azahra | Beautynesia
Rabu, 23 Sep 2026 07:00 WIB
Female Rage dalam Seni dan Budaya Pop, saat Kemarahan Perempuan Tak Lagi Dibungkam
Lukisan The Reluctant Bride (La Fiancée Hésitante, 1866) oleh Auguste Toulmouche sebagai salah satu bentuk representasi terkenal dari female rage dalam karya seni modern/Foto: https://historia-arte.com

Belakangan ini istilah female rage semakin sering muncul di media sosial dan budaya pop. Mulai dari adegan film, karakter perempuan di serial, hingga karya seni, female rage menjadi istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemarahan, frustrasi, dan emosi perempuan yang selama ini sering ditekan atau dianggap berlebihan.

Menariknya, banyak perempuan merasa relate dengan representasi tersebut karena dianggap lebih jujur dan realistis. Yuk, simak lebih jauh tentang female rage dalam seni dan budaya pop berikut ini, Beauties!

1. Female rage semakin sering muncul dalam budaya pop

Gone Girl (2014) sebagai salah satu film yang menggambarkan female rage dalam seni film/Foto: imdb.com

Female rage merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemarahan perempuan terhadap berbagai tekanan sosial, relasi, pengalaman personal, hingga ekspektasi masyarakat terhadap perempuan. Melansir CNN Style, konsep ini sebenarnya sudah lama muncul dalam seni dan budaya populer, tetapi kini semakin banyak dibicarakan di media sosial.

TikTok dan platform digital lainnya juga membuat istilah female rage semakin populer, terutama karena banyak perempuan mulai membagikan adegan film, karya seni, hingga karakter yang dianggap merepresentasikan emosi mereka secara lebih realistis.

Jika dulu karakter perempuan sering digambarkan sebagai sosok yang lembut, sabar, dan selalu baik, kini banyak film dan serial mulai menghadirkan karakter perempuan dengan emosi yang lebih kompleks. Mereka bisa marah, frustrasi, obsesif, bahkan melakukan kesalahan tanpa harus kehilangan sisi manusianya.

2. Representasi female rage mulai diterima sebagai bentuk ekspresi perempuan

Salah satu kebiasaan orang empatik yang mudah kehabisan energi di keramaian adalah mudah menangkap emosi orang lain, bahkan sampai ikut merasakan kecemasan atau kesedihan yang sebenarnya bukan miliknya.

Ilustrasi/Foto: Magnific.com/magnific

Salah satu alasan female rage terasa relate bagi banyak perempuan adalah karena emosi tersebut sering muncul dari pengalaman sehari-hari yang familiar. Mulai dari tekanan sosial, hubungan yang toxic, tuntutan untuk selalu terlihat baik, hingga rasa lelah karena harus memenuhi ekspektasi tertentu.

Melansir The Trinitonian, female rage dianggap menjadi bentuk validasi bahwa kemarahan perempuan juga merupakan emosi yang manusiawi dan layak didengar, bukan sesuatu yang harus selalu ditekan atau disembunyikan.

Karena itu, female rage tidak lagi hanya dianggap sebagai emosi negatif, tetapi juga bagian dari pengalaman perempuan yang selama ini jarang diberi ruang dalam pop culture. Tidak sedikit penonton perempuan yang akhirnya merasa lebih terhubung dengan karakter atau karya seni yang menampilkan emosi perempuan secara lebih jujur dan realistis.

3. Female rage banyak ditampilkan lewat karakter ikonik di film

Natalia Portman dalam film 'Black Swan' (2010)/Foto: imdb.com

Female rage juga semakin banyak dibicarakan lewat berbagai karakter perempuan di film dan serial. Salah satu yang paling terkenal adalah Amy Dunne dalam Gone Girl (2014) yang diperankan Rosamund Pike. Karakter tersebut sering dianggap merepresentasikan kemarahan perempuan terhadap relasi dan ekspektasi sosial dalam pernikahan.

Selain itu, ada juga karakter Pearl dalam Pearl (2022) yang diperankan Mia Goth, hingga Nina dalam Black Swan (2010) yang dimainkan Natalie Portman. Karakter-karakter tersebut menunjukkan sisi emosional perempuan yang kompleks, obsesif, marah, dan penuh tekanan psikologis.

Lewat berbagai karakter film, karya seni, hingga media sosial, banyak perempuan akhirnya merasa emosi dan pengalaman mereka lebih dipahami serta terwakilkan. Jadi, nggak heran, ya, Beauties, kalau representasi dari female rage itu sendiri kini bukan hanya menjadi tren di internet, tetapi juga bagian dari diskusi yang lebih luas tentang perempuan dan ekspresi emosi. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE