Game Dressmaker Viral, Ternyata Dibuat untuk Istri yang Berhenti Menjahit karena Kondisi Kesehatan

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 09 Oct 2026 15:00 WIB
Game Dressmaker Viral, Ternyata Dibuat untuk Istri yang Berhenti Menjahit karena Kondisi Kesehatan/Foto: Dok. Cozy Lives/Free Lives

Beauties, baru-baru ini ada satu game yang sedang viral bernama Dressmaker. Permainan simulasi yang diluncurkan pada 21 September 2026 ini mengajak kamu mengelola sebuah toko busana dan menerima pesanan khusus dari warga kota untuk berbagai acara, mulai dari pesta dansa, pernikahan, hingga pemakaman.

Di game ini, kamu bertindak layaknya seorang penjahit, Beauties. Mulai dari mengukur tubuh klien, memilih jenis kain, mengatur tata letak pola di atas bahan, memotong kain, hingga menjahit, permainan ini bisa mengasah kreativitas karena proses pembuatan busana sepenuhnya diserahkan kepada pemain.

Dikembangkan oleh Cozy Lives dan diterbitkan oleh Free Lives, Dressmaker menjadi game yang viral dan begitu digandrungi belakangan ini. Tapi tahukah kamu kalau ternyata ada kisah mengharukan di balik pembuatan game ini?

Dressmaker adalah permainan yang dibuat oleh Jonathan Hau-Yoon dan istrinya, Sabrina Becker. Kecintaan Becker terhadap dunia menjahit sudah berjalan sejak lama. Ia bahkan mengenakan gaun buatannya sendiri saat kencan pertamanya dengan Hau-Yoon.

Game Dressmaker/ Foto: Dok. Cozy Lives/Free Lives

Dilansir dari Dexerto, Becker berniat untuk berkarier secara profesional di bidang desain kostum. Tapi takdir berkata lain, Beauties. Ia didiagnosa mengidap sindrom Ehlers-Danlos tipe hipermobilitas. Sebagai informasi, Ehlers-Danlos Syndrome (EDS) adalah sekelompok kelainan genetik langka yang menyerang jaringan ikat tubuh, seperti kulit, sendi, tendon, ligamen, dan pembuluh darah.

Dampaknya bisa berupa sendi yang sangat lentur dan tidak stabil, nyeri sendi, serta kelelahan hebat, meskipun gejala yang muncul bisa berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini membuat Becker tidak bisa melanjutkan kegiatan menjahit.

Namun, Hau-Yoon dan Becker mencari cara lain untuk bisa mewujudkan mimpi perempuan tersebut. Keduanya bersama-sama mengembangkan Dressmaker sebagai cara untuk menghadirkan proses kreatif menjahit dan merancang busana ke dalam sebuah permainan sekaligus membangkitkan kembali hobi Becker.

Berbekal pengalamannya dalam menjahit, Becker merancang dan mengurasi elemen-elemen gaun, menentukan arah estetika, serta memberikan masukan melalui tahap uji coba permainan. Keahlian dan kecintaannya terhadap seni menjahit benar-benar tercurahkan di sepanjang petualangan dalam permainan tersebut.

Game Dressmaker/ Foto: Dok. Cozy Lives/Free Lives

Dressmaker dengan cepat meraih kesuksesan. Prototipe gratis permainan ini mencapai 100 ribu unduhan dalam waktu dua bulan. Antusiasme tersebut berlanjut hingga saat peluncuran, dan game ini pun dengan cepat menjadi viral.

Banyak pemain juga memberikan komentar panjang lebar tentang betapa berartinya permainan tersebut bagi mereka. Becker mengungkapkan bahwa mereka juga menerima banyak permintaan dari pemain, salah satunya fitur untuk menyetrika.

Dressmaker tidak berfokus pada era tertentu agar tidak membatas pemain dalam berkreasi. Namun, Becker mengatakan kepada The Guardian bahwa memang game ini memiliki nuansa vintage, tampilannya seolah berasal dari masa ketika orang-orang benar-benar pergi ke penjahit untuk membuat gaun.

Wah, bagaimana, Beauties? Tertarik mencoba game Dressmaker dan merancang busana impianmu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Loading ...
Tonton video di bawah ini ya, Beauties!
Apa Makna Cinta Diri Sendiri buat Sisca